Tampilkan postingan dengan label Liga Italy 2008/2009. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liga Italy 2008/2009. Tampilkan semua postingan

Senin, Mei 04, 2009

Liga Champions Tentukan Nasib Milito

Milito (Reuters)Diego Milito merupakan pemain kunci Genoa. Penampilan gemilangnya membuat banyak klub lain melirik kepadanya. Lolosnya Genoa ke Liga Champions akan menentukan nasib Milito di I Grifoni. 19 gol telah dipersembahkan Milito kepada Genoa hingga musim ini. Tiga gol terakhir dicetaknya ke gawang Sampdoria, Senin (4/5/2009) dinihari WIB. Hattrick pria Argentina itu membawa Genoa menang 3-1 dan terus membuka kesempatan untuk mengakhiri kompetisi di jajaran empat besar, dan lolos ke Liga Champions. "Kami kurang beruntung, karena Milito sempat tidak bisa bermain selama beberapa pekan. Ia akhirnya kembali menemukan kebugarannya di pekan-pekan terakhir musim ini. Jelas, pemain seperti Milito merupakan suntikan tenaga untuk menghadapi laga-laga akhir musim," tukas pelatih Gianpiero Gasperini dikutip dari Channel4. Cemerlangnya penampilan Milito membuat klub-klub besar, misalnya Inter Milan, tertarik untuk memboyongnya. Lalu, bagaimana masa depan pemain berjuluk El Principe tersebut? Lolosnya Genoa ke Liga Champions menjadi pertimbangan utama soal masa depan Milito. "Mungkin dua hal itu, Milito tetap di Genoa dan kami lolos ke Liga Champions, saling berhubungan. Kami akan berbicara dengan presiden klub," tambah Gasperini. "Kami belum tahu apa yang terjadi. Apa yang ditulis di media soal masa depan Militto masih belumlah pasti. Banyak hal yang masih mungkin terjadi dan kami akan terus memantau situasi dan kondisi hingga akhir musim ini," tutup sang allenatore.

Genoa Pelihara Kans ke Eropa

Milito (AFP/Andreas Solaro)Genoa memelihara peluang mereka untuk berlaga di Liga Champions musim depan usai dalam laga terakhir mengalahkan rekan sekota, Sampdoria, dengan skor 3-1. Bintang kemenangan Genoa adalah Diego Milito yang menorehkan hat-trick. Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Luigi Ferraris, Senin (4/6/2009) dinihari WIB, Genoa membuka keunggulan pada menit 30. Gol perdana tuan rumah diciptakan Milito menyusul sebuah sepak pojok yang dieksekusi oleh Giseppe Biava. Namun sebelum babak pertama berakhir, Sampdoria berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Tepat pada menit 45, Hugo Campagnaro melepaskan sebuah sontekan kaki kanan dari dalam kotak penalti dan kiper Genoa, Rubinho pun gagal menghalaunya. Gol Campagnaro itu pun menjadi yang terakhir dari Sampdoria dalam laga ini. Pada menit 73, Genoa kembali unggul lewat kaki Milito. Sepakan penyerang asal Argentina ini gagal diantisipasi oleh kiper Luca Castelazzi. Skor berubah menjadi 2-1. Milito menutup penampilan gemilangnya dalam laga ini dengan menorahkan hat-trick di penghujung laga. Penyerang berusia 29 tahun ini mencetak gol usai melakukan kerjasama dengan Raffaele Palladino. Ini merupakan golnya yang ke-16 di Seri A musim ini. Pertandingan ini sendiri diwarnai dengan tiga buah kartu merah. Dua kartu dilayangkan untuk pemain Genoa, yakni Matteo Ferrari dan Thiago Motta. Sementara sat lainnya diberikan untuk pemain Sampdoria, Hugo Campagnaro Hasil ini mengantarkan Genoa meraih poin 60, dan meski masih menempati urutan lima poin mereka kini hanya terpaut satu dengan Fiorentina yang berada satu strip di atas mereka. Alhasil peluang mereka untuk ke Liga Champions musim depan tetap terjaga. Sementara posisi Sampdoria tetap tak berubah. Il Samp masih duduk di urutan 13 dengan koleksi nila1 41. Susunan pemain Genoa: Rubinho; Biava (Papastathopoulos 83), Ferrari, Bocchetti; Rossi (Mesto 61), Thiago Motta, Juric, Criscito; Sculli (Milanetto 77), Milito, Palladino. Sampdoria: Castellazzi; Campagnaro, Lucchini (Gastaldello 59), Accardi; Raggi (Padalino 77), Sammarco (Delvecchio 56), Palombo, Franceschini, Pieri; Pazzini, Cassano.

