Tampilkan postingan dengan label Juventus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Juventus. Tampilkan semua postingan

Senin, Mei 04, 2009

Cannavaro Masuk, Ranieri Keluar?

(AFP/Giuseppe Cacace)Situasi buruk Juventus di pekan-pekan terakhir kompetisi menjadi bahan spekulasi yang seru di kalangan pers setempat. Jika Fabio Cannavaro diisukan bakal bergabung, Claudio Ranieri akan ditendang. Isu pertama, Cannavaro memang belakangan terus diberitakan akan kembali ke Turin. Walaupun sebagian tifosi tak suka -- menganggapnya pengkhianat karena meninggalkan Juve saat dilempar ke Seri B dari skandal Calciopoli -- tidak demikian dengan pihak manajemen. Gazzetta dello Sport dan Sky Sport akhir pekan lalu mengabarkan bahwa bek veteran Italia itu sempat terlihat berada di kota Perugia. Diyakini ia menjalani tes kesehatan sebelum membahas detil kontrak yang disiapkan buatnya. Cannavaro sudah bisa bernegosiasi langsung dengan klub manapun tanpa meminta izin dengan Real Madrid, karena masa kontraknya di Santiago Bernabeu memang tinggal dua bulan, dan ia belum ada kesepakatan baru dengan El Real. Nah, soal Ranieri, pelatih kawakan ini kembali dibayang-bayangi isu pemecatan. Hasil buruk dalam satu bulan terakhir membuat kesempatan Bianconeri untuk menjadi runner up Seri A musim ini terus mengecil. Saat ini Juve berada di urutan tiga di bawah Inter dan Milan. Pasca seri 2-2 melawan Lecce hari Minggu kemarin, ada tensi tinggi di dressing room. Ranieri, yang di paruh pertama musim juga sempat ditaksir bakal dipecat, kembali mendapat tekanan yang sama. Beberapa pemain berpengaruh di skuadnya mulai mengisyaratkan ketidakpuasan, sementara fans juga mulai marah. Koran yang berbasis di kota Turin, Tuttosport, mengklaim bahwa Juve bersiap memecat Ranieri. Dan jika itu terjadi, maka untuk kali pertama dalam 40 tahun mereka mengambil kebijakan seperti itu. Juve tercatat tak pernah memecat pelatihnya sejak mendepak Luis Carniglia asal Argentina pada 1969. Direksi klub dikenal memiliki kesabaran pada allenatore-nya, dan jikapun terjadi pergantian di tengah jalan, itu lebih disebabkan yang bersangkutan mengundurkan diri. Tuttosport menyebutkan, mantan kapten yang saat ini membesut tim muda La Vecchia Signora, Ciro Ferrara, akan diangkat sebagai caretaker pelatih untuk empat pertandingan sisa. Asisten pelatih timnas Italia Marcello Lippi ini dikenal sebagai sosok yang disukai Juventini. Adapun untuk jangka panjang, salah satu figur yang diproyeksikan adalah juga alumnusnya, Antonio Conte.

Prahara di Rumah 'Si Nyonya Tua'

Vincenzo Iaquinta (Reuters)Prahara menimpa Juventus. Sejumlah pemain pilar mulai frustrasi, nasib pelatih Claudio Ranieri menjadi tidak jelas, dan suporter mulai kecewa dan mencibir 'Si Nyonya Tua'. Juventus tengah mengalami rententan hasil negatif di Seri A, yakni lima kali gagal meraih poin penuh. Hasil teraktual didapat ketika ditahan imbang Lecce 2-2, Minggu (3/5/2009) malam WIB yang membuat Juve terpaku di tangga ketiga klasemen sementara, dan semakin tertinggal dari peringkat kedua AC Milan. Perasaan tertekan mulai melanda para pemain. Seperti diberitakan Channel4, penjaga gawang Juventus Gianluigi Buffon keluar meninggalkan ruang ganti ketika petandingan melawan Lecce sedang turun minum, di mana skor sementara adalah Juventus tertinggal 0-1. Buffon dilaporkan hanya tiga menit berada di ruang ganti kemudian keluar dan berada di pinggir lapangan. Sang portiere terlihat mondar-mandir dan bergumam terus menyalahkan dirinya. "Buffon memang kecewa dan ia punya hak untuk itu. Kami semua kecewa karena sungguh tidak mungkin membuang kompetisi seperti ini. Kami harus memahami persoalannya dan tidak kehilangan sikap tenang," tutur striker Vincenzo Iaquinta. Selain Buffon, Mauro Camoranesi juga dilaporkan marah di ruang ganti, ketika pelatih Claudio Ranieri memutuskan untuk menariknya keluar di babak kedua. Demikian diberitakan Goal. Dalam laga itu, suporter Juventus juga mencibir para pemain, pelatih, dan juga dewan direksi. "Suporter juga berhak untuk protes. Namun kondisi seperti ini jelas tidak ideal bagi kami untuk mencapai yang terbaik," tambahnya. Suasana di rumah 'Si Nyonya Tua' semakin tidak kondusif seiring dengan beredarnya kabar bahwa dewan direksi klub berencana menggelar rapat darurat guna membahas nasib Ranieri. Belum jelas kapan rapat akan digelar.

