Selasa, April 28, 2009

Tutup Pintu Bayern, Mancio Goda Juve

Mancini (Reuters)Roberto Mancini tengah dikaitkan dengan sejumlah klub. Untuk saat ini sang agen menutup peluang untuk Bayern Munich dan Sampdoria, serta membuka asa buat Juventus. Seiring dengan pernyataan akan kembali melatih musim panas ini, spekulasi ke mana Mancini akan berlabuh pun dimulai. Dirumorkan bahwa salah satu yang berminat adalah Bayern, yang baru melepas Juergen Klinsmann untuk digantikan Jupp Heynckes. "Bayern? Mereka sudah memecat Klinsmann tapi telah menunjuk orang lain. Jadi tidaklah memungkinkan untuk ke sana, setidaknya tahun ini," tutur agen Mancini, Giorgio de Giorgis, kepada radio Kiss Kiss yang dikutip Setanta, Selasa (28/4/2009). Satu klub lain yang juga ditutup kemungkinannya oleh Mancini adalah klub Seri A, Sampdoria. "Sampdoria? Saat ini mereka masih punya manajer. Bukannya dia takkan mempertimbangkan, tapi Sampdoria tengah bagus di liga dan masih punya pelatih." Klub Seri A lain, Juventus, juga diisukan meminatinya. Apalagi nasib pelatihnya, Claudio Ranieri, juga tak henti-hentinya disebut-sebut media tengah di ujung tanduk. "Roberto adalah pelatih. Jika Juventus memanggilnya, maka dia akan mempelajari tawaran mereka," aku Giorgis. Lalu, apakah itu artinya Mancini sudah mulai condong ke Turin? Sepertinya tidak lantas demikian. "Roberto sudah bilang ingin kembali melatih bulan Juli, tapi belum tahu ke mana," tutup sang agen.

'Milan Bisa Kejar Inter'

AFPTahun 1999, AC Milan menjadi juara Seri A setelah mengejar ketinggalan tujuh poin atas Lazio. Dengan kondisi yang sama kini, Inter Milan bukan tak mungkin disusul oleh Rossoneri. Kemenangan Milan atas Palermo dan tumbangnya Inter di tangan Napoli membuka kembali persaingan menuju Scudetto yang beberapa pekan sebelumnya seperti sudah habis. Keunggulan poin Nerazzurri yang sebelumnya mencapai 10 angka kini terpangkas menjadi tujuh poin dengan lima laga tersisa musim ini. Secara matematis, peluang Paolo Maldini cs menyudahi musim ini di posisi teratas masih terbuka lebar. Kondisi mana justru diyakini bakal terjadi oleh Alberto Zaccheroni, mantan pelatih Rossoneri dalam kurun 1998-2001. "Bukan sesuatu yang gila untuk meyakini kalau Milan akan mampu melakukannya. Rossoneri kini tanpa beban apapun dan mereka bisa menyajikan kejutan besar. Tak banyak pertandingan tersisa, jadi mereka harus melakukan usaha terakhirnya," ungkap Zaccheroni di Channel4. Tahun 1999, Milan yang saat itu dibesut Zaccheroni berhasil menjadi juara setelah mengejar ketinggalan tujuh poin atas Lazio di puncak klaesemen. Kalau Milan kini bisa makin merapatkan jarak dengan Inter, pria yang juga sempat melatih Inter itu menilai anak asuh Jose Mourinho terlalu santai. "Inter mungkin terlalu santai sekarang ini. Meski begitu saya tetap berpikir kalau mereka adalah tim terbaik, rekor pertandingan mereka baik tandang maupun kandang luar biasa dan sekarang masalahnya tinggal bagaimana mereka bisa berkonsentrasi," pungkas pria 56 tahun itu.

Milan Layaknya Beyonce Buat Adebayor

ReutersSanter diisukan akan diboyong AC Milan, Emmanuel Adebayor mengaku terhormat didekati oleh raksasa Italia itu. Baginya, bergabung dengan Rossoneri seperti menjadi kekasih Beyonce. Carlo Ancelotti beberapa waktu lalu pernah memuji kemampuan Adebayor dengan mengatakan kalau striker Togo itu akan sangat cocok bermain di Milan. Meski akhirnya memilih tetap mengenakan kostum Arsenal, Adebayor mengatakan betapa dirinya merasa senang diincar klub sekaliber Milan. "Saya sangat senang dapat bermain di klub ini dan sejujurnya, Milan merupakan klub yang menjadi legenda di dunia yang mencoba mendapatkanku," tutur Adebayor kepada Soccernet, Senin, (27/04/2009). "Bagiku ini merupakan sesuatu yang sangat istimewa. Seperti seorang pemuda yang dicari oleh seorang Beyonce," sambung dia beranalogi. Namun fans The Gunners tak perlu khawatir akan pernyataan Adebayor. Meski mengaku tersanjung dengan pendekatan Milan, striker yang didatangkan dari AS Monaco itu menegaskan kalau dirinya masih akan bertahan di Emirates Stadium. "Mereka berbicara pada saya bahwa Milan mengincar saya. Saya sangat senang dengan hal itu, namun bagi saya hal terpenting untuk saya adalah bermain untuk Arsenal. Saya sangat senang di sini. Jadi tidak ada alasan bagiku untuk hengkang," pungkas dia.

Webb Akui Keliru Beri MU Penalti

Penalti MU (Reuters)Manchester United sempat di ambang kekalahan saat melawan Tottenham Hotspur. Itu semua berubah saat wasit Howard Webb memberi MU penalti, sebuah keputusan yang kini Webb akui keliru. Pada akhir pekan lalu, MU ketinggalan 0-2 pada 45 menit pertama menghadapi Spurs. Peruntungan mulai membaik setelah Michael Carrick dinilai Webb telah dilanggar dengan ilegal oleh Heurelho Gomes di kotak terlarang. Tendangan 12 pas yang lantas diberikan Webb bukan hanya melahirkan gol penipis ketinggalan buat 'Setan Merah'. Terbukti kalau itu juga jadi momentum kebangkitan MU yang lantas menang 5-2. "Saya sudah melihatnya lagi dan saya pikir itu adalah kesalahan, tapi kami (wasit) membuat keputusan ini dengan jujur," aku Webb kepada BBC Radio yang dikutip Telegraph, Rabu (29/4/2009). "Saya bisa melihat pemain Manchester United mengenai bola dan saya melihat dia dijatuhkan kiper, tapi saya luput melihat arah bola berubah setelah mengenai jari kiper," papar dia. Insiden tersebut jelas sudah bikin kubu Spurs meradang. Tetapi jangan salah, Webb sendiri pun tak senang. "Saya kecewa karena selalu berusaha mencari kesempurnaan. Tapi tunjukkan satu orang yang tak pernah bikin salah dan saya akan tunjukkan kepada Anda orang yang tak berbuat apapun," sergah Webb. Perkara penalti, Webb dicatat AFP pernah mendapat ancaman pembunuhan dari fans Polandia karena menghadiahi Austria tendangan penalti saat kedua tim berhadapan di Euro 2008 lalu. Penalti dari wasit berusia 37 tahun tersebut menjadikan skor akhir 1-1.