Tampilkan postingan dengan label Manchester United. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manchester United. Tampilkan semua postingan

Senin, Mei 04, 2009

Kalau Fergie Jatuh Cinta pada Pemainnya

AFPSelama 23 tahun membesut Manchester United sudah setumpuk tropi diberikan Sir Alex Ferguson. Salah satu rahasia sukses besar tersebut adalah membangun hubungan yang sangat dekat dengan pemain. Total ada 32 tropi juara sudah disumbangkan Fergie buat MU, jumlah fantastis yang membuatnya layak disebut sebagai pelatih terbaik di dunia. Jumlah tersebut masih berpeluang terus bertambah karena di musim ini saja MU punya dua peluang jadi juara, apalagi Fergie juga belum membuat keputusan soal kapan dia akan pensiun. Terkait sukses besar yang sudah dia raih, pelatih asal Skotlandia itu menyebut kalau rasa hormat dari pemain terhadapnya merupakan hal penting yang harus selalu ada. Namun di samping kedisiplinan dan kepatuhan pada bos, hal lain yang menjadi kunci sukses adalah rasa cinta yang dia rasakan pada pemainnya. "Kualitas tinggi kepemimpinan dibutuhkan di klub seperti Mancesther United. Anda harus mendapatkan rasa hormat dari pemain. Hal yang paling mengerikan dari sepakbola adalah kalau Anda akan jatuh cinta terhadap pemain Anda," ungkap dia seperti diberitakan The Sun" "Saya senang ketika bangun di pagi hari. Saya datang awal ke tempat latihan dan melihat pemain berlatih. Saya tidak pernah melewatkannya," sambungnya kemudian. Keberadaan Fergie di old Trafford tentu tak selamanya berjalan mulus dan melulu bercerita tentang kisah manis. Satu hal yang begitu dibenci Fergie adalah saat harus berpisah dengan pemainnya, baik karena pindah, maupun yang memutuskan pensiun. "Pada saat terjadi kemunduran dan anda tahu harus membuat perubahan. Banyak orang yang tidak dapat melakukannya. Mereka selayaknya keluarga anda namun anda harus melakukan perubahan itu," pungkas pria yang akan kini punya hasrat masuk ke final Liga Champions untuk kali ketiga bersama The Red Devils itu.

Mimpi CR7 ke Madrid Sudah Mati

AFP/Paul EllisManchester United mendapatkan suntikan moral jelang pertemuan dengan Arsenal di semifinal kedua Liga Champions. Suntikan tersebut berupa pernyataan Cristiano Ronaldo yang menyebut bahwa Real Madrid sudah tak ada lagi dalam pikirannya. Dalam pertemuan perdana di Old Trafford tengah pekan lalu, MU menang 1-0 lewat gol John O'Shea. Meski meraih kemenangan, posisi The Red Devils belum sepenuhnya aman karena Arsenal berjanji untuk tampil beda di Emirates Stadium midweek ini. Untuk memastikan langkah ke final Liga Champions MU memang hanya butuh hasil imbang saja, tapi benarkah demikian skenarionya? Pasalnya jika MU memilih untuk bermain aman, bisa dipastikan The Gunners akan memanfaatkannya dengan tampil habis-habisan. Moral positif untuk menghadapi laga tersebut jelas dibutuhkan pasukan Sir Alex Ferguson. Kemenangan 2-0 atas Middlesbrough hari Sabtu lalu jelas menjadi salah satunya. Selain itu rotasi pemain demi kebugaran juga penting. Hal terakhir yang kemudian bisa jadi mendongkrak semangat 'Setan Merah' adalah ucapan terbaru Ronaldo. Pemain asal Portugal itu menyatakan dirinya kini berkonsentrasi 100 persen untuk MU, dan telah melupakan mimpinya untuk bergabung dengan Madrid. "Saya tak lagi memikirkan Madrid. Mimpi itu sudah mati," ujarnya seperti dilansir Sky Sports. "Satu-satunya hal yang saya impikan saat ini adalah Manchester United dan meraih gelar juara lagi, di Roma," tegasnya. Ronaldo tak dimainkan dalam laga melawan The Boro hari Sabtu lalu. Sir Alex lebih memilih menyiapkannya untuk melawan Arsenal. Dengan motivasi terbaru untuk mengangkat MU, mungkinkah ia tampil cemerlang di Emirates? Kita lihat saja nanti.

Rooney Ingin MU Selamanya

Wayne Rooney (Reuters)Kontrak Wayne Rooney di Manchester United masih berlaku tiga tahun lagi, tapi ia sudah siap diperbarui kapan saja. Tak hanya itu, striker internasional Inggris ini ingin selamanya bekerja di Old Trafford. Dalam wawancaranya dengan Sunday Telegraph, Minggu (3/5/2009), Rooney menyatakan komitmen jangka panjangnya untuk "Setan Merah". "Aku bahagia di sini dan kapanpun aku akan menandatangani kontrak baru," tukasnya. "Aku ingin berada di klub ini sepanjang karirku. Kapanpun klub mau, aku siap membuat perpanjangan kontrak." Rooney dibeli dari Everton pada musim panas 2004 dari Everton dengan harga lebih dari 20 juta poundsterling. Sejauh ini telah terbukti dia adalah salah satu pembelian terbaik di era Sir Alex Ferguson. Pemain berusia 23 tahun ini sudah hampir 250 kali membela MU dan termotivasi untuk mencapai apa yang sudah dicapai seniornya: Paul Scholes dan Ryan Giggs, yang masing-masing telah melakoni 600 dan 800 pertandingan bersama Ered Devils. "Kalau bisa menuju ke sana, aku akan sangat senang," imbuh Rooney, yang sudah mengemas 21 gol dari 50 penampilan internasionalnya dengan timnas Inggris itu.