Ranieri Kecewa, Ranieri Pasrah

reutersMeski bisa menerima, arsitek Juventus Claudio Ranieri mengaku kecewa dengan sikap Juventini yang mencibir timnya. The Tinkerman juga pasrah akan nasibnya di Juventus yang terus memetik hasil negatif. Hasil imbang 2-2 saat melawan Lecce, Minggu (3/5/2009) malam WIB membuat Juve semakin terpaku di peringkat ketiga klasemen sementara Seri A. Perjuangan Alessandro del Piero dkk untuk merebut posisi kedua semakin berat dan kini tertinggal empat poin dari runner up sementara AC Milan. Ini juga merupakan kali kelima Juventus gagal meraih kemenangan dalam lima pertandingan terakhir. Kondisi ini tak pelak membuat Juventini kecewa. Diberitkan Channel4, dalam laga melawan Lecce di Stadion Olimpico Grande Torino tersebut, Juventini terus mengeluarkan cibiran bagi para pemain, pelatih, dan dewan direksi Juventus. "Sungguh mengecewakan melihat fans melakukan protes seperti itu. Namun kadang hal seperti itu bisa menjadi motivasi. Suporter pantas kecewa, begitu pula kami. Kami ingin mengakhiri musim dengan prestasi terbaik namun kami gagal mewujudkannya," tukas Ranieri. Ranieri menilai, anak-anak asuhnya gagal menerjemahkan strategi yang dia inginkan. "Kami mungkin lebih banyak berlari, namun itu tidak berarti apa-apa karena kami bermain tanpa organisasi yang baik dan taktik tidak berjalang. Imbasnya, kami jadi kelelahan," demikian analisis The Tinkerman. Hasil negatif ini membuat Ranieri pasrah soal masa depannya di Juventus. "Dalam sepak bola, yang diperhatikan adalah hasil saat ini, bukan masa lalu," tukas pelatih berusia 57 tahun ini. "Sepuluh hari silam, saya mengatakan bahwa kami harus tetap tenang dan melakukan yang terbaik. Di akhir musim, akan kita lihat apakah rencana musim ini telah terpenuhi dan menyusun rencana ke depan." "Bila tim ini tetap percaya pada pelatinya, kami bisa terus melaju. Ini merupakan masa-masa yang berat jadi kami harus bekerja keras untuk mengakhirinya," pungkasnya. Ada pun di laga tersisa, 'Si Nyonya Tua' harus menghadapi AC Milan, Atalanta, Siena, dan Lazio.

