Senin, Mei 04, 2009

Pippo Tetap Enjoy

(REUTERS)Gol demi gol masih lahir dari kaki dan kepala Filippo Inzaghi. Begitulah. Di usianya yang kian senja ia masih saja produktif. Pippo memang masih menikmati musim fantastisnya dalam balutan kostum Rossoneri. Pada laga Minggu (3/5/2009) malam, Milan memasang Inzaghi sebagai starter penyerang tunggal melawan Catania. Pelatih Carlo Ancelotti menjadikannya pilihan pertama di atas bintang muda asal Brasil, Pato. Hasilnya tidak mengecewakan. Adalah pemain berusia 35 tahun itu yang membuka skor di menit 27, dan gol itu merintins kemenangan Milan dengan skor akhir 2-0. Yang spesial dari Pippo adalah ia sudah mencetak 13 gol dari 22 penampilannya di musim ini. Itu berarti ia selalu mendulang gol di hampir setiap dua pertandingan. Dari jumlah itu, dua kali ia menciptakan hat-trick. Meski cidera kerap menerpanya sepenjang musim, Inzaghi masih dapat menunjukkan kemampuannya merobek gawang lawan. Itulah sebabnya itu mengaku sangat senang dengan performanya. "Saya puas. Ini adalah salah satu musim terbaik sepanjang karir saya," ujar Inzaghi lewat situs resmi Milan. "Tapi semua kebaikan ini berkat jasa seluruh anggota tim." "Semua orang mencoba untuk membuatku mencetak gol. Sangat menyenangkan bermain di Milan. Ketika kami bermain tak tertahankan, semuanya jadi gampang." Inzahi sudah membela Milan sejak 2001 dan sejauh ini ia telah mengemas 116 gol. Total, sepanjang karirnya sebagai pemain profesional itu sudah mengukir lebih dari 300 gol. Statistik terbaik di San Siro terjadi di musim 2002/2003, saat ia menorehkan 30 gol di semua kompetisi.

Moratti Bela Reaksi Ibra

Ibrahimovic (Reuters)Hubungan Zlatan Ibrahimovic dengan Interisti mungkin memanas usai selebrasinya dalam laga Inter Milan kontra Lazio. Tapi Ibra dibela Presiden Massimo Moratti yang coba menengahi. Teriakan-teriakan bernada negatif konon muncul dari arah fans Inter di stadion Giuseppe Meazza ketika mereka menjamu Lazio, Minggu (3/5/2009) dinihari WIB. Hal ini direspon Ibrahimovic dengan keras. Setelah bikin gol ke gawang Biancoceleste, si penyerang asal Swedia pun menaruh jari telunjuknya di depan bibir. Bak pertanda agar fans tak usah banyak omong. "Saya pikir itu adalah sikap naluriah, tak ada maksud apa-apa," jamin Moratti seperti diwartakan Channel 4, Senin (4/5/2009). "Saat itu dia tak mengira akan dapat cibiran, dia bilang begitu kepada saya setelahnya. Saya ulangi kalau itu adalah reaksi naluriah dan tak bakal membahayakan masa depannya di Inter. Ibra akan tetap berbaju Nerazzuri musim depan," tegas sang presiden lagi. Ini bukan kali pertama fans di stadion tersebut bersikap kasar kepada tim pujaan dengan melakukan cibiran. Tapi Moratti menilai itu wajar datang dari fans. "Bagaimanapun, semoga mereka bisa tetap menaruh hormat kepada pemain tertentu yang sudah memberikan segalanya sepanjang musim. Kita katakan saja pemain seperti Ibra harus dapat pemahaman lebih." "Apapun, reaksinya di lapangan sangat konstruktif dan berapi-api sehingga dia juga mendapat hormat dan antuasiasme dari fans. Cibiran berubah jadi elu-eluan," demikian Moratti.