Fergie: Langkah Besar Menuju Gelar Juara

AFPKemenangan 2-0 didapat Manchester United saat melawat ke Middlesbrough. Dengan empat laga tersisa, Sir Alex Ferguson menilai tiga poin tersebut merupakan langkah besar menuju titel juara. Dalam laga yang dilangsungkan di Riverside Stadium, Sabtu (2/5/2009) malam WIB, Ryan Giggs dan Park Ji Sung masing-masing mencetak satu gol untuk mengantar United menang 2-0. Atas hasil tersebut, The Red Devils unggul enam poin atas peringkat dua, Liverpool, dengan sama-sama telah menjalani 34 pertandingan. Dengan empat laga tersisa sebelum roda kompetisi berakhir, keunggulan enam poin tersebut dianggap Fergie sebagai sebuah langkah besar untuk bisa mempertahankan titel juara sekaligus mencetak hat-trick. "Ini merupakan langkah besar. Tinggal empat pertandingan tersisa sekarang," ungkap Fergie usai pertandingan seperti diberitakan Skysport. Meraih kemenangan jelas membuat Fergie puas, namun yang kemudian membuatnya lebih senang lagi adalah fakta bahwa hasil tersebut didapat saat dia tak menurunkan skuad terbaik. "Saya pikir itu merupakan penampilan yang sangat baik dari tim, pergerakan tanpa bola dan mereka bekerja sangat keras," tukas Fergie usai laga seperti Skysport "Kami tahu pertandingan itu akan menjadi sulit karena kami tahu posisi Midlesborough (berjuang menghindari degradasi)," lanjut Fergie. The Boro kini memang dalam ancaman serius terdegradasi. Dengan nilai 31 mereka duduk di posisi dua dari bawah klasemen, terpaut empat angka dari pos aman terbawah untuk bertahan di Liga Premier, yang saat ini diduduki Sunderland. "Dia (Ryan Giggs) fantastis dan di momen itulah kami dapat meraih kemenangan. Sekali kami ungggul saya pikir kami telah memegang kunci kemenangan. Kami unggul dan kami memiliki peluang yang bagus," pungkas dia mengomentari gol pembuka yang dilesakkan Giggs.

MU Unggul Enam Poin

Park (AFP/Andrew Yates)Kemenangan 2-0 diraih Manchester United dari lawatannya ke Middlesbrough. Tambahan tiga poin makin mendekatkan MU dengan titel juaranya dan untuk sementara membawa Ryan Giggs cs unggul enam poin atas Liverpool. Di Riverside Stadium, Sabtu (20/5/2009) malam WIB, Boro mencoba memberi perlawanan dengan menekan pertahanan MU di awal laga. Namun justru "Setan Merah" yang lebih dulu mengarahkan tendangan ke gawang saat tendangan Wayne Rooney dari sisi kiri masih melayang jauh dari gawang Brad Jones. Tekanan Boro ke gawang MU berlanjut lewat tendangan akrobatik Tuncay Sanli, tapi selain arahnya yang melenceng, Striker Turki itu juga lebih dulu terjebak offside. Sebuah kesalahan yang dilakukan Vidic di menit 15 juga sempat membuat pendukung MU was-was, namun sepakan Stewart Downing justru mengarah tepat ke arah kiper Ben Foster. Saat Federico Macheda dan Dimitar Berbatov yang dipasang sebagai duet striker tak kunjung menjebol jala tuan rumah, Boro kembali menebar ancaman. Tendangan keras Tuncay dari jarak sekitar 27 meter tak menemui gawang, sementara sontekan Marlon King setelah dapat umpan dari Jeremie Aliadiere harus dengan susah payah diantisipasi Foster menggunakan kakinya. Banyak menekan, Boro justru harus menerima gawangnya kebobolan lebih dulu di menit 25. Tidak sigapnya barisan pertahanan The Boro untuk menutup ruang gerak para penyerang MU mengakibatkan kerugian bagi skuad yang masih terancam degradasi tersebut. Dari kesempatan yang ada itu Giggs melepaskan tembakan keras datar yang bersarang di pojok kanan gawang Bradley Jones. Enam menit berselang Tuncay nyaris membuat Boro menyamakan kedudukan. Namun sepakannya memanfaatkan kegagalan Foster mengantisipasi bola dengan sempurna terhadang Vidic. Sementara tendangan keras Paul Scholes yang juga tak menemui sasaran menjadi penutup paruh pertama pertandingan. Tiga menit babak kedua dimulai Macheda nyaris menambah keunggulan MU. Namun dia gagal aksi individual Rooney yang sebelumnya memperdaya Tony McMahon, sepakan striker Italia itu meninggi tipis di atas gawang. Upaya MU menambah keunggulan tak tertahankan karena tiga menit berselang skor berubah menjadi 2-0. Ronney menjadi arsitek gol kedua ini setelah dia membuat kerjasama yang cantik dengan Park ji Sung. Prosesi inilah yang kemudian diselesaikan dengan mudah oleh sang gelandang Korea Selatan untuk menjebol jala Boro untuk kali kedua. Tevez yang masuk menggantikan Macheda hampir mengubah skor menjadi 3-0, namun sepakannya saat meneruskan umpan Giggs diblok Robert Huth. Juga tak mampu menambah jumlah gol MU adalah tendangan melengkung Rooney yang kembali melayang di atas gawang. Sebuah kerjasama segitiga antara Berbatov, Tevez dan Rooney memberi ruang buat John O'Shea melepaskan tendangan. Namun kisah kepahlawanannya saat menjadi penentu kemenangan MU di Liga Champions tak terulang lantaran sepakannya terhadang.