Lecce Perberat Beban Juve

 Upaya Juve untuk merebut runner up Seri A semakin berat, usai dipaksa bermain imbang 2-2 oleh Lecce. Hasil ini membuat Juve kini tertinggal empat poin dari AC Milan yang kini menduduki posisi kedua. Dalam laga yang berlangsung di Olimpico Grande Torino, Minggu (3/5/2009) malam WIB, Lecce unggul dahulu lewat Axel Conan di menit ke-11. Pavel Nedved mencetak gol penyama di menit ke-54. Gol kedua pemain asal Republik Ceko itu balik membawa tuan rumah memimpin 2-1 di menit ke-66. Gol pemain pengganti Jose Ignacio Castillo di menit akhir laga menyelamatkan Lecce dari kekalahan sekaligus mengganjal langkah Juve. Donasi satu poin membuat Alessandro Del Piero dkk. terpaku di tangga ketiga klasemen sementara dengan poin 66, tertinggal empat poin dari Milan meraih poin penuh di waktu yang bersamaan. Jalannya Pertandingan Publik stadion Olimpico Grande Torino terbungkam ketika laga berjalan sebelas menit. Memanfaatkan umpan Guillermo Giacomazzi, Axel Conan sukses menaklukkan Gianlugi Buffon dan membawa Lecce unggul 1-0. Memasuki menit ke-17, peluang Juve mencetak gol penyama lewat Pavel Nedved masih bisa digagalkan kiper Lecce Francesco Benussi. Setelahnya, kedua tim saling bertukar serangan namun upaya yang dilakukan oleh kedua kubu tidak ada yang tepat pada sasaran. Memasuki menit ke-36, Lecce punya kesempatan menggandakan skor. Namun sepakan dari luar kotak penalti yang dilepas Alberto Giuliatto digagalkan oleh Gianlugi Buffon. Skor 1-0 untuk keunggulan Lecce bertahan hingga turun minum. Upaya Juve membuahkan hasil di babak kedua, tepatnya ketika laga berusia sembilan menit. Tendangan Nedved yang dilepas dari luar kotak penalti mengoyak gawang Lecce dan membuat skor menjadi sama 1-1. Setelahnya, kendali permainan dipegang oleh tuan rumah. Usaha tim racikan Claudio Ranieri ini menemui hasil di menit ke-66, kembali lewat kaki Nedved. Sebelas menit kemudian, Juve berpeluang memperbesar keunggulan. Namun sundulan Vincenzo Iaquinta masih bisa ditangkal oleh Bennussi. Di sepuluh menit akhir laga, Lecce memiliki dua peluang. Kans pertama didapat Fabiano di menit ke-83 yang disusul oleh Somone Tribocchi dua menit setelahnya. Namun upaya tim asal Italia Selatan itu gagal membuahkan hasil. Petaka bagi Juve datang di menit akhir pertandingan. Sundulan pemain pengganti Jose Ignacio Castillo membuyarkan kemenangan yang Bianconerri yang sudah di depan mata. Skor 2-2 bertahan hingga laga ditutup. Juventus: Buffon; Mellberg, Legrottaglie, De Ceglie, Grygera (Zebina 66'), C.Zanetti, Nedved, Camoranesi (Poulsen 46'), Del Piero (Marchionni 46'), Amauri, Iaquinta Lecce: Benussi; Esposito, Fabiano, Giuliatto, Polenghi, Edinho, Vives (Papadopoulos 72'), Giacomazzi, Konan (Castillo 82'), Ariatti (Basta 90'), Tiribocchi

Jumat, Mei 01, 2009

Juve Masih Bisa Ditonton Tifosinya

 Juventus untuk sementara dapat berlega hati terkait sanksi yang menderanya, setelah hukuman bertanding kandang tanpa penonton ditunda pelaksanaannya hingga tenggat waktu 15 Mei. Seperti diberitakan oleh Channel4, setelah banding pertama Juventus hari Rabu (29/4/2009) lalu ditolak, manajemen Juventus langsung mengajukan banding lagi ke pengadilan tinggi olahraga Italia. Upaya tersebut kali itu berhasil, walaupun masih bersifat sementara. Soalnya, High Court memutuskan untuk menunda hukuman sampai batas waktu di atas, 15 Mei. Alhasil, "Si Nyonya Tua" masih bisa ditonton oleh tifosinya saat menjamu Lecce akhir pekan ini. Juve dijatuhi sanksi partai kandang tertutup sebagai tindakan rasis yang dilakukan suporter mereka saat menjamu Inter Milan beberapa pekan lalu, khususnya pada penyerang Mario Balotelli. Manajemen sudah melayangkan pernyataan maaf terhadap Balotelli, tapi tifosi ultras Juventus tidak. Mereka membantah bahwa cemoohan terhadap Baloteelli didasarkan pada ras. Mereka cuma kesal karena pemain Italia kelahiran Ghana itu bersikap menyebalkan, tidak sportif, dan provokatif.

