Selasa, Mei 12, 2009

Cerita Suram di Markas Lawan

(AFP)Meski Mengantongi kemenangan di semifinal leg pertama, manajer Manchester United Sir Alex Ferguson masih belum bisa tenang. Pasalnya, setiap melakoni semifinal leg kedua di markas lawan, MU hampir selalu tersungkur. MU tampaknya kurang hoki ketika melakoni senifinal leg kedua di kandang lawan. Di musim 1996/97, mereka tersungkur di tangan Borrusia Dortmund. Di Westfalen Stadion, markas Dortmund, The Red Devils harus menyerah 1-0. Kekalahan itu mengakhiri perjalanan MU dengan agregat kekalahan 2-0. Lima tahun berselang, giliran klub Jerman lain Bayer Leverkusen yang mengakhiri petualangan MU. Setan Merah memasuki Bay Arena, markas Leverkusen dengan beban harus menang akibat skor 2-2 yang ditorehkan di Old Trafford di leg pertama. Namun, ambisi mereka harus terhenti akibat hanya bermain imbang 1-1 di Bay Arena. Tahun 2006/07, giliran AC Milan yang menjegal mimpi The Fergie Babes. Keunggulan 3-2 yang diperoleh di Manchester gagal dipertahankan. Di Milan, Cristiano Ronaldo dkk. dipaksa menyerah 0-3. Masa lalu kelam ini pun masih tertanam di benak Sir Alex. "Kami memang unggul dan tinggal selangkah lagi untuk menuju Roma guna melakoni final. Namun, kami tidak boleh puas dengan kondisi ini. Sekali lagi, kami tidak boleh puas," demikian wanti-wanti Ferguson dikutip dari situs resmi MU. Fergie menyatakan, itu bukan kutukan. Sebab di musim 1998/99, MU memastikan tiket ke final dengan kemenangan di markas Juventus. "Banyak faktor yang membuat kami gagal ke final. Namun kami pernah bisa mengatasinya dan saya harap kami bisa mengulanginya," tutupnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tambahkan Komentarnya Disini Aja ....