Giggs-Park Menangkan "Setan Merah"

Giggs (AFP)Dua gelandang Manchester United menjadi penentu kemenangan saat bertandang ke Middlesbrough. Masing-masing satu gol dari Ryan Giggs dan Park ji Sung membawa "Setan Merah" unggul 2-0. Kemenangan ini membuat perolehan poin MU setelah melalui 34 pertandingan menjadi 79. Dengan keunggulan enam poin atas Liverpool di urutan dua dan masih punya satu laga tersisa, The Red Devils makin dekat dengan titel juaranya yang ke-18. Namun jarak anak asuh Sir Alex Ferguson dengan The Reds bisa kembali merapat ke tiga poin jika Steven Gerrard cs bisa memetik kemenangan atas Newcastle United dalam laga yang akan dilangsungkan Minggu (3/4/2009) besok. Tiga poin dari Riverside Stadium juga secara tak langsung membuka asa MU untuk bisa meraih tiket ke final Liga Champions. Selain faktor kepercayaan diri, dalam laga tersebut Fergie juga memilih untuk tidak menurunkan pemain terbaiknya, hal mana membuat dia akan punya kekuatan penuh saat bertandang ke Arsenal di leg kedua babak semifinal tengah pekan mendatang. Susunan pemain: Middlesbrough: Jones, McMahon, Wheater, Huth, Hoyte, O'Neil, Sanli, Bates, Downing, King, Aliadiere Man Utd: Foster, O'Shea, Vidic, Evans, Evra, Park, Scholes, Giggs, Rooney, Berbatov, Macheda

Rio Baik, tapi Masih Absen

AFP/Paul EllisManchester United mendapat kabar baik tentang Rio Ferdinand yang ternyata tidak mengalami patah rusuk. Tetapi Ferdinand masih absen kalah MU menantang Middlesbrough. Manajer MU, Sir Alex Ferguson, mengungkapkan bahwa tidak ada hal yang serius menimpa Ferdinand. "Ini adalah sebuah kabar baik untuk Rio," ujar Ferguson seperti dikutip The Sun. Ferdinand ditarik keluar saat membela 'Setan Merah' menghadapi Arsenal di leg pertama semifinal Liga Champions. Kondisi sang palang pintu sempat mengkhawatirkan karena setelah pertandingan ia sempat masuk Rumah Sakit. Bek berusia 30 tahun itu memang tidak akan bermain melawan Middlesbrough, Sabtu (2/5/2009), tetapi ia akan fit untuk menghadapi Arsenal di leg dua semifinal tengah pekan depan. "Tidak ada tulang yang patah. Dia memang menderita sedikit luka di paru-parunya sehingga sempat keluar darah saat batuk. Tetapi tak ada masalah di luar itu," kata Ferguson. "Semoga kami bisa menyiapkan dia untuk Selasa (5/5). Dia tampaknya sudah cukup pulih. Tetapi dia tidak akan bermain melawan Middlesbrough," imbuh manajer asal Skotlandia itu. "Tentu saja, saat Anda melihat dia Anda takut hal buruk terjadi. Tetapi dia akan kembali berlatih, semoga, pada Minggu. Semoga dia siap untuk selasa," tuntas Ferguson harap-harap cemas.

Tevez Semakin Ingin Tinggalkan MU

ReutersMusim ini tampaknya akan menjadi saat terakhir Carlos Tevez di Manchester United. Dia telah memberikan indikasi yang semakin kuat akan meninggalkan MU di musim panas ini. Tevez memang sudah mendekati akhir masa kesepakatan peminjamannya di Old Trafford. Manajer MU Sir Alex Ferguson pun telah mengatakan tetap ingin mempertahankan striker Argentina ini. Namun spekulasi mengenai Tevez kembali berkembang usai MU mengalahkan Arsenal 1-0 di leg pertama semifinal Liga Champions. Tevez tampak frustasi ketika dia digantikan oleh Dimitar Berbatov di menit ke-66. Penyerang berusia 25 tahun ini pun mengungkapkan bahwa dia telah bersiap meninggalkan MU di akhir musim ini. Sedangkan klub Liga Spanyol telah menjadi tujuan Tevez selanjutnya. "Itu benar saya telah menghabiskan banyak waktu di bangku cadanagan dan ingin lebih sering bermain. Namun setiap saya diberi kesempatan saya melakukannya dan memanfaatkan keuntungan," ungkap Tevez seperti dilansir Sky Sports. "Ya itu benar saya melihat diri saya akan meninggalkan MU daripada tetap di sini. Mengapa saya harus berbohong kepada orang atau siapapun karena fans mendukung saya seperti Anda bisa liat. Saya tak punya alasan membohongi mereka, ujarnya. Tevez pun tidak bisa membohongi dirinya bahwa dia ingin mencpba karirnya di Spanyol. "Masa depan saya? Saya tidak tahu apa yanhg terjadi dengan masa depan saya. Ya, saya ingin pergi ke Spanyol, namun saya belum tahu," ujarnya. "Dengan hormat kepada para suporter dan juga sejarah dari Manchester United, saya tidak ingin meninggalkan klub. Namun dari aspek pribadi, kepergiaan saya akan menjadi solusi terbaik," pungkas Tevez.

Jumat, Mei 01, 2009

'Setan' Oke karena Segar

CR7 Ronaldo (AFP/Paul Ellis)Manchester United menghadapi jadwal ketat. Setelah meladeni Arsenal tengah pekan kemarin, kini giliran Middlesbrough menghadang. Beruntunglah 'Setan Merah' karena punya skuad segar. Dua pertandingan dalam jangka waktu empat hari. Itulah yang harus dilakoni MU. Seusai mengatasi Arsenal 1-0 Rabu (29/4/2009) lalu, pasukan Sir Alex Ferguson akan bertandang ke markas Middlesbrough, Sabtu (2/5). Biasanya, Ferguson akan menggerutu bila harus bertanding Sabtu siang setelah melakoni partai Eropa. Namun kedalaman skuad yang dimiliki The Red Devils tampaknya membuat manajer gaek itu sedikit tenang. "Jika saya memainkan tim yang sama lagi, itu akan jadi masalah. Namun lihatlah para pemain yang saya miliki sekarang," ujar Ferguson seperti dilansir Sports Ticker. "Di tengah saya punya (Darron) Gibson dan (Paul) Scholes. Saya juga punya Nani, Park Ji-sung; saya punya (Dimitar) Berbatov dan (Ryan) Giggs. Mereka tidak bermain penuh kemarin. Jadi mereka oke dan segar," imbuhnya. Empat nama pertama sama sekali tidak turun ke lapangan menghadapi Arsenal. Sedangkan dua yang terakhir hanya bermain sebagai pengganti. Di tengah jadwal padat, punya punggawa yang bugar jelas signifikan. "Sementara para pemain muda seperti (Wayne) Rooney dan (Cristiano) Ronaldo, mereka bisa bermain setiap hari. Jadi, kami tidak terlalu buruk," tukas manajer asal Skotlandia itu. Meski demikian, Fergie masih harus dibuat ketar-ketir menunggu kondisi terakhir Rio Ferdinand. Sang palang pintu menderita cedera di rusuknya dan masih belum diketahui apakah ia cukup fit untuk bermain. Untuk menambal posisi Ferdinand, Ferguson biasanya memainkan bek muda Jonny Evans. Sayangnya, nama terakhir ini beberapa kali membuat kesalahan yang berakibat bobolnya gawang MU.