Canna: Aku Bukan Pengkhianat

ReutersFabio Cannavaro melancarkan pembelaan terhadap penolakan tifosi Juventus terkait rencana kepulangannya ke Turin. Canna menolak tuduhan pengkhianat lantaran kepergiannya ke Real Madrid karena yang memutuskan adalah Bianconeri. Setelah tiga tahun meninggalkan Juventus, Cannavaro santer diberitakan bakal kembali memperkuat "Si Nyonya Tua". Namun rencana tersebut belakangan terancam batal lantaran kembalinya kapten tim nasional Italia itu justru ditolak oleh suporter Bianconeri. Rasa sakit hati yang dirasakan fans Juventus saat Cannavaro hengkang ke Madrid ketika klub tersebut tengah terjerumus ke Seri B sepertinya tak hilang dengan mudah. Bek tengah berusia 35 tahun itu kemudian dicap sebagai pengkhinat. Namun, Cannavaro yang sepertinya masih punya keinginan besar untuk kembali berseragam Juve menolak tuduhan tak mengenakkan tersebut. Dalam pembelaannya, dia menyatakan kalau kepindahannya ke Los Merengues adalah atas keinginan Juventus. "Saya memahaminya kalau di saat itu mereka (fans Juventus) mengharapkan perilaku yang berbeda dari saya, tapi kepindahan saya ke Real Madrid diputuskan oleh klub," tegas Canna di Channel4. "Faktanya, dalam beberapa tahun terakhir hubungan saya dengan direktir baru dan pemain lama di klub ini masih baik," sambung dia. Selain Juventus, klub lain yang juga santer dikabarkan akan merekrut Cannavaro adalah Napoli. Namun klub profesional pertama Canna itu kemudian menyatakan tak akan membawa pulang pemilik 124 caps bersama Gli Azzurri itu ke Stadio San Paolo, karena dirasa sudah terlalu tua dan butuh uang banyak untuk mendatangkannya.

Lippi Enggan Kembali

AFPPrestasi buruk yang diperlihatkan Juventus di bawah Claudio Ranieri membuat nama Marcello Lippi disebut-sebut akan ditarik lagi. Tetapi Lippi sudah enggan kembali. Diasuh Ranieri, Juventus sudah pasti hampa gelar musim ini. Spekulasi pun berkembang bahwa Lippi akan mengambil alih La Vecchia Signora seusai menunaikan tugasnya bersama Italia di Piala Dunia 2010. Meski kontrak Lippi bersama Gli Azzurri berakhir tepat setelah turnamen empat tahunan itu selesai, pelatih berusia 61 tahun yang pernah menghadirkan sukses bagi Bianconeri menolak membesut tim itu lagi. "Saya tidak ingin kembali ke Juventus. Tidak sebagai pelatih, tidak juga sebagai Direktur Teknik. Bukankah saya sudah cukup jelas?" ujar Lippi sebagaimana dilansir AFP. "Apapun yang dibilang orang, itu tidak benar. Saya tidak akan kembali ke Juve," tegas Lippi lagi. Lippi pernah melatih Juve dalam dua periode, yakni pada rentang 1994-1999 dan 2001-2004. Selama itu, allenatore berambut putih itu mempersembahkan lima scudetto, satu gelar Liga Champions dan satu Coppa Italia. "Satu-satunya kabar yang benar adalah saya makan siang dengan Blanc (Jean-Claude Blanc, General Manajer Juve), seperti halnya saya juga makan dengan (Wapres AC Milan, Adriano) Galliani, dengan Presiden Lazio atau dengan (GM AS Roma) Bruno Conti," ujar Lippi. "Saya adalah pelatih tim nasional dan itulah satu-satunya hal yang saya pikirkan," pungkas dia.