Roma Tertahan, Fiorentina Nyaman

AFPUpaya AS Roma untuk mengakhiri kompetisi di empat besar tersendat usai ditahan imbang Chievo. Sementara, Fiorentina semakin nyaman di posisi keempat berkat kemenangan atas Torino. AS Roma kembali memetik hasil negatif. Usai pekan lalu dibekuk Fiorentina 1-4, Francesco Totti dkk. ditahan imbang tanpa gol oleh tim papan bawah Chievo Verona, dalam laga yang berlangsung di Stadion Olimpico, Roma, Minggu (3/5/2009) malam WIB. Dalam laga itu, Roma tampil dominan dengan posession sebesar 68 persen. Ketika laga baru berusia tiga menit, Francesco Totti sudah mengancam gawang Chievo namun upayanya masih bisa digagalkan kiper tamu, Stafano Sorrentino. Setelahnya, tim tuan rumah terus melancarkan serangan tapi selalu gagal. Di tengah tekanan, Chievo sempat mencuri serangan lewat Sergio Pellissier, namun usahanya juga masih gagal berbuah gol. Tim tamu harus bermain sepuluh orang ketika laga memasuki menit akhir usai Gianpiero Pinzi menerima kartu kuning kedua. Meski unggul jumlah pemain, Roma gagal merobek gawang Chievo. Dengan hasil ini maka Giallorossi masih terpaku di tangga keenam klasemen sementara dengan poin 53. Perjuangan Francesco Totti dkk untuk merebut posisi empat besar makin berat karena kini mereka tertinggal delapan poin dari posisi keempat, Fiorentina. Posisi Il Lupi pun terancam oleh Palermo yang berada di peringkat ketujuh dengan hanya terpisahkan oleh poin satu. Ada pun Palermo memetik kemenangan 5-1 atas Cagliari. Vargas Kokohkan Fiorentina Sementara di hari yang sama, Fiorentina semakin nyaman di posisi keempat usai menekuk Torino 1-0. Adalah Juan Vargas yang menjadi pahlawan La Viola lewat golnya di menit ke-57. Dengan hasil ini, Fiorentina semakin mantap di tangga keempat klasemen sementara dngan poin 61. Apa pun hasil yang diraih penghuni urutan kelima, Genoa, yang baru bertanding Senin (4/5/2009) dinihari tidak akan mengusik posisi Fiorentina. Di 15 menit babak pertama berjalan, kedua tim saling memiliki peluang. Namun kesempatan-kesempatan yang didapat gagal menemui sasaran. Torino lebih dahulu mengancam di menit ke-16 lewat Blerim Dzemaili namun usahanya masih bisa ditangkal Sebastian Frey, kiper Fiorentina. Seperempat jam berselang, aksi Frey kembali menyelamatkan Fiorentina. Kali ini kiper asal Prancis itu menggagalkan upaya Roalndo Bianchi. Publik Stadion Artemio Franchi bersorak ketika pertandingan memasuki menit ke-57, menyambut gol Viola yang dicetak Juan Vargas. Di sisa waktu, kedua tim masih saling bertukar serangan namun tak ada gol tambahan yang tercipta. Susunan Pemain AS Roma: Artur; Panucci, Mexes, Riise, Motta (Cassetti 80'), Brighi. De Rossi, Totti, Perrotta (Vucinic 72'), Baptista, Taddei (Menez 46') Chievo: Sorrentino; Mandelli, Morero, Rigoni, Mantovani, Frey, Pinzi, Marcolini, Luciano (Colucci 57') (Malago 77'), Bogdani (Esposito 87'), Pellissier Fiorentina: Frey; Danielli, Gamberini, Pasqual, Comotto, Montolivo, Kuzmanovic, Jovetic, Vargas (Gobbi 68'), Semioli (Jorgensen 21'), Gilardino Torino: Sereni; Natali, Ogbonna, Franceschini, Vailatti, Diana Barone 50'), Dzemali (D'Onofrio 72'), Rubin, Colombo, Stellone (Rosina 61'), Bianchi

'Ayo Ramaikan Lagi Seri A'

ReutersSuperioritas Inter Milan belakangan ini mulai sedikit luruh. Karena itulah, Lazio bertekad memukul Nerazzurri agar persaingan di Seri A dapat kembali ramai. Di tiga pertandingan terakhirnya, Inter gagal menang. Pasukan Jose Mourinho ditahan Palermo 2-2, lantas diimbangi Juventus 1-1 dan yang terakhir takluk di tangan Napoli 0-1. Rentetan hasil buruk itu membuat jarak Juventus, dan sekarang AC Milan, menjadi mendekat. Kini tinggal tujuh angka yang memisahkan La Beneamata dengan Rossoneri yang membuntuti di posisi dua. Pada Sabtu (2/5/2009), Inter akan sekali lagi diuji. Mereka akan kedatangan Lazio. Meski 'cuma' menduduki peringkat kesembilan, Gli Aquilotti memancang target kemenangan yang bakal membuat persaingan terbuka lagi. "Saya yakin pertandingan kami nanti bisa membuka kembali kompetisi karena pada kenyataannya, kompetisi memang tidak pernah terbuka," ujar pelatih Lazio Delio Rossi seperti dikutip Channel4. Inter memang superior sejak awal. Dengan para pemain jempolan dan pelatih jagoan, Javier Zanetti cs pernah sangat diyakini akan menjadi scudetto lagi dengan mudah. Tetapi itu dulu; sekarang situasinya jelas berbeda. "Saya selalu bilang kalau Inter bisa kalah, maka itu disebabkan oleh mereka sendiri. Mereka punya kekuatan terbaik selama tiga tahun terakhir," papar Rossi lagi. "Sebuah tim bisa mengalami penurunan karena persoalan psikologis. Namun tim yang mempunyai kemampuan sangat tinggi bisa menutupinya dengan kekuatan pada individu-individu di dalamnya," pungkas dia.

