Tampilkan postingan dengan label Inter Milan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inter Milan. Tampilkan semua postingan

Senin, Mei 04, 2009

Moratti Bela Reaksi Ibra

Ibrahimovic (Reuters)Hubungan Zlatan Ibrahimovic dengan Interisti mungkin memanas usai selebrasinya dalam laga Inter Milan kontra Lazio. Tapi Ibra dibela Presiden Massimo Moratti yang coba menengahi. Teriakan-teriakan bernada negatif konon muncul dari arah fans Inter di stadion Giuseppe Meazza ketika mereka menjamu Lazio, Minggu (3/5/2009) dinihari WIB. Hal ini direspon Ibrahimovic dengan keras. Setelah bikin gol ke gawang Biancoceleste, si penyerang asal Swedia pun menaruh jari telunjuknya di depan bibir. Bak pertanda agar fans tak usah banyak omong. "Saya pikir itu adalah sikap naluriah, tak ada maksud apa-apa," jamin Moratti seperti diwartakan Channel 4, Senin (4/5/2009). "Saat itu dia tak mengira akan dapat cibiran, dia bilang begitu kepada saya setelahnya. Saya ulangi kalau itu adalah reaksi naluriah dan tak bakal membahayakan masa depannya di Inter. Ibra akan tetap berbaju Nerazzuri musim depan," tegas sang presiden lagi. Ini bukan kali pertama fans di stadion tersebut bersikap kasar kepada tim pujaan dengan melakukan cibiran. Tapi Moratti menilai itu wajar datang dari fans. "Bagaimanapun, semoga mereka bisa tetap menaruh hormat kepada pemain tertentu yang sudah memberikan segalanya sepanjang musim. Kita katakan saja pemain seperti Ibra harus dapat pemahaman lebih." "Apapun, reaksinya di lapangan sangat konstruktif dan berapi-api sehingga dia juga mendapat hormat dan antuasiasme dari fans. Cibiran berubah jadi elu-eluan," demikian Moratti.

Mourinho Bungkam Kritik dan Interisti

ReutersKemenangan 2-0 yang diraih Inter Milan atas Lazio membungkam kritik yang belakangan mengarah ke Nerazzurri. Bukan itu saja, hasil tersebut ternyata juga menyumpal mulut Interisti yang terus meneriaki di awal laga. Inter dalam tekanan saat harus menjamu Lazio di pekan ke-34 Liga Italia dinihari tadi. Setelah tak pernah menang dalam tiga pertandingan terakhir, Nerazzurri dianggap berada dalam ancaman serius dari AC Milan meski selisih poin masih terpaut tujuh angka. Dan Inter membuktikan kalau mereka punya mental juara untuk melepaskan diri dari tekanan yang datang. Meski sempat kesulitan menjebol jala tim tamu, Zavier Zanetti cs akhirnya memetik kemenangan 2-0 yang membuat keunggulan mereka atas Rossoneri kembali merenggang ke jarak 10 angka. Dengan hasil ini Inter cuma buruh enam angka lagi untuk bisa menjadi juara Seri A. Peluang yang diyakini Jose Mourinho akan bisa didapat Inter meski harus menunggu hingga pekan terakhir kompetisi. "Kami sudah dekat sekali ke sana (gelar juara) dan tinggal butuh enam poin dari 12 yang bisa didapat. Dengan mempertimbangkan bahwa kami cuma kalah tiga kali sepanjang musim, jelas kalau kami akan bisa meraihnya," ungkap Mourinho seperti diberitakan Channel4. Meski menang dan tinggal selangkah lagi menuju scudetto, Jose Mourinho mengaku sempat kecewa dengan perlakuan Interisti pada skuadnya. Di babak pertama, saat Inter tak mampu memecah kebuntuan mencetak gol, sempat terdengar teriakan bernada mencemooh dari tribun penonton. "Bagaimanapun juga ada saat-saat yang membuat frustasi sepanjang pertandingan. Fans ingin kami tampil lebih baik lagi, begitu juga kami - tapi kami telah berusaha yang terbaik...." "Kami ingin fans memahami kondisi itu. Saya pikir itu bukan tindakan yang tepat jika mereka (fans) bereaksi negatif saat pemain membuat kesalahan," pungkas Mourinho.