Kamis, April 30, 2009

Juventus Ajukan Banding Lagi

ReutersJuventus masih belum menerima sanksi larangan bertanding tanpa penonton yang dijatuhkan pada mereka terkait tuduhan rasisme tifosinya. Bianconeri resmi mengajukan banding untuk kali kedua. Diberitakan sebelumnya, Juventus disanksi bertanding menjamu Lecce akhir pekan ini tanpa kehadiran penonton. Hukuman tersebut dijatuhkan sebagai akibat tindakan rasis yang dilakukan suporter mereka saat menjamu Inter Milan dalam lanjutan Liga Italia beberapa pekan lalu. Bianconeri bukannya tak berusaha mengajukan banding karena mereka memang telah melakukannya, meski kemudian ditolak. Entah merasa tidak bersalah atau karena terlalu dirugikan lantaran banyak klub yang fansnnya bertindak rasis namun cuma dijatuhi sanksi denda, upaya banding kedua dilakukan pada Rabu (29/4/2009) kemarin waktu setempat. Sebelumnya tifosi garis keras Juve juga membantah kalau mereka dikatakan telah bertindak rasis pada Balotelli. Apa yang mereka lakukan pada striker Italia itu hanya cibiran karena sikapnya yang dianggap tidak simpatik di atas lapangan. Demikian diberitakan Yahoosport.

Rp 316 M dari Juve untuk Diego

 Juventus akhirnya benar-benar mengambil langkah nyata untuk mendatangkan bintang Werder Bremen, Diego. 20 juta poundsterling (Rp 316,7 miliar) siap dikucurkan untuk mendatangkan sang trequartista. Bianconeri memang sudah sejak musim lalu dikabarkan ingin mendatangkan Diego. Nihilnya perolehan gelar Juve musim ini membuat keinginan lama tersebut semakin dekat dengan kenyataan. Adalah Direktur Olahraga Bremen, Klaus Allofs, yang menyampaikan bahwa Juventus berencana menggaet Diego pada akhir musim ini. "Telah terjadi pembicaraan. Jika ada klub yang tertarik merupakan sesuatu yang lumrah jika mereka menghubungi Anda," tutur Allof pada Kreiszeitung Syke seperti dikutip Football Italia. "Namun persetujuan belum didapat. Diego memiliki kontrak dengan kami sampai 2011. Keinginan kami adalah tetap mempertahankannya lebih lama lagi," sambung Allofs. Dikatakan bahwa Direktur Olahraga Juventus telah terbang menuju Jerman pekan ini untuk menegosiasikan Diego. Juve dikabarkan siap merogoh kocek sedalam 20 juta pound untuk memboyong pemain berusia 24 tahun tersebut. Namun Bremen masih bersikukuh dengan angka 26 juta pound. Namun Juve tidak sendiri dalam memburu Diego. Juara bertahan seri A, Inter Milan, kabarnya juga tertarik mendapatkan playmaker berkebangsaan Brasil ini.

Selasa, April 28, 2009

Banding Ditolak, Juve Tanding Tanpa Penonton

AFPUpaya Juventus mengajukan banding atas sanksi yang dijatuhkan FIGC tak membuahkan hasil. Bianconeri pun harus menerima hukuman menjalani laga kandang tanpa kehadiran penonton. Juventus dijatuhi sanksi tersebut menyusul tindakan rasisme yang dilakukan fansnya saat menjamu Inter Milan dalam lanjutan Liga Italia bebrapa pekan lalu. Tifosi Bianconeri dituduh telah melakukan aksi rasis terhadap Mario Balotelli dalam laga yang berkesudahan 1-1 tersebut. Diberitakan Reuters, Otoritas Sepakbola Italia memutuskan menolak permohonan banding yang diajukan Juventus. Alhasil Alessandro Del Piero harus menjalani laga menjamu Lecce pada akhir pekan ini tanpa kehadiran penonton. Upaya Juventus mengajukan banding sempat mengundang kritik dari media. "Si Nyonya Tua" dianggap berupaya menghindari sanksi hanya karena dapat tekanan dari fansnya yang sempat mengklaim kalau Juve menjadi satu-satunya klub yang dikenai sanksi bertanding tanpa penonton sementara klub lain cuma dijatuhi sanksi denda. Sebelumnya tifosi garis keras Bianconeri juga membantah kalau mereka dikatakan telah bertindak rasis pada Balotelli. Apa yang mereka lakukan pada striker Italia itu hanya cibiran karena sikapnya yang dianggap tidak simpatik di atas lapangan.