Jumat, Mei 01, 2009

Mourinho Minta Maaf? Tunggu Dulu

Jose Mourinho (Reuters)Pelatih Inter Jose Mourinho sudah membuat merah kuping rival-rivalnya dengan mengatakan bahwa hanya timnya yang akan merebut piala. Kalau harus minta maaf, ia cuma akan melakukannya di akhir musim. Mourinho membuat geram terutama AC Milan dan Juventus setelah Inter tersingkir di Liga Champions. Usai ditundukkan Manchester United, ia mengatakan bahwa pada akhirnya cuma Nerazzurri yang akan meraih gelar juara, sedangkan tim-tim Italia yang lain akan bertangan hampa. Faktanya, sejauh ini Inter memang paling berpeluang besar merebut scudetto. Milan, walaupun performanya membaik, tapi tetap tertinggal tujuh poin dengan sisa lima pertandingan. "Kalau omonganku terbukti salah dan Milan mengakhiri musim dengan titel juara, aku baru akan minta maaf," demikian Mourinho, Kamis (30/4/2009), menimpali gelandang Massimo Ambrosini, yang belum lama ini menyuruh dia minta maaf atas ucapannya di atas. Pria Portugal itu juga "memukul balik" wakil presiden Rossoneri, Adriano Galliani, yang mengklaim bahwa persaingan menuju titel juara akan lebih ketat kalau saja gol Adriano dalam derby Milan di bulan Februari dianulir karena handsball. "Mereka bilang bahwa tanpa gol Adriano .... tanpa banyak hal kompetisi ini pasti akan sangat berbeda," tandasnya, seperti dikutip dari AFP. "Setiap pelatih melakukan kesalahan-kesalahan, seperti halnya pemain dan wasit. Lalu, ada pula cedera-cedera." "Anda harus membicarakan semua hal, tak cuma yang menguntungkan Anda. Derby itu (malah) seharusnya berakhir tiga atau empat gol, kalau Milan mengakhiri pertandingan dengan 10 pemain," sambung Mourinho, yang yakin bahwa satu pemain Milan semestinya di-espulso saat itu. "Mereka pun harus bilang bahwa mereka memenangi derby pertama (1-0) di bulan September berkat sebuah gol yang offside." "Pada prakteknya, mereka mendapatkan sebuah penalti di hampir setiap pertandingan. Kalau saya ngomong, saya ngomongin banyak hal, dan itu tidak perlu." "Di akhir musim, tim terbaik selalu menang. Walaupun banyak human error, hal tersebut wajar dalam sebuah kompetisi. Tinggal sebentar lagi kok. Kita tak rugi apa-apa."

'Premier League' Seri A Mulai 2010

ReutersLega Calcio yang menaungi Seri A dan Seri B akhirnya pecah. Sebagai hasilnya, Italia akan memiliki liga yang mirip Premier League di Inggris. Kompetisi tersebut akan digulirkan mulai musim 2010-1011. Setelah terbentuk sejak 1946, Lega Calcio akhirnya pecah, Kamis (30/4/2009) kemarin waktu setempat. Tidak tercapainya kesepakatan antara klub Seri A dan Seri B terkait isu keuangan membuat kelompok "strata atas" memutuskan memisahkan diri. Kompetisi liga baru yang akan dibentuk oleh klub-klub Seri A untuk sementara akan dipimpin oleh Maurizio Beretta, mantan Direktur Stasiun Televisi Rai. Dalam pernyataannya, Beretta menyebut kalau setidaknya butuh waktu 12 bulan untuk mematangkan konsep anyar soal kompetisi teratas Italia yang baru. "Ini kehormatan buat saya untuk bisa melayani klub sehingga bisa mengadopsi pendekatan Eropa dan internasional pada bagian di mana kita memang memiliki potensi besar untuk meraihnya. Mandat yang diberikan sudah jelas, kami akan mengambil langkah perdana untuk membangun Lega A dan ada beberapa detil dimatangkan dengan proses yang akan terus berkembang dalam 12 bulan mendatang," ungkap Beretta di Channel4. Karena masih perlu banyak waktu untuk proses pengembangan, komptisi baru Seri A tak akan bisa dimulai pada musim 2009-2010. Baru setahun berselang, atau pada musim 2010-2011, versi Italia dari Premier League akan lahir. "Kami mulai bekerja sekarang sehingga Lega A ini bisa beroperasi mulai 1 Juli 2010. Tahun depan tak akan ada masalah karena kami sudah menyepakati pembagian uang di Seri A and antara Seri A dengan Seri B. Mulai 2010, akan ada liga yang terpisah untuk (Seri) A, B dan C," ungkap Wakil Presiden Milan dan mantan presiden Lega Calcio, Adriano Galliani. Apa yang terjadi dengan Lega Calcio ini sama dengan kejadian yang kemudian melahirkan Premier League di Inggris pada 1992 silam, di mana klub-klub besar diberikan kebebasan dalam penentuan hak siar dan regulasi-regulasi soal stadion. Hal inilah yang kemudian membuat Premiership menjadi yang paling menguntungkan dan kini coba diadaptasi klub Italia untuk bisa kembali meraih sukses di Eropa.