Ibra Kokohkan Posisi Inter

ReutersInter Milan akhirnya kembali memetik kemenangan. Menjamu Lazio, Nerazzurri unggul 2-0 lewat gol dan assist dari Zalatan Ibrahimovic yang makin mengokohkan posisi mereka di puncak klasemen. Inter dalam tiga pertandingan sebelumnya tak pernah sekalipun menang. Dua kali bermain imbang dan menelan satu kekalahan membuat Zavier Zanetti cs dapat tekanan keras plus ancaman posisinya di geser AC Milan yang belakangan justru tampil meyakinkan. Namun Inter menjawab semua keraguan yang diarahkan pada mereka menyusul kemenangan atas Lazio dengan Zlatan yang jadi bintang menyusul gol dan assist yang dia buat. Jumlah poin yang kini dikumpulkan anak asuh Jose Mourinho adalah 77 atau unggul 10 angka atas Rossoneri di posisi dua. Milan sendiri baru akan bertanding padaMinggu malam nanti dengan menghadapi Catania. Dengan empat pertandingan tersisa, jalan Inter untuk bisa mempertahankan titel juara terbuka cukup lebar. Apalagi di pekan-pekan selanjutnya justru Milan yang dihadapkan padajadwal pertandingan tak mengenakkan mengingat banyak tim kuat yang harus dihadapi. Jalannya Pertandingan Inter langsung menggebrak di awal laga yang dilangsungkan di Giuseppe Meazza, Minggu (3/5/2009) dinihari WIB. Tendangan Alessandro Mancini yang masih melenceng setelah dapat bola dati tandukan Zalatan Ibrahimovic mengawali tekanan ke gawang Lazio. Inter harus menunggu hingga menit 23 sebelum bisa membuat peluang lainnya. Namun upaya itupun tak membuahkan hasil karena tandukan Ibrahimovic saat menyambut umpan terukur Luis Figo dari dalam kotak penalti melebar ke arah tiang jauh. Di menit 32 gantian Zlatan yang mengkreasikan peluang saat dia melepaskan umpan silang dengan mencungkil bola. Namun sama seperti peluang yang sebelumnya digagalkannya, upaya Sulley Muntari mengarahkan bola juga sia-sia karena si kulit bundar justru melayang terlalu melebar. Meski lebih banyak ditekan, Lazio sempat membuat Interisti menahan napasnya menyusul sebuah tendangan keras yang dilepaskan Christian Brocchidari jarak sekitar 23 meter. Julio Cesar harus bersusah payah menghindarkan gawangnya dari kebobolan dari proses ini, tapi dia berhasil dan kejadian tersebut cuma berujung tendangan sudut. Kebuntuan Nerazzurri akhirnya dipecahkan di babak kedua, tepatnya menit 58 lewat Ibrahimovic. Striker Swedia itu mencetak golnya yang ke-21 sepanjang musim ini dengan sebuah sepakan keras yang tak kuasa dihalau kiper Fernando Muslera. Tertinggal satu gol sama sekali tak memutus semangat Lazio karena mereka terus berupaya menekan tuan rumah, meski tak satupun yang bisa benar-benar membahayakan gawang Cesar. Justru Inter yang kemudian menggankan keunggulan di menit 70. Muntari mencatatkan namanya di papan skor setelah dia berhasil mengejar umpan terobosan yang memecah pertahanan Lazio. Berhadapans satu lawan satu dengan kiper Muslera, Muntari dengan dingin menceploskan bola ke dalam gawang tanpa sedikitpun bisa diantisipasi sang kiper. Beberapa menit sebelum laga berakhir, Inter punya peluang menambah jumlah golnya. Namun Hernan Crespo yang harus berjuang sendirian dengan dua bek lawan akhirnya dibuat sama sekali tak berdaya, dia kehilangan bola tepat di muka kotak penalti tanpa sempat melepaskan tendangan. Susunan Pemian Inter: Julio Cesar; Santon (Vieira 56), Cordoba, Samuel, Chivu; Zanetti, Cambiasso, Muntari (Burdisso 74); Figo, Ibrahimovic, Mancini (Crespo 56) Lazio: Muslera; Radu, Siviglia, Rozenhal, Kolarov; Brocchi, Ledesma, Matuzalem, Del Nero (Foggia 62); Rocchi, Zarate (Kozak 84)

Mourinho Peringatkan Santon dan Toldo

 Allenatore Inter Milan Jose Mourinho mengkritik dua pemainnya, Davide Santon dan Fransesco Toldo. Untuk Santon, Mourinho mengkritik performa yang menurun. Sedang Toldo dikritik akibat sikapnya yang kurang pantas. Santon sempat menjadi pilihan utama Mourinho. Namun dalam dua pertandingan terakhir di Seri A, ia menghangati bangku cadangan. Terakhir kali pemain berusia 18 tahun ini terakhir kali tampil penuh saat Nerazzurri menghadapi Sampdoria di Copa Italia (23/4/2009). Sementara di Seri A ia terakhir kali tampil penuh saat Inter ditahan imbang Palermo, 11 April silam. "Dia tidak saya mainkan karena saya sungguh tidak senang dengan sikapnya di lapangan dan kala latihan. Ia tidak merasa berbuat kekeliruan. Ia harus mengubah caranya berpikir dan bermain," ujar Mourinho dikutip dari Channel4. Penampilan Santon menurun ketika Mourinho mengubah posisinya dari bek kiri menjadi bek kanan. Ironisnya, posisi bek kanan merupakan pisisi favorit Santon. "Ia sangat cocok bermain di kiri. Namun ketika ia dipindah ke kanan, penampilannya sungguh berbeda," tambah The Special One. Sementara itu, Toldo dikritik karena sikapnya yang terkesan menyepelekan keadaan. "Dalam beberapa laga, kami gagal karena kesalahan Fransesco Toldo. Saya melihat ia tertawa dan saya marah," seru Mourinho. "Toldo beralasan, ia tertawa untuk menaikkan semangatnya. Namun saya tegaskan padanya agar ia tertawa hanya ketika meraih kemenangan. Saya minta ia mencontoh Zlatan Ibrahiimovic yang selalu marah ketika gagal," tutup suksesor Roberto Mancini ini.