Deschamps: Wajar Juve Belum Dahsyat Lagi

ReutersNyaris genap dua musim kembali ke Seri A dari Seri B, Juventus belum bisa tampil seperti masa jaya mereka. Buat eks-pelatihnya, Didier Deschamps, itu wajar-wajar saja. Juve harus menjalani musim 2006-07 di Seri B karena skandal Calciopoli. Tapi hanya semusim mereka di sana karena mampu langsung promosi lagi ke Seri A. Usai masa "pembuangan", Juve terbilang tampil lumayan. Di akhir musim pertamanya beraksi lagi di Seri A, 'Si Nyonya Tua' menempati posisi ketiga. Posisi serupa untuk sementara ditempati lagi musim ini. Akan tetapi, lumayan belum cukup untuk salah satu klub raksasa Italia itu. Tuntutan agar tampil lebih baik bahkan sudah mulai bikin posisi Claudio Ranieri dalam spekulasi. Dalam penilaian Deschamps, pelatih yang dulu membawa Juve promosi, tak adil kalau sudah mengharapkan Juve luar biasa lagi hanya dalam waktu singkat. "Tim Juventus yang mendominasi Italia sebelum dibuang ke Seri B tak bisa dibangun lagi dalam waktu dua atau tiga tahun," kata dia kepada La Gazzetta dello Sport yang dikutip Channel 4. Dengan pemikiran tersebut, Deschamps yang juga mantan punggawa Juve itu yakin bekas timnya akan bisa bangkit pada waktunya nanti. "Setahu saya ada masih ada rencana lima tahun. Juga masih ada keputusan paralel penting yang akan diambil terkait stadion baru." "Saya sadar kalau fans Juve dan para pemainnya terbiasa menang, jadi mereka selalu berharap untuk bersaing pada posisi satu dan bukannya dua," urai dia. Deschamps juga ditanyakan apakah dia punya saran untuk Ranieri agar Juve bisa segera bangkit kembali. Tapi dia enggan melangkahi Ranieri. "Tuhan melarang!" ujar Deschamps seraya tertawa. "Claudio lebih ahli ketimbang saya. Dia tahu dengan baik apa yang harus dilakukan."

Senin, April 27, 2009

Main Imbang, Wajah Juve Terselamatkan

ReutersDua kali tertinggal, Juventus akhirnya bermain imbang saat menghadapi tim juru kunci Reggina. Meski jauh dari memuaskan, Claudio Ranieri bersyukur karena wajah Bianconeri dianggapnya masih selamat. "Juve menyelamatkan wajahnya dalam laga tandang, tapi kami seharusnya bisa menang. Kami berusaha, tapi (justru memberikan) setengah jam pada Reggina, yang memanfaatkannya dengan baik dan membuat beberapa peluang," ungkap Ranieri usai pertandingan seperti diberitakan Channel4. Hasil imbang tersebut mungkin layak disyukuri Juventus karena mereka sempat dua kali tertinggal. Meski begitu, tetap saja skor 2-2 itu memunculkan pertanyaan akan performa Bianconeri karena mereka memang belum lagi memetik kemenangan dalam empat laga terakhir. Setelah dua kali bermain imbang, yakni atas Inter Milan dan Chievo, serta sekali kalah saat ditundukkan Genoa 2-3, midweek kemarin Alessandro Del Piero cs disingkirkan Lazio dari Copa Italia. Sementara di klasemen sementara, kini Juventus mulai menciptakan jarak dengan AC Milan di posisi dua yang pada laga lain justru menang 3-0 atas Palermo. "Saat kami bermain dengan intensitas, kami telah menunjukkan apa yang bisa kami dapat. Saat ini keterbatasan kami terlihat dengan jelas, hal yang tidak terlihat saat kami mengalahkan Real Madrid (di liga Champions) dan Milan." "Benar kalau dikatakan kami kurang berkualitas dibanding tim lain dalam hal pemain lini tengah, dan saat kami tidak dalam kondisi 100 per cent fit, kami berjuang untuk mengatasi keterbatasan tersebut. Apakah itu yang kurang itu performa atau motivasi? Mungkin keduanya, tapi kami mulai mendapatkan kembali pemain penting (yang sebelumnya cedera)," pungkas Ranieri merujuk pada comeback Amauri Carvalho setelah absen enam pekan.