Ruang Ganti Pemain Sempit, Fergie Protes

 Kekalahan Manchester United atas Fulham beberapa waktu lalu mungkin karena ruang ganti pemain Craven Cottage terlalu sempit. Alex Ferguson meminta Premier League menetapkan standar kelayakan dressing room. "Dengan semua uang yang berputar di Premier League, beberapa stadion harusnya punya kondisi lebih baik. Seharusnya ada standar minimum soal luas ruang ganti pemain, apalagi sekarang Anda bisa memiliki pemain dengan jumlah lebih banyak di bangku cadangan dan jumlah staff yang juga bertambah," ungkap Fergie di Dailymail. Ruang ganti yang terlalu kecil menurut Fergie bukan cuma ada di kandang Fulham. Markas Everton, Goodison Park, dan Fratton Park milik Portsmouth juga disebut pelatih asal Skotlandia itu punya ukuran yang terlalu kecil. Khusus untuk Craven Cottage, Fergie malah menyebut ruang ganti pemain lebih kecil dibanding ruang kantornya. "Ruang ganti milik Everton juga sempit. Dressing room tim tamu milik Portsmouth juga tak cukup baik dan yang ada di Craven Cottage bahkan lebih kecil dari ruang kantor saya," sindir Fergie. "Ada syarat tertentu sebelum sebuah stadion bisa menggelar pertandingan sebuah divisi, kualitas ruang ganti harusnya juga jadi bagian dari standarisasi itu. (Craven Cottage) adalah stadion tradisional, salah satu favorit saya. Tapi kalau Anda punya 18 pemain, ditambah pelatih-pelatih, physio dan bagian perlengkapan, kondisinya jadi sungguh konyol," sambung dia. Kalau tiga stadion dia atas dikritik karena ruang ganti pemainnya dianggap tak bersahabat, lalu stadion mana yang dianggap Fergie bisa memberikan pelayanan yang memuaskan buat tim tamu? "Di Old Trafford Anda akan mendapat banyak ruang, sementara untuk pertandingan away, sejauh ini Arsenal adalah yang terbaik," sahut Ferguson mengomentari Emirates Stadium yang akan dia kunjungi pekan depan untuk menjalani leg kedua semifinal Liga Champions.

Kamis, April 30, 2009

Ronaldo Pertanyakan Wasit

ReutersKegagalan Manchester United meraih kemenangan besar saat menjamu Arsenal bukan hanya karena kegemilangan Manuel Almunia. Cristiano Ronaldo berpendapat kalau wasit juga punya peran. Kemenangan 1-0 yang diraih MU saat menjamu Arsenal mungkin sedikit disesali punggawa Setan Merah". Bukan hanya karena hasil tersebut membuat mereka masih jauh dari aman untuk mendapat tiket ke final, tapi lebih karena banyaknya peluang matang yang terbuang sia-sia. Sir Alex Ferguson dan beberapa pemain The Red Devils mengakui kalau Almunia membuat perjuangan MU di Old Trafford kemarin jadi lebih sulit. Namun dalam pandangan Ronaldo, kepemimpinan wasit juga membuat timnya harus puas hanya dengan meraih kemenangan satu gol. Yang jadi pertanyaan terbesar CR7 adalah keputusan wasit yang menyatakan Ryan Giggs dan Anderson berada dalam posisi offside saat punya peluang bagus bikin gol. Khusus Giggs, dia malah sempat menjebol gawang The Gunners meski kemudian dianulir. "Dua offside sebenarnya tidak offside dan beberapa pelanggaran yang tidak mereka (wasit) berikan. Itu bukan pertandingan terbaik yang dia (wasit) pimpin," ungkap Ronaldo di Skysport. "Yang pertama adalah Anderson, dia tidak offside, juga dengan Giggsy, saya yakin juga. Itu bukan keputusan yang baik, tapi Anda tetap harus menghormati wasit meski mereka tidak tampil maksimal - dan berharap wasit bisa lebih baik di Arsenal," sambung dia. Soal laga kedua di Emirates Stadium tengah pekan depan, winger Portugal itu menilai MU sangat layak diunggulkan untuk bisa menang. Meski mengaku laga yang dijalani akan lebih sulit, namun dengan pengalaman yang sudah dimiliki, tiket ke Roma diyakininya akan diraih. "Kami harus jadi favorit, kami adalah juara bertahan Liga Champions dan sangat percaya diri. Akan lebih sulit nanti di kandang Arsenal, tapi itu bukan masalah karena kami sangat berpengalaman. Kami menciptakan banyak peluang dan kami yakin akan bikin gol lagi di Arsenal pekan depan". "Itu merupakan malamnya Almunia, dia menghalau banyak gol, saat sang kiper menjadi pemain terbaik di lapangan, itu menunjukkan betapa sulitnya tim lawan untuk mengembangkan permainan," pungkas Ronaldo.