Liga Italia Pecah

 Liga sepakbola profesional Italia yang meliputi Seri A dan Seri B akhirnya berpisah. Hal tersebut terjadi menyusul tidak tercapainya kesepakatan antara kedua strata terkait isu keuangan. Sejak 1946, Seri A dan Seri B berjalan di bawah naungan apa yang dikenal sebagai Lega Calcio. Namun persatuan antara keduanya kini pecah, masalah pembagian keuangan yang sudah menjadi isu sensitif sejak beberapa tahun terakhir kembali jadi penyebab. Klub-klub Seri A selama ini memang punya pendapatan lebih besar karena mereka berhak menegosiasikan sendiri hak siar pertandingannya. Dan menyusul banyaknya klub Seri B yang mengalami masalah keuangan, klub-klub "kelas dua" itu sepertinya meminta sistem pembagian keuangan ditata ulang. Hal mana ditolak oleh klub yang berlaga di Seri A. Pertemuan antara presiden-presiden klub dari Seri A dan Seri B untuk membahas masalah tersebut yang dilangsungkan Kamis (30/4/2009) ternyata tak menemui kata sepakat. Keduanya kini bercerai. "Sebanyak 19 klub (kecuali Lecce) hari ini memutuskan untuk membuat 'Lega Calcio Serie A' dengan dipimpin oleh Maurizio Beretta," demikian pernyataan yang dirilis oleh liga baru. "Keputusan ini diambil karena tak mungkin dicapai kesepakatan dengan klub-klub Seri B," lanjut pernyataan tersebut seperti diberitakan Reuters. Terbentuknya liga baru untuk Seri A tersebut juga dikonfirmasi oleh presiden Palermo, Maurizio Zamparini. "Kami sudah menciptakan sebuah liga baru untuk Seri A. Kali ini benar-benar terjadi. Itu tidak memuaskan tapi perlu untuk dilakukan," sahut Zamparini. Perpisahan antara Seri A dan Seri B yang sebelumnya tergabung dalam manajemen Lega Calcio bisa jadi justru akan memberi dampak positif buat Seri A. Soalnya kondisi yang sama pernah terjadi di Inggris tahun 1992 yang kemudian melahirkan apa yang kini dikenal sebagai Premier League, yang karena kemadiriannya kini disebut sebagai kompetisi sepakbola lokal terbaik di Eropa.

Selasa, April 28, 2009

Tutup Pintu Bayern, Mancio Goda Juve

Mancini (Reuters)Roberto Mancini tengah dikaitkan dengan sejumlah klub. Untuk saat ini sang agen menutup peluang untuk Bayern Munich dan Sampdoria, serta membuka asa buat Juventus. Seiring dengan pernyataan akan kembali melatih musim panas ini, spekulasi ke mana Mancini akan berlabuh pun dimulai. Dirumorkan bahwa salah satu yang berminat adalah Bayern, yang baru melepas Juergen Klinsmann untuk digantikan Jupp Heynckes. "Bayern? Mereka sudah memecat Klinsmann tapi telah menunjuk orang lain. Jadi tidaklah memungkinkan untuk ke sana, setidaknya tahun ini," tutur agen Mancini, Giorgio de Giorgis, kepada radio Kiss Kiss yang dikutip Setanta, Selasa (28/4/2009). Satu klub lain yang juga ditutup kemungkinannya oleh Mancini adalah klub Seri A, Sampdoria. "Sampdoria? Saat ini mereka masih punya manajer. Bukannya dia takkan mempertimbangkan, tapi Sampdoria tengah bagus di liga dan masih punya pelatih." Klub Seri A lain, Juventus, juga diisukan meminatinya. Apalagi nasib pelatihnya, Claudio Ranieri, juga tak henti-hentinya disebut-sebut media tengah di ujung tanduk. "Roberto adalah pelatih. Jika Juventus memanggilnya, maka dia akan mempelajari tawaran mereka," aku Giorgis. Lalu, apakah itu artinya Mancini sudah mulai condong ke Turin? Sepertinya tidak lantas demikian. "Roberto sudah bilang ingin kembali melatih bulan Juli, tapi belum tahu ke mana," tutup sang agen.

Senin, April 27, 2009

Gol Zalayeta Tundukkan Inter

AFPInter Milan memperoleh pil pahit dalam lawatannya ke kandang Napoli. La Beneamata harus pulang dengan kekalahan 0-1 setelah Marcelo Zalayeta sukses membobol gawang mereka di babak kedua. Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion San Paolo, Senin (27/4/2009) dinihari WIB, Inter sebenarnya tampil cukup dominan. Di babak pertama mereka berhasil menciptakan sejumlah peluang, meski tak ada pun yang berbuah menjadi gol. Di babak kedua, Napoli bangkit dan akhirnya mencetak gol lewat Zalayeta yang masuk di menit 63 menggantikan German Denis. Gol penyerang asal Uruguay itu akhirnya menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan ini. Hasil ini tak menggoyahkan Inter di puncak klasemen. Mereka masih memimpin dengan torehan poin 74. Namun selisih mereka dengan AC Milan kini menipis menjadi tujuh poin. Sementara Napoli naik ke urutan 12 dengan koleksi nilai 42. Jalannya pertandingan Tiga menit pertandingan berjalan, Walter Samuel langsung memberikan ancaman kepada Napoli. Berawal dari sebuah tendngan bebas, bek asal Argentina itu melepaskan sebuah sundulan. Sial baginya, Nicolas Navarro bereaksi cepat dan berhasil menepis bola sundulannya. Selanjutnya, giliran Mario Balotelli yang mendapatkan kesempatan untuk mencetak gol di menit 16. Ia melepaskan sebuah sepakan keras dari jarak jauh namun hasilnya hanya menyentuh jala atas gawang Navarro. Gol urung tercipta. Balotelli kembali mengancam gawang Napoli di menit 33. Usai menerima operan hasil sundulan Zlatan Ibrahimovic ia langsung melepaskan tendangan. Namun Navarro dengan sigap berhasil menggagalkannya. Tepat sebelum babak pertama berakhir, Marek Hamsik melepaskan sebuah tendangan voli. Hasilnya? Bukan gol, melainkan bola melambung di atas mistar gawang Inter. Hingga akhir babak pertama tak ada gol tercipta. Kedua tim pun masuk ruang ganti dan harus puas dengan kedudukan 0-0. Di babak kedua, tempo pertandingan masih sama. Inter masih kerap melakukan tekanan, namun Napoli tak mau kalah. Tampil di hadapan pendukung sendiri membuat mereka lebih berani untuk melakukan tekanan ke pertahanan Nerazzurri. Pada menit 56, German Denis mencoba peruntungannya dengan melepaskan sebuah tendangan. Namun, bola hasil sepakannya masih bisa diblok oleh Samuel. Empat menit berselang, Patrick Vieira membalasnya dengan sebuah tendangan melengkung. Usaha yang bagus dari gelandang asal Prancis ini, tetapi bola mengarah tepat ke pelukan Navarro. Napoli akhirnya memimpin pada menit 73. Zalayeta mencetak gol melalui sebuah tendangan first time sedikit di luar kotak penalti. Tendangan ini akhirnya membuat Julio Cesar takluk. Setelahnya beberapa peluang sempat tercipta, namun tak ada yang berbuah menjadi gol. Alhasil pertandingan pun berakhir dengan kedudukan 1-0. Susunan pemain: Napoli: Nicolas Navarro, Matteo Contini, Salvatore Aronica, Fabiano Santacroce, Manuele Blasi, Nicolas Amodio (Mariano Bogliacino 89), Marek Hamsik, Daniele Mannini, Francesco Montervino, Ezequiel Lavezzi (Jesus Datolo 84), German Denis (Marcelo Zalayeta 63). Inter Milan: Julio Cesar, Walter Samuel, Ivan Cordoba, Cristian Chivu (Maxwell 81), Javier Zanetti, Esteban Cambiasso, Dejan Stankovic, Patrick Vieira (Julio Cruz 75), Mario Balotelli, Zlatan Ibrahimovic, Luis Figo (Amantino Mancini 70).

