Kamis, April 30, 2009

MU Bakal Menyerang di Emirates

AFP/Paul EllisManchester United hanya butuh hasil imbang menghadapi Arsenal untuk bisa lolos ke final Liga Champions. Namun The Red Devils menolak skenario ini dan lebih memilih berusaha untuk menyerang dan mencetak gol tandang. Dalam leg perdana yang dihelat di Stadion Old Trafford, hari Kamis (30/4/2009) dinihari WIB, MU menang dengan skor 1-0 lewat gol John O'Shea. Hal tersebut sempat disayangkan oleh Sir Alex Ferguson lantaran mereka memiliki banyak peluang emas. 'Setan Merah' berjanji akan tetap tampil menyerang dalam pertandingan di Emirates Stadium pekan depan. Alih-alih hanya mengincar hasil imbang, Darren Fletcher menyebut timnya bakal berusaha untuk mendapatkan away goal. "Mereka harus keluar dan memenangi pertandingan. Kami memiliki rencana yang berbeda di sana. kami tahu itu akan menjadi laga yang berat, kami tahu itu," ujarnya seperti dilansir Sky Sports. "Dengan kualitas serangan yang kami miliki, siapa pun yang dipilih oleh manajer, kami memiliki kualitas mumpuni untuk mencetak gol tandang," tandas gelandang asal Skotlandia ini. Arsenal sendiri, lewat Cesc Fabregas, telah berjanji untuk tampil lebih menggigit pada leg kedua nanti. Jadi bisa jadi pertarungan pekan depan akan diwarnai oleh adu serangan antara kedua tim.

Bremen Kalah di Kandang Sendiri

ReutersWerder bremen menelan kekalahan dalam pertandingan leg pertama semifinal Piala UEFA. Bermain melawan Hamburg SV di kandang sendiri, Bremen takluk dengan skor 0-1. Dalam pertandingan yang dihelat di Weserstadion, Jumat (1/5/2009), gol yang dilesakkan Piotr Trochowski membuat Bremen tertunduk lesu. Mereka memiliki tugas untuk menang di leg kedua untuk bisa lolos ke partai puncak. Sementara bagi hamburg, dengan gol tandang tersebut, langkah mereka relatif lebih ringan. Leg kedua laga kedua kesebelasan akan berlangsung pada 7 Mei di kandang Hamburg, HSH Nordbank Arena. Di awal-awal laga, Hamburg langsung menekan pertahanan Bremen. Mereka meiliki peluang lewat sepakan David Jarolim pada menit 11, namun tendangannya menyamping di sisi gawang Bremen. Enam menit berselang giliran Jose Paolo Guerrero yang memiliki peluang emas. Sial bagi penyerang asal Peru ini, tendangan kaki kanannya bernasib sama seperti milik Jarolim, melebar di sisi gawang. Bremen membalas pada menit 21 lewat Diego Ribas. Playmaker asal Brasil ini melepaskan sebuah tendangan kaki kanan ke arah gawang, namun masih bisa dihalau dengan baik oleh pertahanan Hamburg. Hamburg akhirnya memecah kebuntuan pada menit 28. Memanfaatkan umpan silang Guy Demel, Trochowski melakukan sebuah sundulan yang tak mampu dihalau oleh kiper Bremen, Tim Wiese. Hingga babak pertama berakhir tak ada gol lagi yang tercipta dan skor pun bertahan di angka 1-0 untuk keunggulan Hamburg. Pada babak kedua, tepatnya pada menit ke-60, Sebastian Boenisch mencoba peruntungannya dengan melakukan tusukan sebelum akhirnya melepaskan sebuah tendangan kaki kanan. Namun, lagi-lagi bola masih melebar. Sebelas menit berselang, Markus Rosenberg melakukan tendangan keras dari luar kotak penalti. Ia tak terkawal, tetapi sepakannya masih melambung di atas mistargawang. Bremen gagal menyamakan kedudukan. Hal serupa juga dialami oleh Claudio Pizarro pada menit 77. Penyerang asal peru ini mendapatkan kesempatan dan ruang untuk melepaskan tendangan, namun melambung di atas gawang. Hingga akhir laga laga skor 0-1 tetap bertahan untuk kemenangan Hamburg. Susunan pemain: Werder Bremen: 1-Tim Wiese; 8-Clemens Fritz (15-Sebastian Proedl 85), 29-Per Mertesacker, 4-Naldo, 2-Sebastian Boenisch; 16-Alexandros Tziolis, 22-Torsten Frings, 11-Mesut Ozil; 24-Claudio Pizarro, 10-Diego, 23-Hugo Almeida (9-Markus Rosenberg 61). Hamburg SV: 1-Frank Rost; 20-Guy Demel, 16-Michael Gravgaard, 5-Joris Mathijsen, 40-Dennis Aogo (30-Collin Benjamin 79); 14-David Jarolim, 2-Alex Silva (19-Jerome Boateng 75); 21-Jonathan Pitroipa, 15-Piotr Trochowski; 9-Paolo Guerrero, 11-Ivica Olic (35-Tunay Torun 90+1).