O'Shea: Ini Belum Selesai

AFP/Paul EllisManchester United telah membuka jalan menuju ke final setelah mengantongi kemenangan atas Arsenal. Namun bagi John O'Shea perjuangan skuadnya belum selesai karena masih akan bertandang ke Emirates. O'Shea menjadi bintang bagi MU di leg pertama setelah gol tunggal di menit ke-20 membuat skuadnya unggul 1-0. Hasil tersebut menjadi modal besar bagi MU untuk melangkah ke final di Roma. Meski demikian, kemenangan tersebut masih belum cukup aman bagi MU. Apalagi melihat permainan Arsenal, khususnya aksi kiper Manuel Almunia yang beberapa kali menggagalkan peluang 'Setan Merah'. O'Shea pun mengakui perjuangan mereka menuju Roma belum selesai. "Mungkin, kesempatan masih kami punya," ungkap pemain Irlandia ini seperti dilansir Sky Sports. "Kiper mereka telah membuat beberapa penyelamatan gemilang, namun dari penampilan kami di babak pertama kami seharusnya bisa mencetak beberapa gol lagi," kata O'Shea. "Saat ini kami memimpin, kami harus dapat mempertahankan gawang kami dari gol dan kami juga tahu kami mampu mencetak gol di Emirates. tentu saja ini belum berakhir," tukasnya. Sementara manajer Sir Alex Ferguson telah memberikan pujian kepada O'Shea atas golnya ke gawang Arsenal. Fergie juga menjanjikan akan memasukan O'Shea dalam skuadnya jika mereka lolos ke final.

Boro Ancam Peluang MU

ReutersSir Alex Ferguson menyiratkan kekhawatiran saat Manchester United cuma bisa menang 1-0 atas Arsenal di leg pertama semifinal Liga Champions. Makin membuat Fergie was-was adalah agenda Liga Inggris akhir pekan ini. Sebiji gol John O'Shea menjadi penentu kemenangan 1-0 MU atas Arsenal dalam laga di Old Trafford, Kamis (30/4/2009) dinihari tadi. Skor tersebut selayaknya disesali kubu The Red Devils karena mereka seharusnya bisa mengakhiri laga dengan skor lebih besar mengingat banyaknya peluang yang tercipta. Kemenangan dengan selisih satu gol masih sangat rawan buat MU mengingat leg kedua akan dihelat di kandang Arsenal pekan depan. Yang bikin Fergie makin was-was menghadapi laga tersebut adalah jadwal pertandingan Liga Inggris akhir pekan ini. Bertandang ke Middlesbrough yang kini menghuni posisi 19 klasemen seharusnya bukan masalah buat Wayne Rooney cs. Tapi yang membuat perjuangan di Riverside berpotensi menyulitkan adalah adanya tuntutan untuk tetap meraih kemenangan, tiga poin jadi hal yang wajib diraih mengingat Liverpool masih setia menguntit di posisi dua. "Keuntungan besar Arsenal adalah mereka bisa memainkan Pat Rice (asisten pelatih Arsenal) sebagai bek kanan dan Arsene Wenger sebagai striker pada laga hari Sabtu. Itu tak jadi masalah buat mereka saat menghadapi Portsmouth," seloroh Fergie beranalogi. "(Sementara) kami harus menurunkan tim yang bisa meraih kemenangan. Kami akan bertanding saat makan siang di Middlesbrough dan saya pikir itu bukan sesuatu yang baik. Tapi kami harus tetap menghadapi itu," sambung dia. Dengan masih memiliki satu pertandingan tersisa, MU kini unggul tiga poin atas Liverpool di posisi dua. The Reds akhir pekan ini akan menghadapi Newcastle United di Anfield. Demikian diberitakan BBC.

Fergie Jamin Posisi O'Shea di Final

ReutersJohn O'Shea dapat hadiah ulang tahun sempurna dari Sir Alex Ferguson. Atas peran dan golnya ke gawang Arsenal, bek 28 tahun itu dijamin dapat satu tempat di final Liga Champions, jika Manchester United lolos tentunya. Kamis (30/4/2009) ini O'Shea merayakan hari jadi yang ke-28. Pesepakbola berkebangsaan Republik Irlandia itu mungin sedang merasakan hari ulang tahun paling membahagiakan setelah dia tampil sebagai penentu kemenangan 1-0 MU atas Arsenal di leg pertama semifinal Liga Champions. Tapi kegembiraan pria bernama lengkap John Francis O'Shea itu tak berhenti sampai pada gol yang sudah dicetaknya. Dirasa punya peran besar dalam kemenangan The Red Devils, O'Shea yang lebih sering jadi cadangan dipastikan akan mendapat satu tempat dalam laga final, jika MU lolos. "Dia pemain yang profesional. Anak yang tak pernah mengeluh dan dia juga tak bermasalah dimainkan di manapun. O'Shea tak selalu jadi pilihan utama tapi dia mampu tampil di 30 pertandingan dalam semusim dan kami sangat bersyukur dengan kontribusinya itu. Saat ini, dia akan masuk dalam tim jika kami melangkah ke final," ungkap Fergie di BBC. O'Shea termasuk salah satu pemain serba bisa yang dimiliki MU. Selain mampu bermain sebagai gelandang bertahan, dia juga sempat diberi peran sebagai bek kiri, bek tengah atau mengisi posisi bek kanan seperti yang dia mainkan pagi tadi, mengisi posisi Gary Neville yang dibekap cedera. "Ini hadiah dini buat saya dan saya mendedikasikannya buat ayah saya yang tengah menjalani masa-masa berat belakangan ini dan semoga saja hal ini bisa membuatnya ceria," cetus pemain yang sudah mencetak sembilan gol dari 215 penampilannya bersama "Setan Merah" itu.