Liga Champions Tentukan Nasib Milito

Milito (Reuters)Diego Milito merupakan pemain kunci Genoa. Penampilan gemilangnya membuat banyak klub lain melirik kepadanya. Lolosnya Genoa ke Liga Champions akan menentukan nasib Milito di I Grifoni. 19 gol telah dipersembahkan Milito kepada Genoa hingga musim ini. Tiga gol terakhir dicetaknya ke gawang Sampdoria, Senin (4/5/2009) dinihari WIB. Hattrick pria Argentina itu membawa Genoa menang 3-1 dan terus membuka kesempatan untuk mengakhiri kompetisi di jajaran empat besar, dan lolos ke Liga Champions. "Kami kurang beruntung, karena Milito sempat tidak bisa bermain selama beberapa pekan. Ia akhirnya kembali menemukan kebugarannya di pekan-pekan terakhir musim ini. Jelas, pemain seperti Milito merupakan suntikan tenaga untuk menghadapi laga-laga akhir musim," tukas pelatih Gianpiero Gasperini dikutip dari Channel4. Cemerlangnya penampilan Milito membuat klub-klub besar, misalnya Inter Milan, tertarik untuk memboyongnya. Lalu, bagaimana masa depan pemain berjuluk El Principe tersebut? Lolosnya Genoa ke Liga Champions menjadi pertimbangan utama soal masa depan Milito. "Mungkin dua hal itu, Milito tetap di Genoa dan kami lolos ke Liga Champions, saling berhubungan. Kami akan berbicara dengan presiden klub," tambah Gasperini. "Kami belum tahu apa yang terjadi. Apa yang ditulis di media soal masa depan Militto masih belumlah pasti. Banyak hal yang masih mungkin terjadi dan kami akan terus memantau situasi dan kondisi hingga akhir musim ini," tutup sang allenatore.

Prahara di Rumah 'Si Nyonya Tua'

Vincenzo Iaquinta (Reuters)Prahara menimpa Juventus. Sejumlah pemain pilar mulai frustrasi, nasib pelatih Claudio Ranieri menjadi tidak jelas, dan suporter mulai kecewa dan mencibir 'Si Nyonya Tua'. Juventus tengah mengalami rententan hasil negatif di Seri A, yakni lima kali gagal meraih poin penuh. Hasil teraktual didapat ketika ditahan imbang Lecce 2-2, Minggu (3/5/2009) malam WIB yang membuat Juve terpaku di tangga ketiga klasemen sementara, dan semakin tertinggal dari peringkat kedua AC Milan. Perasaan tertekan mulai melanda para pemain. Seperti diberitakan Channel4, penjaga gawang Juventus Gianluigi Buffon keluar meninggalkan ruang ganti ketika petandingan melawan Lecce sedang turun minum, di mana skor sementara adalah Juventus tertinggal 0-1. Buffon dilaporkan hanya tiga menit berada di ruang ganti kemudian keluar dan berada di pinggir lapangan. Sang portiere terlihat mondar-mandir dan bergumam terus menyalahkan dirinya. "Buffon memang kecewa dan ia punya hak untuk itu. Kami semua kecewa karena sungguh tidak mungkin membuang kompetisi seperti ini. Kami harus memahami persoalannya dan tidak kehilangan sikap tenang," tutur striker Vincenzo Iaquinta. Selain Buffon, Mauro Camoranesi juga dilaporkan marah di ruang ganti, ketika pelatih Claudio Ranieri memutuskan untuk menariknya keluar di babak kedua. Demikian diberitakan Goal. Dalam laga itu, suporter Juventus juga mencibir para pemain, pelatih, dan juga dewan direksi. "Suporter juga berhak untuk protes. Namun kondisi seperti ini jelas tidak ideal bagi kami untuk mencapai yang terbaik," tambahnya. Suasana di rumah 'Si Nyonya Tua' semakin tidak kondusif seiring dengan beredarnya kabar bahwa dewan direksi klub berencana menggelar rapat darurat guna membahas nasib Ranieri. Belum jelas kapan rapat akan digelar.