Juventus Gagal Menang Lagi

Reggina vs Juventus (AFP)Juventus kembali gagal memetik kemenangan. Bertandang ke tim juru kunci, Reggina, Bianconeri dua kali tertinggal sebelum akhirnya pulang membawa satu poin setelah bermain 2-2. Ini merupakan kali keempat secara beruntun Juve tak mampu meraih tiga poin di Seri A. Di tiga laga sebelumnya Juve cuma dua kali bermain imbang, yakni atas Inter Milan dan Chievo, serta sekali kalah saat ditundukkan Genoa 2-3. Total sepanjang bulan April ini, baru tiga poin didapat Alessandro Del Piero cs dalam empat pertandingan. Kekalahan ini jelas mempersulit peluang Juventus untuk kembali duduk di posisi dua klasemen yang pekan lalu diambil AC Milan. Apalagi pada saat bersamaan Rossoneri justru melanjutkan keperkasaannya dengan menggulung Palermo 3-0. Dengan tambahan satu poin, anak asuh Claudio Ranieri kini punya poin 65, terpaut dua dari Milan yang berada di atasnya. Dalam laga di Stadio Oreste Granillo, Minggu (26/4/2009), Reggina lebih dulu unggul melalui Antonino Barilla di menit 26 sebelum disamakan Del Piero melalui eksekusi penalti saat babak kedua baru berjalan tiga menit. Juventus kembali tertinggal saat Emil Hallfredsson menjebol jala Gianluigi Buffon di menit 69, untuk kembali disamakan Cristiano Zanetti empat menit berselang. Jalannya pertandingan Juve menyandang ekspektasi besar untuk bisa menang saat bertandang ke tim juru kunci mengingat midweek kemarin mereka tersingkir dari Copa Italia. Tapi tanpa ditemani Momo Sissoko, Hasan Salihamidzic, Nicola Legrottaglie, Giorgio Chiellini, Dario Knezevic dan Tiago Mendes yang terkena sanski, Bianconeri dibuat kesulitan oleh tuan rumah. Sempat lebih dulu mengancam melalui Vincenzo Iaquinta yang lolos dari jebakan offside dan voli Pavel Nedved yang cuma membentur sisi luar jala gawang, justru gawang Juventus yang lebih dulu bobol di menit 26. Dalam posisi tak terkawal di tiang jauh, tandukan Barilla meneruskan crossing Daniel Adejo dari sisi kanan mengubah kedudukan menjadi 1-1. Buffon yang berusaha menggapai bola tak kuasa menghalau sundulan bertenaga Adejo. Dalam posisi tertingga, "Si Nyonya Tua" berusaha menyamakan kedudukan dengan terus menggempur pertahanan lawannya. Mereka sempat mengajukan klaim penalti saat Del Piero dijatuhkan Christian Brocchi, sementara upaya Pavel Nedved juga tak membuahkan hasil karena dihadang dengan baik oleh Christian Puggioni. Upaya tim tamu menyamakan kedudukan baru berhasil di babak kedua, tepatnya menit 48. Del Piero mengeksekusi dengan sempurna hadiah penalti yang diberikan wasit menyusul pelanggaran yang dilakukan Adejo, untuk mengubah kedudukan menjadi 1-1. Namun lagi-lagi Reggina membuat kejutan dengan mencetak gol keduanya. Skor berubah menjadi 2-1 setelah tendangan sesasional Emil Hallfredsson dari jarak sekitar 27 meter menerjang ke arah sudut kanan gawang Juve hingga Buffon kembali tak bisa berbuat apa-apa. Tapi Juventus akhirnya bisa terhindar dari kekalahan setelah Zanetti kembali menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Gol in tercipta dari tandukan Vicenzo Iaquinta yang meneruskan umpan tendangan sudut. Bola yang mengarah ke Zanetti, diceploskan ke dalam gawang dengan tendangan voli dari jarak sekitar 10 meter. Masuknya Amauri Carvalho menggantikan Del Piero tetap tak mampu memberi Juventus kemenangan. Sementara dua peluang lainnya yang didapat Mauro Camoranesi dan Iaquinta melalui tandukannya kembali berujung dengan kegagalan. Susunan pemain Reggina: Puggioni; Cirillo, Valdez, Santos; Adejo, Carmona, Hallfredsson, BarillĂ  (Corradi 84), Vigiani (Cascione 72); Brienza; Ceravolo (Cozza 59) Juventus: Buffon; Grygera, Mellberg, Ariaudo, Molinaro; Camoranesi, Marchisio (Poulsen 37), Zanetti, Nedved; Del Piero (Amauri 76), Iaquinta.