Giggs Tak Terkalahkan

Giggs (AFP/Paul Ellis)Ryan Giggs sekali lagi mencatatkan namanya di buku sejarah Manchester United dengan mencatatkan penampilan ke-800. The Welsh Wizard menegaskan dirinya tak terkalahkan. Giggs menorehkan rekor itu saat membela MU menghadapi Arsenal di partai pertama semifinal Liga Champions, Kamis (30/4/2009) dinihari WIB. Pemain berusia 35 tahun itu masuk lapangan di menit 67 untuk menggantikan Anderson. Di usia senja, Giggs terbukti masih sanggup tampil ciamik. Gelandang dengan kaki kiri dahsyat itu sekali menjebol gawang Arsenal tetapi gol itu dianulir wasit karena ia sudah dianggap off-side. Oke, lupakanlah kegagalan Giggs menandai torehan rekornya dengan sebuah gol. Lihatlah catatan mengagumkan yang telah dibuat pemain asal Wales itu selama 18 tahun lebih memperkuat The Red Devils. Giggs adalah pemain dengan koleksi gelar terbanyak di Inggris dengan sudah menyumbangkan 10 gelar juara Liga Inggris, dua titel Liga Champions, empat Piala FA dan tiga Piala Carling. Penampilannya yang ke-800 tadi malam adalah sebuah pengukuhan predikat Giggs sebagai pemain paling legendaris di Old Trafford. Musim lalu, Giggs sudah melewati rekor penampilan terbanyak di MU yang dipegang oleh Sir Bobby Charlton dengan 758 penampilan. Giggs juga telah melengkapi rekor itu dengan sebuah prestasi pribadi berupa titel Pemain Terbaik versi PFA yang diraihnya akhir pekan lalu. Inilah kali pertama Giggsy menerima penghargaan itu semenjak ia memulai karirnya di usia 17 tahun pada tahun 1991. "Itu sebuah prestasi yang tak bisa dipercaya. Penghargaan itu sangat layak untuknya karena dia menjalani musim ini dengan fantastis, yakni membantu tim mencetak gol," ujar Cristiano Ronaldo kepada MUTV. "Delapan ratus penampilan itu sungguh luar biasa dan saya ingin bisa menjadi seperti dia suatu saat nanti. Ini fantastis," sambung pemain yang 12 tahun lebih muda ketimbang Giggs itu. Kiper MU, Edwin van der Sar, menganggap catatan itu akan sangat sulit dipecahkan oleh pemain lainnya dalam waktu yang cukup lama. "Itu akan jadi rekor yang sangat sulit untuk dikalahkan," kata Van Der Sar suatu kali. "Ada banyak perubahan sekarang ini; dalam hal transfer dan juga hal lainnya. Ryan memulai karirnya sangat awal. Anda tidak akan melihat hal seperti itu lagi di masa mendatang," sanjung kiper asal Belanda itu. Tak hanya kawan yang memberi tabik kepadanya. Seorang Arsene Wenger saja tak sungkan untuk melayangkan rasa kagumnya kepada pemain berambut kriwil itu. "Saya punya banyak respek buatnya. Saat seorang pemain menghabiskan 18 tahun di level ini, Anda harus memberikan seluruh respek Anda atas semua yang telah ia berikan; pengorbanan dan juga fokus," tutur Wenger. Di luar prestasinya di lapangan, Giggs juga kerap menjadi contoh karena perilakunya yang santun dan tidak neko-neko. Kabar tentang Giggs yang terlibat skandal atau mengikuti pesta-pesta gila adalah hal terakhir yang akan dimuat oleh koran-koran kuning Inggris yang nyinyir. Dengan semua kehebatan itu, rasanya masih banyak pujian bertebaran untuk Giggs bila memang ada niat untuk mengumpulkannya. Jadi, kurang apalagi, Giggsy memang tak terkalahkan.

Kemenangan MU Dibayar Ferdinand

Rio Ferdinand (Reuters) Manchester United terancam kehilangan Rio Ferdinand hingga dua atau tiga pekan. Bek internasional Inggris itu mengalami cedera di tulang rusuk dan ditarik keluar saat laga melawan Arsenal belum berakhir. Dalam laga yang dihelat di Stadion Old Trafford, Kamis (30/4/2009) dinihari WIB, MU menang 1-0 berkat gol tunggal John O'Shea. Namun kemenangan ini sedikit harus dibayar mahal. Ferdinand terlihat tergeletak di lapangan usai dalam sebuah tendangan bebas berbenturan dengan Nicklas Bendtner. Ia kemudian dipapah keluar oleh tim medis MU dan posisinya digantikan oleh Jonny Evans sembari memegangi bagian samping dadanya. Menurut keterangan Sir Alex Ferguson, ia mengalami cedera pada bagian tulang rusuknya. Ferdinand telah dibawa ke rumah sakit, tetapi hasil pemeriksaan lanjutannya belum keluar sehingga MU masih harus menunggu berapa lama ia akan absen. "Rio mendapatkan retakan di tulang rusuknya. Dia pergi ke rumah sakit sebagai tindakan pencegahan dan kami berharap tidak ada yang patah karena itu bisa membuatnya absen dua atau tiga pekan. Kami akan melihat dan menunggu," ujarnya seperti dilansir Reuters. Jika pada akhirnya Ferdinand absen hingga dua atau pekan, maka dia tak akan memperkuat MU di leg kedua di Emirates Stadium. Padahal laga itu terhitung krusial untuk menentukan langkah 'Setan Merah' ke final Liga Champions.

'Masih Jauh dari Usai'

O'shea (AFP/Paul Ellis)Manchester United memang dapat menundukkan Arsenal 1-0 di leg pertama semifinal Liga Champions. Namun John O'Shea mengatakan bahwa perjuangan masih jauh dari usai. O'Shea tampil sebagai pahlawan MU dalam laga yang dihelat di Old Trafford, Kamis (30/4/2009) dinihari WIB itu. Bek Irlanda itu mencetak gol tunggal tuan rumah di tengah aksi heroik Manuel Almunia menggagalkan sejumlah peluang 'Setan Merah'. Ketangguhan Almunia dalam mengamankan gawang membuat O'Shea tak segan meluncurkan sanjungan kepada kiper berpaspor Spanyol tersebut. "Kiper mereka mampu membuat dua penyelamatan hebat namun dari penampilan babak pertama kami kami seharusnya dapat mencetak beberapa gol lagi," ungkap pemain berusia 27 tahun tersebut seperti dikutip Goal. "Namun punya keunggulan, kami dapat menjaga gawang tidak kebobolan dan kami tahu kami mampu mencetak gol tandang. Namun ini sama sekali belum selesai," imbuh O'Shea kemudian. Di laga itu MU membangkucadangkan Ryan Giggs dan Dimitar Berbatov dan posisi mereka ditempati Darren Fletcher dan Carlos Tevez. O'Shea menjelaskan bahwa hal itu merupakan strategi timnya untuk dapat memenangkan pertarungan perebutan bola. "Kami terus menekan mereka tetap di daerahnya semampu kami. Tekanan tetap pada Arsenal dan sekali kami mendapat bola, kami memainkannya dari sana," terangnya. "Ini berjalan dengan baik, terutama di babak pertama dan di beberapa waktu di babak kedua. Namun Arsenal merupakan tim yang bagus. Mereka dapat menguasai bola dengan baik dan sangat sulit untuk merebutnya dari mereka. Namun di atas semua itu kami harus merasa senang," tutup O'Shea.