Ronaldo Pertanyakan Wasit

ReutersKegagalan Manchester United meraih kemenangan besar saat menjamu Arsenal bukan hanya karena kegemilangan Manuel Almunia. Cristiano Ronaldo berpendapat kalau wasit juga punya peran. Kemenangan 1-0 yang diraih MU saat menjamu Arsenal mungkin sedikit disesali punggawa Setan Merah". Bukan hanya karena hasil tersebut membuat mereka masih jauh dari aman untuk mendapat tiket ke final, tapi lebih karena banyaknya peluang matang yang terbuang sia-sia. Sir Alex Ferguson dan beberapa pemain The Red Devils mengakui kalau Almunia membuat perjuangan MU di Old Trafford kemarin jadi lebih sulit. Namun dalam pandangan Ronaldo, kepemimpinan wasit juga membuat timnya harus puas hanya dengan meraih kemenangan satu gol. Yang jadi pertanyaan terbesar CR7 adalah keputusan wasit yang menyatakan Ryan Giggs dan Anderson berada dalam posisi offside saat punya peluang bagus bikin gol. Khusus Giggs, dia malah sempat menjebol gawang The Gunners meski kemudian dianulir. "Dua offside sebenarnya tidak offside dan beberapa pelanggaran yang tidak mereka (wasit) berikan. Itu bukan pertandingan terbaik yang dia (wasit) pimpin," ungkap Ronaldo di Skysport. "Yang pertama adalah Anderson, dia tidak offside, juga dengan Giggsy, saya yakin juga. Itu bukan keputusan yang baik, tapi Anda tetap harus menghormati wasit meski mereka tidak tampil maksimal - dan berharap wasit bisa lebih baik di Arsenal," sambung dia. Soal laga kedua di Emirates Stadium tengah pekan depan, winger Portugal itu menilai MU sangat layak diunggulkan untuk bisa menang. Meski mengaku laga yang dijalani akan lebih sulit, namun dengan pengalaman yang sudah dimiliki, tiket ke Roma diyakininya akan diraih. "Kami harus jadi favorit, kami adalah juara bertahan Liga Champions dan sangat percaya diri. Akan lebih sulit nanti di kandang Arsenal, tapi itu bukan masalah karena kami sangat berpengalaman. Kami menciptakan banyak peluang dan kami yakin akan bikin gol lagi di Arsenal pekan depan". "Itu merupakan malamnya Almunia, dia menghalau banyak gol, saat sang kiper menjadi pemain terbaik di lapangan, itu menunjukkan betapa sulitnya tim lawan untuk mengembangkan permainan," pungkas Ronaldo.

Tahan Kiev, Shakhtar Buka Kans ke Final

AFP/Sergey SupinskyShakhtar Donetsk membuka lebar peluang mereka lolos ke final Piala UEFA. Di laga pertama semifinal, Shakhtar berhasil menahan imbang tuan rumah Dinamo Kiev dengan skor 1-1. Di Stadion Valeri Lobanovsky, Jumat (1/5/2009) dinihari WIB, Kiev unggul dulu lewat gol bunuh diri Dmytro Chigrinsky sebelum Luis Fernandinho mencetak gol untuk Shakhtar. Hasil ini menguntungkan Shakhtar. Di laga leg kedua yang akan digelar di kandang mereka sendiri, skor 0-0 atau menang minimal 1-0 akan membawa mereka lolos ke partai final yang akan digelar di Istanbul. Kiev hanya membutuhkan waktu 22 menit untuk melaju selangkah di depan. Chigrinsky, bek Shakhtar, menjebol gawangnya sendiri setelah membelokkan tendangan bebas Olexandr Aliev. Shakhtar mencoba membalas melalui tendangan bebas Fernandinho di menit 30. Namun kans itu gagal karena sepakan Fernandinho berhasil diamankan kiper Kiev, Stanislav Bogush. Empat menit kemudian, Aliev gagal menggandakan keunggulan tuan rumah. Tendangan Aliev tidak menemui sasaran karena melambung di atas mistar Shakhtar yang dikiperi Andrei Pyatov. Tiga menit memasuki babak kedua, Shakhtar mencoba membalas. Akan tetapi tendangan bebas Darijo Srna dari sisi kiri tidak cukup membahayakan karena melayang tinggi. Kiev memetik peluang kembali di menit 67. Sebuah tendangan deras dari Ognjen Vukojevic harus ditepis Pyatov untuk mencegah gawang Shakhtar bobol untuk kedua kalinya. Tak sampai semenit berikutnya, justru Shakhtar membalas. Dari jarak dekat, Fernandinho menjebol gawang Bogush dengan tendangan kaki kanan yang menyusur tanah. Skor pun jadi 1-1. Aliev nyaris membawa Kiev kembali unggul di menit 78. Dari tendangan Badr El Kaddouri, Aliev menguasai bola sebelum melepas tendangan kaki kanan yang masih bisa ditepis Pyatov. Di sisa waktu yang ada, upaya kedua tim untuk mencari gol kemenangan sama-sama tidak menemui hasil. Skor 1-1 pun menjadi kesimpulan akhir laga ini. Susunan pemain Kiev: Bogush; Betao, Sablic, El Kaddouri; Yussuf, Vukojevic, Correa (Cernat 82), Ninkovic, Aliev; Bangoura (Ghioane 46), A. Milevskiy Shakhtar: Pyatov; Kucher, Chigrinsky, Rat, Hubschman; Srna, Duljaj, Junior Ilsinho (Willian 56), Fernandinho, Jadson (Lewandowski 76); Luiz Adriano (Gladkiy 46)