Minggu, April 26, 2009

Taktik Jitu Prandelli Berbuah Kemenangan

AFP/Fabio MuzziFiorentina berhasil meluluhlantahkan AS Roma dengan skor telak 4-1. Sebuah pencapaian gemilang hasil transformasi taktik yang dilakukan oleh sang allenatore, Cesare Prandelli. Dalam laga yang dilangsungkan di Artemio Franchi, Minggu (26/4/2009) dinihari WIB empat gol La Viola dihasilkan oleh Alberto Gilardino (dua gol), Juan Vargas dan Massimo Gobbi. Hasil ini seakan menjadi obat penawar luka karena minggu lalu Fiorentina harus rela dikalahkan Udinese 1-3 dan sempat menghambat langkah mereka merebut posisi keempat klasemen. Menurut Prandelli, keberanian dirinya mengubah pakem 4-4-2 menjadi 4-2-3-1 dengan menempatkan Gilardino sebagai ujung tombak didukung oleh tiga gelandang serang dan menekankan serangan di sayap menjadi kunci kemenangan atas Il Lupi malam tadi. Pergerakan dinamis para gelandang 'Si Ungu' merepotkan Roma di segala penjuru lapangan dan tim ibukota itu pun tak berkutik sama sekali di pertandingan itu. "Maksud saya adalah memberi sedikit beban lebih di depan dan bermain melebar sehingga kami dapat mengirim crossing kepadanya (Gilardino). Franco (Semioli) bermain baik dan dengan Jovetic kami ingin mematikan lini tengah Roma," urai Prandelli kepada Channel4. Walapun bermain baik, Prandelli pun tak luput memberi saran kepada pemainnya khususnya Stevan Jovetic. Apa yang dikatakan oleh Prandelli? "(Stevan) Jovetic terlalu polos bermainnya dan terlalu bekerja keras, di mana ia terlalu berlebihan dalam menggunakan tenaganya dan saya harus menggantinya. Dia mempunyai kualitas luar biasa, kita melihatnya malam ini, tapi ia butuh kepercayaan diri lebih ketika menyerang sehingga ia mampu mencetak gol." Dengan raihan tiga poin ini, Il Gigliati untuk sementara berada di tangga terakhir zona Liga Champions alias posisi ke-4. Menggeser Genoa yang baru akan bertanding malam nanti melawan Bologna. Walaupun begitu performa tim asal Florence itu musim ini bisa dikatakan seperti roller coaster. Silih berganti masalah hadir menggangu performa tim. Namun bagi Prandelli, itu semua sudah sepantasnya didapat oleh Fiorentina mengingat mereka kini berstatus sebagai salah satu tim raksasa di negeri Pizza itu. "Selama empat tahun anak-anak telah memberikan semuanya. Musim ini kami mempunyai lebih banyak masalah karena kami dianggap sebuah tim besar sehingga lawan bermain bertahan. Ini bukanlah yang kami inginkan seperti, karena kami justru fokus pada sebaliknya," pungkas eks pelatih Parma dan Roma merujuk pada target Fiorentina adalah finis empat besar di akhir musim.