Ronaldo: MU Butuh Gol di Emirates

CR7 Ronaldo, MU vs Arsenal (Reuters)Kemenangan 1-0 atas Arsenal di leg pertama semifinal Liga Champions masih rawan buat Manchester United. Supaya bisa memuluskan langkah ke final, Cristiano Ronaldo meminta rekannya bikin gol lagi di Emirates Stadium. Di Old Trafford, Kamis (30/4/2009) dinihari WIB, MU sesungguhnya tampil dominan atas tamunya saat memetik kemenangan 1-0 . Tuan rumah tercatat membuat delapan shot on target, jauh unggul atas The Gunners yang cuma punya satu tembakan ke arah gawang Edwin van der Sar. Adalah penampilan gemilang Manuel Almunia yang membuat The Red Devils tak mampu mencetak banyak gol demi menjadi modal menghadapi laga kedua di kandang Arsenal sepekan ke depan. Sadar kemenangan satu gol jauh dari cukup untuk bisa mengamankan tiket ke final, Ronaldo ingin agar MU tidak tampil bertahan di leg kedua dan justru harus bisa mencetak gol. "Selalu penting untuk bisa meraih kemenangan. Kami tahu kalau kami seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol malam ini, dan itu tidak kami lakukan. Inilah sepakbola. Sekarang kami akan pergi ke sana (London) dan mencoba mencetak satu atau dua gol," ungkap Cristiano Ronaldo usai laga seperti diberitakan Skysport. Peluang MU untuk bisa menang, atau setidaknya imbang, di Emirates tentunya masih terbuka. Tapi dalam lawatan terakhirnya ke sana pada awal November lalu "Setan Merah" justru dipaksa pulang dengan kekalahan 1-2, hasil laga yang menurut pemain terbaik dunia itu bisa dijadikan pelajaran berharga oleh skuad The Red Devils. "Kami mendominasi seluruh pertandingan. Arsenal tim yang fantastis, yang mampu menahan bola dengan baik, tapi mereka tak mampu bikin peluang malam ini. Kami harus yakin kalau kami bisa mencetak gol di sana. Saya yakin kami akan punya beberapa peluang untuk mencetak gol, tapi kami juga harus mewaspadai Arsenal, mereka punya pelatih dan pemain yang bagus. Kami harus menghormati itu," pungkas Ronaldo.

'Harusnya MU Menang 4-0'

AFP/Paul EllisSir Alex Ferguson mengaku senang dengan kemenangan 1-0 yang diraih Manchester United atas Arsenal. Tetapi manajer asal Skotlandia ini menyebut, MU seharusnya bisa menang 4-0. Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Old Trafford, Kamis (29/4/2009) dinihari WIB, MU tampil relatif lebih dominan atas sang tamu. Mereka memenangi penguasaan bola dan beberapa kali menciptakan peluang emas. Gol akhirnya memang berhasil mereka ciptakan, tetapi tak sebanyak peluang yang mereka hasilkan. The Red Devils bisa berterimakasih kepada John O'Shea yang bisa menaklukkan ketangguhan Manuel Almunia pada menit 17. Sir Alex mengaku puas dengan permainan yang telah ditampilkan oleh pasukannya. Satu-satunya yang ia sayangkan adalah bahwa seharusnya mereka bisa mencetak lebih banyak gol. "Saya sangat puas dengan penampilan kami, level operan kami dan pergerakan kami sangat bagus, kami juga bermain dalam tempo yang cepat. Mungkin kami seharusnya bisa mencetak empat gol," ujarnya seperti dilansir Reuters. "Tetapi sebelum pertandingan saya telah mengatakan bahwa saya ingin kemenangan tanpa kebobolan, dan kami berhasil melakukan itu. Anda tak bisa meraih segalanya di dalam hidup, jadi kami akan melangkah maju." "Pertandingan ini belum usai, tapi kami tahu kami bisa pergi ke sana dan mencetak gol. Itulah masalah yang akan dihadapi Arsenal," pungkasnya. Leg kedua antara kedua kesebelasan akan berlangsung pekan depan, kali ini di kandang Arsenal, Emirates Stadium.