Jumat, April 24, 2009

Juve Pastikan Posisi Ranieri Aman

Claudio Ranieri (AFP)Meski hampir pasti tidak mempersembahkan prestasi apa pun musim ini, Juventus memastikan posisi pelatih Claudio Ranieri aman. Juve juga membantah tengah mendekati pelatih AS Roma Luciano Spaletti. Musim ini Ranieri gagal membawa La Vecchia Signora berprestasi. Di Seri A, racikan Ranieri kini tercecer di urutan ketiga klasemen sementara dan kesempatan untuk meraih scudetto semakin tipis. Sementara di Liga Champions, Juve kandas di babak 16 besar. Yang teraktual, The Tinkerman gagal membawa Juve lolos ke laga puncak Coppa Italia. Rentetan hasil buruk ini membuat isu bahwa Ranieri akan didepak dan digantikan Spaletti merebak. Pasca tersingkir dari Coppa Italia, harian La Repubblica memberitakan bahwa manajemen Juventus telah melakukan kontak dengan pelatih AS Roma tersebut. Manajemen Juve melakukan gerak cepat untuk menepis kabar tersebut. "Tidak ada pertemuan yang membahas pergantian pelatih dan tidak ada usaha memboyong Luciano Spaletti," demikian keterangan yang dipublikasikan dari situs resmi Juve, seperti diberitakan Goal. "Berita tentang pergantian pelatih itu tidak berdasar. Tidak ada maksud memberikan kursi Ranieri pada Spaletti atau pelatih lain." "Sikap klub ini sudah ditegaskan berulang kali, termasuk pasca kekalahan dari Lazio."

Kamis, April 23, 2009

Cannavaro Ditolak Juventini

CAnnavaro (Reuters)Fabio Cannavaro sempat menyatakan kalau fans Juventus akan bisa menerima dirinya kembali. Tapi kepulangnannya ke Turin kini justru terancam batal karena Juventini dengan tegas menyatakan penolakan. Kabar kembalinya Canna ke Juventus belakangan berhembus kencang. Apalagi agen Cannavaro kemudian juga mengakui kalau Bianconeri scara konsisten telah melakukan pendekatan untuk membawa pulang bek tengah internasional Italia itu. Yang kemudian jadi pertanyaan dari isu tersebut adalah soal penerimaan publik Olimpico Turin pada Cannavaro. Fans Juventus dikabarkan masih menyimpan sakit hati pada bek 35 tahun itu karena dianggap berkhianat setelah memutuskan pindah ke Real Madrid saat Juventus terdegradasi akibat skandal calciopoli. Beberapa hari lalu, pesepakbola yang juga menjabat kapten timnas Italia itu menyatakan yakin dirinya akan diterima fan Juventus. Dia bahkan berjanji akan berbicara langsung dengan fans menyoal keputusannya hengkang. Tapi dinihari tadi fans Juventus kembali menegaskan penolakkannya pada eks pemain Parma itu. Saat Alessandro Del Piero cs menghadapi Lazio di ajang Copa Italia, sebuah spanduk yang bertuliskan penolakan terhadap Canna terbentang di tribun penonton. Dalam laga yang kemudian berkesudahan 2-1 untuk kemenangan Lazio tersebut juga terdengar beberapa kali teriakan yang menyatakan tak mau kembali menerima Cannavaro. Demikian diberitakan Marca, Kamis (23/4/2009). Penolakan Juventini tersebut bisa jadi tak cuma sekedar karena merasa telah dihianati. Dengan usia 35 tahun, Juventus memang tak bisa lagi berharap banyak dari Cannavaro, bahkan Napoli kabarnya juga batal membawa pulang Canna karena usianya yang sudah uzur untuk ukuran pemain bola.