Fiorentina Bantai 10 Pemain Roma

AFP/Fabio Muzzi Bermain dengan 10 orang dalam 30 menit terakhir, AS Roma tak kuasa membendung keperkasaan Fiorentina. La Viola mengirim pulang Giallorossi dengan keunggulan telak, 4-1. Dalam laga yang dilangsungkan di Artemio Franchi, Minggu (26/4/2009) dinihari WIB, itu, Alberto Gilardino menjadi pahlawan Fiorentina dengan sepasang gol yang dicetaknya. Juan Vargas dan Massimo Gobbi turut mencatatkan namanya di papan skor. Sementara gol konsilasi Il Lupi dicetak oleh Julio Baptista. Dengan raihan poin penuh ini, pasukan Cesare Prandelli ini untuk sementara menggeser posisi Genoa di peringkat ke-4 dengan 58 poin dari 33 kali bertanding, serta membuat persaingan merebutkan jatah terakhir ke kompetisi Eropa musim depan dengan Il Grifoni menjadi lebih seru. Di pihak Roma, kekalahan ini semakin membuat sulit tim besutan Luciano Spaletti ini untuk memasuki Liga Champions musim depan, karena kini mereka berdiri di posisi keenam dengan raihan poin 52. Jalannya pertandingan Enam menit setelah kick-off babak pertama, Fiorentina berhasil membuka keunggulan lewat kaki Vargas. Akselerasi Vargas sukses melewati hadangan dua bek lawan sebelum diakhiri pemain Peru itu dengan sepakan kaki kiri yang keras dan terukur ke pojok kanan kiri gawang Arthur Guilherme. Francesco Totti punya peluang di menit ke-13. Tetapi sepakannya meneruskan umpan David Pizarro masih tak menemui sasaran. Pun semenit berselang ketika tendangan Rodrigo Taddei masih menyamping di sisi gawang Sebastien Frey. Free kick Taddei pada menit ke-21 harus ditepis Frey dengan susah payah. Di menit ke-24 sundulan Christian Panucci meneruskan sepak pojok tak kunjung membuahkan gol bagi Roma, setelah tandukannya hanya melayang tipis di atas mistar. Di menit ke-38, solo run Totti yang menaklukkan tiga orang bek tuan rumah diakhiri kapten Roma itu dengan sebuah umpan cantik ke arah Matteo Brighi. Sial bagi Brighi, tendangan kerasnya tak membuat bola bersarang di jala Fiorentina. Dan babak pertama ditutup dengan keunggulan bagi tuan rumah 1-0. Semenit babak kedua berlangsung, Gilardino mencetak gol kedua tuan rumah. Diawali pergerakan Stevan Jovetic yang mengumpan bola ke Franco Semioli di sisi kanan penyerangan Fiorentina. Bola pun dilayangkan Semioli ke area penalti lawan dan disambut tandukan Gilardino yang merobek jala Roma. Gilardino di menit ke-56 punya peluang untuk mencetak gol kembali. Setelah lolos dari kawalan seorang bek Roma, penyerang Italia melepaskan tembakan terukur ke arah gawang yang masih dapat ditangkis oleh Arthur. Dua menit kemudian tandukan Marco Casetti yang memaksimalkan sepak pojok hanya menghantam mistar gawang Frey. Bencana Roma makin menjadi setelah mereka harus bermain dengan sepuluh orang akibat diusirnya Pizarro di menit ke-59. Kartu kuning kedua harus diterima gelandanng Cile itu setelah terlibat keributan dengan Semioli. Pada menit ke-67, Arthur dibikin Gilardino harus memungut bola dari jalanya untuk kali ketiganya. Sepakan terarah Gilardino ke tiang jauh gawang Roma tak mampu dicegah masuk oleh penjaga gawang kedua tim ibukota itu. Di menit ke-73, Gobbi kembali membuat publik Artemio Franchi bersorak sorai. Tendangannya memaksimalkan bola rebound hasil sundulan Gilardino, melesak mulus ke jala Roma. Baptista sukses mencetak gol penghibur pada menit ke-86 lewat aksi solo run di sisi kanan pertahanan tuan rumah. Penyerang Brasil itu menuntaskannya dengan tendangan keras dan terarah ke tiang jauh kiri gawang Frey. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga, kedudukan 4-1 masih menjadi milik Fiorentina. Susunan Pemain : Fiorentina : Frey, Pasqual, Dainelli, Gamberini, Comotto, Vargas (Kuzmanovic 53'), Montolivo, Jovetic (Gobbi 72'), Donadel, Semioli, Gilardino (Bonazzoli 81') . Roma : Arthur, Motta, Casetti (Tonetto 81'), Panucci, Riise, Taddei (D'Alessandro 64'), Pizarro, Brighi, De Rossi, Baptista, Totti.

Sabtu, April 25, 2009

Flamengo Siap Tampung Adriano

Adriano (Reuters)Meski sering berperliaku negatif, Adriano Leite Ribeiro rupanya tak sepi peminat. Klub Brasil Flamengo menyatakan siap menerima eks pemain Inter Milan tersebut. Pasca kontraknya diputus oleh Inter, Adriano belum menegaskan klub mana yang bakal menjadi pelabuhan selanjutnya. Namun sang pemain mengisyaratkan akan meneruskan karir di luar Eropa. Sinyal ini ditangkap oleh Flamengo, klub Brasil yang membesarkan nama Adriano. "Kami selalu siap menerima Adriano dengan tangan terbuka," tukas presiden Flamengo Delair Dumbrosk pada Globesporte seperti diberitakan Goal. Namun, ketertarikan ini belum akan ditindaklanjuti dengan serius oleh manajemen klub berjuluk O Mais Querido tersebut. "Saat ini kami masih terlalu sibuk dan belum ada pembicaraan untuk membawa pulang Adriano," tambah Dumbrosck. Apalagi, regulasi di persepakbolaan Brasil menyatakan bahwa pemain tidak bisa bergabung ke sebuah tim hingga bursa transfer dibuka pertengahan tahun. Namun aturan tersebut bisa sedikit diakali. "Jika Flamengo mengajukan permohonan resmi soal perekrutan Adriano ke Federasi Sepakbola Brasil CBF, maka kesepaktan akan dicapai dengan cepat," tutur ahli hukum Brasil Marcos Motta.