Kamis, April 30, 2009

'Perkuat Ghana Saja, Balotelli'

Balotelli (AFP) Perlakuan rasis yang diterima striker Inter Milan Mario Balotelli merupakan tanda bahwa ia tidak diterima di negara tersebut. Untuk itu Balotelli disarankan memperkuat timnas Ghana saja. Perlakuan rasis terhadap Balotelli yang teraktual terjadi ketika memperkuat timnya melawan Juventus. Sikap rasis suporter Juve membuat 'Si Nyonya Tua' dihukum harus menggelar laga tanpa penonton. Perlakuan ini mengundang keprihatinan mantan pemain sepakbola Ghana Anthony Baffoe. "Situasi ini memang memprihatinkan," tukas Baffoe seperti dikutip dari Channel4. "Lebih jauh, situasi ini menunjukkan bahwa Balotelli tidak diterima sebagai orang Italia. Latar belakangnya adalah Afrika dan Anda tidak bisa membantah hal itu," tambah pria yang semasa bermain pernah memperkuat klub-klub di Bundesliga itu. Secara tersirat, Baffoe menyarankan agar Balotelli memperkuat tim nasional Ghana saja daripada Italia. Namun saran Baffoe cukup berat untuk direalisasikan. Memang, striker berusia 18 tahun itu belum pernah memperkuat tim nasional senior Italia. Ia baru memperkuat timnas Italia U-21. Namun Ghana tidak bisa dengan mudah memasukkan nama Balotelli sebab pemain yang bersangkutan sudah menyandang status warga negara Italia per Agustus 2008.

Senin, April 27, 2009

Mourinho Cuma Kecewa, Tidak Marah

ReutersInter Milan secara mengejutkan tumbang 0-1 saat bertandang ke Napoli. Meski kecewa, Jose Mourinho mengaku tidak marah dengan penampilan anak asuhnya dan yakin Nerazzurri cuma tidak beruntung. Stadio San Paolo, Senin (27/4/2009) dinihari WIB menjadi kuburan buat Inter Milan. Tampil dengan kekuatan penuh, Nerazzurri dipaksa menelan kekalahan kedelapannya setelah gol semata wayang Marcelo Zalayeta memastikan tuan rumah menang 1-0. Hasil ini tak mengubah posisi Inter di puncak klasemen dan belum mendatangkan ancaman serius dalam upaya meraih scudetto. Namun jika tidak berhati-hati di lima pertandingan terakhir, selisih tujuh poin dengan AC Milan di posisi dua bisa berpotensi membahayakan. "Saya tidak marah, hanya kecewa seperti yang anda selalu siapkan tentang pertandingan yang seharusnya berakhir dengan kemenangan. Kami akan berkerja keras untuk menganalisis kekalahan ini dan mendiskusikan apa yang telah terajadi. Dengan begitu kami akan mendapatkan sembilan poin yang kami butuhkan," ungkap Mourinho seperti diberitakan Channel4. Soal kekalahan timnya, Mourinho menyebut kalau Zavier Zanetti cs cuma tidak berutung. Sebaliknya, Partenopei justru dianggap telah dinaungi dewi fortuna menyusul tiga poin yang mereka dapatkan. "Napoli tidak memiliki peluang nyata, mereka juga tidak mencoba mengkreasikannya, mereka kemudian mendetak gol hebat yang entah datang dari mana. Tak dapat disangkal jika ada pihak yang berhak mendapatkan kemenangan karena keberuntungan maka pihak itu adalah Napoli. Karena mereka lebih berambisi untuk memenangkannya," lanjut pria asal Portugal itu. Mourinho juga mengkritik laga yang berjalan nyaris tanpa greget. Kedua kesebelasan disebutnya gagal menunjukkan pertandingan yang menarik. "Sejujurnya pertandingan ini dapat dilakukan tanpa penjaga gawang. Pertandingan dimainkan dalam tempo yang rendah, kualitas yang buruk, terutama bagi kami di babak kedua. Saya dapat menerima hasil ini," pungkas dia.