O'Shea Pahlawan, Almunia Bintang

ReutersJohn O'Shea jadi pahlawan kemenangan 1-0 Manchester United atas Arsenal lewat gol yang dicetaknya. Dari kubu The Gunners, Manuel Almunia jadi bintang setelah membuat banyak penyelamatan gemilang yang menghindarkan timnnya dari kekalahan lebih besar. MU langsung tancap gas diawal laga, menyusul terciptanya sebuah peluang matang yang dibuat Wayne Rooney di menit pertama. Tandukan striker Inggris itu meneruskan umpan silang Darren Flecher mengarah ke tiang jauh harus dengan susah payah dikejar dan ditepis Manuel Almunia. Belum sempat pemain Arsenal mengambil napas, tekanan lain datang melalui Cristiano Ronaldo. Bola crossing-nya yang melintas deras di muka gawang tak bisa dipotong Rooney maupun Carlos Tevez yang dipasang sebagai duet lini depan. Arsenal tak diam saja karena mereka berusaha meladeni permainan menyerang MU, meski nyaris tak ada yang menghasilkan peluang matang. Justru tuan rumah yang lagi-lagi dapat kesempatan emas saat umpan diagonal O'Shea gagal diselesai Tevez dengan sempurna, tendangan striker Argentina itu dari jarak sangat dekat berhasil dihadang Almunia. Kiper Spanyol itu bahkan melakukan penyelamatan gemilang lain saat kembali memblok dengan dadanya upaya rebound Tevez. Di menit 17 MU akhirnya membuka keunggulan. Bermula dari tendangan sudut di sisi kiri pertahanan Arsenal, bola yang melambung ke tiang jauh berhasil dikuasi Michael Carrick yang kemudian mengembalikan bola ke tengah kotak penalti. Berdiri tanpa kawalan, sepakan keras O'Shea yang sempat membentur kaki Michael Silvestre gagal diblok Almunia. Sembilan menit setelah gawangnya kebobolan, Arsenal nyaris menyamakan kedudukan. Lewat kerjasama segitiga yang diawali Theo Walcott yang kemudian mengumpan pada Adebayor, bola langsung dilepas pada Fabregas yang melepaskan tendangan jarak jauh. Tapi Edwin Van der Sar tak banyak kesulitan mengamankan gawangnya dari prosesi serangan tersebut. Almunia lagi-lagi jadi pahlawan Arsenal. Kiper berkebangsaan Spanyol itu dengan gemilang menghalau tandukan Ronaldo tepat di muka gawang saat menyambut umpan silang dari sisi kanan. Kisah kepahlawanan kiper 31 tahun itu tak berhenti sampai di situ, di menit 31 dia nekat berduel dengan Tevez yang mengejar umpan terobosan. Akibatnya Almunia harus mendapat perawatan karena dadanya beradu dengan kaki striker yang santer dikabarkan akan hengkang dari Old Trafford itu. Selanjutnya Arsenal kembali mampu menguasai bola meski tak kunjung melakukan penetrasi. Samir Nasri dan Fabregas dipaksa berputar-putar di lapangan tengah karena kesulitan menembus pertahanan MU. Tak ada gol tambahan di paruh pertama. Tensi permainan banyak menurun di awal babak kedua. Arsenal memang mampu lebih memberi perlawanan, namun meski tekanan MU tak segencar di paruh pertama, anak asuh Arsene Wenger tetap kesulitan menembus benteng pertahanan "Setan Merah" yang dikawal Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic. Shot on goal pertama di babak ini baru datang di menit 64 ke arah gawang Van der Sar. Menerima dengan dada umpan yang diberikan Alex Song, tendangan voli Adebayor dari tepi kotak penalti melayang jauh dari sasaran yang dituju. Lima menit berselang MU membalas, tendangan keras yang dilepaskan Ronaldo dari jarak sekitar 27 meter membentur dengan keras mistar gawang Arsenal saat Almunia sudah tak bisa berbuat apa-apa lagi. Pergantian pemain dilakukan Fergie, Ryan Giggs dan Dimitar Berbatov masuk menggantikan Anderson serta Tevez. Buat Giggs, ini merupakan kali ke-800 dia tampil membela The Red Devils. Mulai dari sini pertandingan kembali berjalan dengan alur cepat. Rooney nyaris membawa MU unggul dua gol saat dia dengan lincah memperdaya dua pemain bertahan Arsenal, namun Rooney tak beruntung bola yang yang diarahkannya ke gawang membentur kaki pemain Arsenal yang lain. Di menit 74 Silvestre membuat penyelamatan vital saat menghadang Ronaldo menanduk bola yang diumpan Rooney, saat itu Almunia menepis si kulit bundar. Giggs sepertinya akan menjalani malam yang sempurna di laga ke-800-nya saat dia menerima umpan terobosan Rooney dan dengan dingin memperdaya Almunia untuk menjebol jala Arsenal. Namun hakim garis di pinggir lapangan mengangkat bendera tanda terjadi offside. Sembilan menit sebelum bubaran, Wenger mencoba menyegarkan lini depannya dengan memasukkan Eduardo Da Silva dan menarik Adebayor. Empat menit setelahnya, Arsenal benar-benar punya peluang matang menyamakan kedudukan, namun tandukan Nicklas Bendtner saat menyambut umpan tendangan bebas Fabregas terlalu bertenaga. Dari jarak hanya sekitar tujuh meter, ceritanya mungkin akan beda jika striker Denmark itu memilih untuk sekedar membelokkan si kulit bundar. MU malah mendapat kabar buruk di menit 86 setelah Ferdinand terpaksa ditarik keluar karena cedera usai berbenturan dengan pemain Arsenal dan Van der Sar. Dia kemudian ditarik keluar dan digantikan Jonathan Evans. Akan jadi kerugian besar buat MU jika Ferdinand sampai absen di laga kedua. Empat menit masa injury time yang diberikan wasit tak mampu dimanfaatkan oleh MU untuk memperbesar modal mereka menjalani leg kedua di Emirates stadium pekan depan. Begitu juga dengan Arsenal yang gagal mencetak gol penyama. Susunan Pemain Manchester United: 1-Edwin van der Sar; 22-John O’Shea, 5-Rio Ferdinand (Jonathan Evans '88), 15-Nemanja Vidic, 3-Patrice Evra; 24-Darren Fletcher, 16-Michael Carrick, 8-Anderson (Ryan Giggs '67); 7-Cristiano Ronaldo, 32-Carlos Tevez (Dimitar Berbatov '67), 10-Wayne Rooney. Arsenal: 1-Manuel Almunia; 3-Bacary Sagna, 5-Kolo Toure, 18-Mikael Silvestre, 40-Kieran Gibbs; 2-Abou Diaby, 17-Alex Song; 14-Theo Walcott (Nicklas Bendtner '71), 4-Cesc Fabregas, 8-Samir Nasri; 25-Emmanuel Adebayor (Eduardo '83).