Sampdoria, Pelabuhan Selanjutnya Adriano?

Adriano (AFP)Pasca diputus kontrak oleh Inter Milan, striker asal Brasil Adriano belum memberikan kejelasan akan kelanjutan karirnya. Mungkinkah Sampdoria menjadi pelabuhan selanjutnya bagi L'Imperatore? Pihak Sampdoria membeberkan bahwa peman asal Brasil itu hampir bergabung ke Il Samp. Namun, tawaran Sampdoria untuk memboyong Adri dengan opsi pinjaman dalam bursa transfer Januari silam ditolak oleh Inter. Pihak Sampdoria mengaku tertarik dengan L'Imperatore. "Dalam konteks sepakbola, potensi Adriano sangat besar. Sebuah hal yang luar biasa bila mampu memboyongnya," tukas general manager Sampdoria Beppe Marotta dikutip dari Channel4. Sikap negatif yang sering ditunjukkan Adriano pun tidak terlalu dipermasalahkan. "Pemain perlu merasa mendapat perhatian dari klub, jadi mereka bisa menangkal godaan-godaan yang datang," lanjut Marotta. "Pemain muda selalu menghadapi masalah yang sama di setiap waktu. Namun mereka tetaplah aset yang bernilai baik di luar dan di lapangan. Jadi klub harus selalu dekat dengannya." Kini, Adriano sudah tidak lagi menjadi milik siapa pun, pasca Inter memutus kontraknya, Jumat (24/4/2009) malam WIB. Mungkinkah Sampdoria menjadi pelabuhan selanjutnya bagi Sang Kaisar? Bisa jadi, sebab Sampdoria memiliki pengalaman mengendalikan seorang pemain bengal dan mengalami masa suram. Dialah Antonio Cassano yang diboyong dari Real Madrid. Ketika berseragam Il Samp, Cassano yang bengal berubah menjadi seorang pemain yang berbahaya di lapangan.

Jumat, April 24, 2009

Seedorf Bela Juventini

Reuters Pembelaan untuk suporter Juventus terus berdatangan. Setelah Jose Mourinho dan Marcello Lippi, kini giliran Clarence Seedorf yang menganggap Juventini tidaklah rasis. Menurut Seedorf, teriakan Juventini yang dialamatkan kepada penyerang Inter Milan kelahiran Ghana, Mario Balotelli, tersebut bukan merupakan aksi raRata Penuhsis. "Anda harus berhenti berkata bahwa itu merupakan aksi rasis karena sebenarnya memang bukan," tutur pemain yang berdarah campuran Belanda-Suriname ini seperti dilansir AFP. "Di sana terdapat orang yang melakukan provokasi yang itu mengakibatkan adanya reaksi. Dua tindakan semacam ini tidak dapat dibenarkan," tambahnya. Seedorf menunjuk Balotelli telah membuat jengkel pendukung Juve dengan sikap kontroversialnya selama pertandingan Juve kontra Inter yang berkesudahan 1-1. Menurut Seedorf teriakan yang ditujukan kepada pemain berusia 18 tahun itu sama dengan yang ditujukan kepada Marco Materazzi atau gelandang AC Milan, Gennaro Gattuso, yang menurutnya dianggap sebagai pemain provokatif. Kedua pemain tersebut merupakan pemain kulit putih. "Ketika saya mendengar teriakan tentang ibu (para pemain), itu sama buruknya," tandas dia.

Masih Tetap Saling Sikut

Milan & Juve (Reuters) Scudetto rasanya sudah hampir pasti jadi milik Inter Milan yang sudah unggul jauh dari para pesaingnya. Tapi laga Seri A masih dipanaskan dengan sikut-sikutan tim dalam menjaga posisi atau memperbaiki posisi. Dengan keunggulan sepuluh angka atas rival terdekat, Inter bisa dibilang sudah jadi jawara Seri A, di mana hanya situasi yang sangat luar biasa yang mampu menggagalkan La Beneamata jadi juara. Satu-satunya yang harus diperhatikan Jose Mourinho di giornata 33 ini adalah membangkitkan kesangaran Inter yang pudar di beberapa laga terakhir. Faktanya, sudah dua laga Seri A Inter lewati dengan hasil seri, apalagi mereka juga baru saja terjungkal dari Coppa Italia. Dijamu Napoli di Stadion San Paolo akhir pekan ini, peluang untuk bangkit cukup terbuka. Masalahnya, Napoli masih saja terpincang-pincang kendati sudah merekrut Roberto Donadoni menjadi allenatore. Napoli belum pernah menang sejak 11 Januari 2009. Menengok papan klasemen, di bawah Inter terdapat AC Milan yang punya poin setara dengan Juventus di posisi tiga. Scudetto mungkin sudah tak lagi jadi kejaran untuk Milan, tapi posisi dua jelas amat layak untuk diperjuangkan dari ancaman Juve yang sedang kurang meyakinkan. Untuk itu, Milan harus berusaha mengatasi Palermo yang juga sedang tampil baik. Untungnya, Milan pun tengah mengilap. Setelah kalah dari Sampdoria 1 Maret silam, Milan sudah tak pernah lagi kalah. Mereka bahkan dua kali berpesta gol 5-1 lawan Siena dan Torino. Untuk Juve yang kini menghuni posisi tiga klasemen, kemenangan bak jadi sebuah harga mutlak guna bisa meredam deraan kritik. Bianconeri tak pernah menang di tiga laga terakhir Seri A, bahkan baru tersingkir dari Coppa Italia. Melihat Juve "hanya" akan menghadapi tim terbawah klasemen, Reggina, kebangkitan rasanya takkan terlalu sulit dilakukan. Siapa tahu, mungkin saja pekan ini giliran Milan yang akan tergelincir sehingga Juve pun bisa naik ke posisi dua. Sementara itu Fiorentina dan AS Roma yang sama-sama ada di zona Piala UEFA --lima dan enam-- akan saling bunuh untuk coba mendobrak ke posisi empat atau zona terakhir Liga Champions, yang masih dihuni Genoa. Terpelesetnya Genoa saat ditekuk Lazio pekan lalu bikin mereka kini kian riskan dikejar Fiorentina dan Roma. Genoa hanya unggul dua angka dari La Viola dan lima poin dari Giallorossi. Artinya, jika Genoa akhir pekan ini tak kuasa mendulang angka kala dijamu Bologna, mereka bisa disalip Fiorentina, atau kian didekati Roma.