Minggu, April 26, 2009

Mourinho Yakin Ibra Takkan Pergi

ReutersZlatan Ibrahimovic baru saja memberi indikasi kalau dia hendak mencari tantangan baru, yang mana itu tentu akan berarti meninggalkan Inter Milan. Tapi Jose Mourinho yakin Ibra tak bakal ke mana-mana. Merasa sudah cukup lama berkarir di Italia, Ibrahimovic mengeluarkan sinyalemen kalau dia siap menjajal tantangan baru, di negara dan kompetisi yang berbeda. Mendengar pernyataan pemain andalannya tersebut, Mourinho ternyata tetap tenang. "Saya sudah tahu wawancara ini selama 15 hari. Semua wajar," kata dia di Setanta Sports. Eks-pelatih FC Porto dan Chelsea tersebut pun lantas menguraikan penilaiannya kenapa dia bisa menyatakan kalau apa yang dikatakan Ibrahimovic tersebut adalah hal normal. "Apa yang dia katakan tidaklah beda dari perkataan Kaka dan Carlos Tevez say. Saya pun bilang hal yang sama: saya sudah memenangi Premiership, saya ingin memenangi kejuaraan di sini dan kemudian ingin menang di Spanyol." "Seseorang bisa menulis itu di halaman depan bahwa artinya saya mau meninggalkan Inter, tapi saya pasti 100% ada di sini musim depan. Ibrahimovic bilang keadaan di sini bagus dan suatu hari ingin mencoba liga lain. Itu normal," tukas Mourinho. Dengan demikian, Mourinho pun lantas memberi satu kesimpulan akhir menyoal masa depan sang penyerang Swedia. "Ibrahimovic akan tetap di sini."

Jumat, April 24, 2009

Cari Tantangan, Ibra Ingin Hengkang

AFP/Damien MeyerPernyataan mengejutkan muncul dari mulut bomber Inter Milan, Zlatan Ibrahimovic. Ia mengatakan ingin meninggalkan Inter sebelum kontraknya berakhir demi tantangan baru. Ibrahimovic ingin hijrah dari Giuseppe Meazza sebelum kontraknya usai pada 2013 nanti. Kabar ini datang hanya beberapa jam setelah Inter resmi melepaskan Adriano yang terbelit masalah pribadi. Motivasi kepindahan Ibrahimovic adalah keinginannya mencari tantangan di luar Liga Italia. Penyerang berpaspor Swedia itu memperkuat Juventus sejak tahun 2001 sebelum membela Inter pada 2006. "Saya memiliki kontrak dengan Inter dan senang di sini. Namun pada waktu yang sama, saya ingin mencoba sesuatu yang baru karena saya telah di sini selama lima tahun sekarang," tutur Ibra pada Goal. "Saya telah memenangi segalanya di Italia dan telah belajar banyak dari negeri ini. Namun, akan tiba waktunya seperti saat saya berada di Ajax, di mana Anda akan bertekad bahwa anda harus mencoba hal yang baru," tambahnya. Belum ada sikap resmi Inter mengenai pernyataan penyerang andalannya itu. Sebelumnya Nerazurri telah mewanti-wanti kepada klub yang ingin mendaparkan Ibra bahwa sang bomber tak akan dilepas dengan harga kurang dari 100 juta euro (Rp 1,4 triliun).

Inter-Adriano Resmi Putus

Adriano (AFP) Inter Milan resmi memutuskan kontrak striker asal Brasil, Adriano Leite. Kejelasan ini diambil usai nasib Adriano terkatung-katung selama hampir satu bulan. Pengumuman resmi ini disampaikan pada Jumat (24/4/2009) WIB, usai terjadi pembicaraan antara pihak Inter dengan agen Adriano. "Inter memberitahukan bahwa kontrak Adriano telah berakhir per 1 April 2009. Kedua pihak telah mencapai kesepahaman soal hal ini," demikian keterangan resmi Inter diberitakan dari Channel4. "Semua pihak di Inter sangat berterimakasih atas jasa Adriano selama delapan tahun bergabung bersama Inter dan mempersembahkan 74 gol," lanjut keterangan tersebut. Isu tentang pemutusan kontrak ini telah beredar sekitar sepuluh hari yang lalu. Sebelumnya, Adri sempat membuat masalah dengan Inter dengan tidak kembali ke Italia seusai memperkuat Brasil di kualifikasi Piala Dunia 2010, awal April silam. Belum jelas bagaimana masa depan Adriano selanjutnya. Kabar terakhir menyebutkan, L'Imperatore masih berada di negaranya. Sementara itu, diberitakan dari Goal, Inter sedang mengincar striker Porto Lisandro Lopez sebagai pengganti Adriano.