Lazio Gerak Cepat untuk Zarate

AFP/Tiziana FabiBerita Bola: Roma - Sampai saat ini status Mauro Zarate di Lazio adalah pemain pinjaman. Namun karena ada kertertarikan dari beberapa klub, Lazio pun bergerak cepat untuk mempermanenkannya. Presiden Lazio, Claudio Lotito, telah bersiap untuk terbang ke Qatar untuk mencoba menegoisasikan kontrak permanen Zarate dengan klub pemiliknya saat ini, Al Sadd. Bagi Biancoceleste, Zarate saat ini adalah salah satu permata mereka, jadi wajar apabila mereka memperjuangkannya. Pemain asal Argentina ini telah mencetak 12 gol di Seri A bagi Lazio musim ini. Kamis (23/4/2009) lalu, golnya ke gawang Juventus memastikan Lazio melaju ke babak final Coppa Italia. "Saya akan segera berangkat ke Qatar. Saya ingin membawa kabar baik seperti halnya yang dilakukan tim saya kemarin" terang Lotito yang dikutip Channel4. Pihak Al Sadd sendiri mengakui bahwa saat ini banyak klub-klub yang tertarik untuk meminang Zarate. Namun karena mereka memiliki perjanjian dengan Lazio, ada kemungkinan ketertarikan klub-klub itu akan mengalami penolakan. "Sekarang terdapat banyak tawaran yang ditujukan kepada Zarate setelah dia melewati musim pertamanya di Italia dengan brilian." "Namun setelah persetujuan peminjamannya dengan Lazio musim panas lalu, mereka akan memiliki pilihan untuk menolak sebuah transfer permanen." "Bagaimanapun juga, kualitas Zarate akan membuat pihak klub meminta harga tinggi untuk Zarate," demikian isi statemen tersebut. Lazio dimungkinkan akan merogoh kocek lebih dari 10 Juta Euro (158,2 Miliar Rupiah) untuk seoarang Zarate. Kabarnya Liverpool telah siap "menyambar" Zarate jika Lotito gagal bernegosiasi.

Lagi, Narkoba Coreng Sepakbola Italia

Moris Carrozzieri (AFP)Kasus narkoba kembali mencoreng sepak bola Italia. Kini giliran bek Palermo Moris Carrozzieri yang tersangkut kasus penggunaan barang haram tersebut. Carrozzieri positif menggunakan kokain usai menjalani tes obat-obatan terlarang pasca laga melawan Torino, awal bulan ini. "Komite anti doping dari federasi olimpiade Italia, CONI, dan federasi medis keolahragaan Italia telah mengidentifikasi adanya kokain dalam diri Carrozzieri, seorang pemain Palermo, usai laga melawan Torino tanggal 5 April," demikian keeterangan yang dibeberkan otoritas olahraga Italia dikutip dari Channel4. Presiden Palermo Mauro Zamparini mengaku kecewa dengan sikap sang pemain yang diisukan diincar AC Milan ini. "Ia terlalu banyak pergi ke klub malam. Kami berusaha mencoba membuat ia menjadi pemimpin di Palermo, namun ia sendiri yang menggagalkannya," tukas Zamarini. "Pemain ini hampir mendapatkan prestasi dari kinerjanya selama ini, dan ia mengakhiri sendiri semuanya," tambahnya. Meski begitu, Palermo tidak akan serta merta meninggalkan sang pemain. "Memang kasus ini akan memberikan kerugian finansial bagi kami. Namun kami akan tetap membantu sang pemain," tegas Zamparini. Ada pun Carrozzieri terancam hukuman larangan bermain selama dua tahun. Ini bukan kali pertama kasus narkoba mencoreng calcio. Jonathan Bachini, mantan pemain Livorno dihukum larangan bermain seumur hidup pada tahun 2006 akibat penggunaan kokain. Ini merupakan hukuman kedua, setelah yang pertama jatuh pada tahun 2004 ketika ia membela Brescia. Saat itu, Bachini dihukum selama sembilan bulan karena kasus yang sama. Legenda sepakbola Diego Maradona pun pernah tersangkut masalah kokain ketika memperkuat Napoli. Di tahun 1991. ia sempat dihukum selama 15 bulan akibat positif menggunakan barang haram itu.