Senin, Mei 04, 2009

Duel Otak vs Otot

Dani Alves (AFP)Seni sepakbola menyerang nan atraktif milik Barcelona berhasil diredam permainan fisik bertahan punya Chelsea. Karena otak lebih baik dari otot, maka Daniel Alves yakin The Catalans bakal lolos ke final. "Tentunya kami berharap Chelsea akan bermain lebih menyerang. Tapi taktik yang mereka peragakan di pertemuan pertama tidaklah mengejutkan," ungkap Daniel Alves jelang pertemuan kedua Chelsea kontra Barca seperti diberitakan Telegraph. Bersama Pep Guardiola, Barca mempertahankan sepakbola menyerang nan atraktif yang sebelumnya digarap Frank Rijkaard. Pep malah terhitung lebih sukses lagi karena lini depan Barca makin mengerikan musim ini dengan rata-rata gol per pertandingan di La Liga mencapai angka 2,9. Karena keindahan permainan yang diperagakan, banyak yang menyebut permainan Barca adalah sebuah seni. Sesuatu yang sangat bertentangan dengan permainan Chelsea yang mengandalkan kekuatan fisik pemainnya saat membangun pertahanan, utamanya dalam laga leg pertama pekan kemarin. "Bagaimanapun kami percaya kalau Anda bisa mengalahkan kekuatan fisik dengan kecerdasan, karena itulah yang akan kami lakukan saat menghadapi Chelsea dan Arsenal atau Manchester United di final. Kami ingin memastikan tak ada all-English final, tak kemenangan Inggris di Roma. Kami akan menggunakan kecerdasan kami untuk mengalahkan kekuatan mereka. Pikiran akan menguasai tubuh," pungkas mantan pemain Sevilla itu.

Mau Menang, Chelsea Pilih Bertahan

ReutersKemenangan jadi harga mati buat Chelsea untuk bisa lolos ke final Liga Champions. Tapi sadar Barcelona terlalu berbahaya jika bermain terbuka, The Blues mengindikasikan akan tetap bertahan. Meski kemudian banyak dikritik karena menampilkan permainan bertahan, hasil 0-0 di Nou Camp tetap sebuah prestasi buat Chelsea. Meladeni permainan menyerang yang diperagakan Lionel Messi cs, Guus Hiddink tan punya pilihan lain di samping menumpuk pemain di daerah pertahanan sendiri. Taktik tersebut terbukti efektif, pemain Barca tidak dapat banyak berbuat di gawang Chelsea. Bahkan, motor serangan Barca, Lionel Messi, berhasil dimatikan dan tak mampu mengeksploitasi barisan pertahanan "Si Biru", sebagaimana dia lakukan tiga hari kemudian terhadap Real Madrid. Dengan hasil 0-0 di leg pertama, Chelsea tak punya pilihan lain kecuali menang di Stamford Bridge, Kamis (7/5/2009). Kondisi tersebut paling mungkin terjadi jika tampil terbuka dan bermain menyerang, meski Florent Malouda menyebut kemenangan tetap mungkin diraih dengan tetap bertahan. "Cara terbaik untuk mepersiapkan diri untuk melawan Barcelona adalah dengan kemenangan di kandang. Karena inilah yang akan kami lakukan Rabu besok," tukas winger asal perancis ini di situs resmi Chelsea. "Kami harus mempertahankan disiplin permainan yang kami peragakan di Camp Nou. Bertahan dengan sempurna dan setelah itu lebih efisien di depan gawang. Jangan beri mereka ruang, bermain dengan sangat rapat,"pungkasnya. Akhir pekan lalu saat menundukkan Fulham dengan 3-1, lini belakang Chelsea masih terhitung rawan karena tim tamu berhasil melesakkan satu gol di menit empat. Kondisi yang disadari benar oleh Hiddink dan tentunya harus banyak dia perbaiki demi meraih tiket ke Roma.

Messi Siap Madrid-kan Chelsea

AFPRasa percaya diri Barcelona sedang tinggi setelah memenangi laga El Clasico. Lionel Messi pun menyatakan keyakinannya mengalahkan Chelsea seperti mereka menaklukkan Real Madrid. Barca baru saja menuai kemenangan besar 6-2 atas musuh besarnya, Real Madrid, Sabtu kemarin. Kemenangan tersebut membuat anak-anak Catalan memimpin tujuh poin di klasemen La Liga yang nyaris rampung. Kemenangan itu tentu saja menjadi modal besar pula bagi Barca untuk bertandang ke Stamford Bridge, Kamis (6/5/2009) dinihari WIB. Messi, yang dua kali menjebol gawang Madrid, mengaku siap melakukan hal yang sama menghadapi Chelsea. "Kami akan melakukan cara yang sama menghadapi Chelsea, seperti yang kami lakukan saat melawan Madrid, dan kami akan bermain seperti itu. Kami akan memiliki banyak peluang," ungkap Messi seperti dilansir Sporting Life. Kedua tim masih punya peluang sama setelah di leg pertama bermain imbang tanpa gol. Meskipun kali ini Chelsea bermain di depan pendukungnya, namun messi tetap yakin bahwa mereka akan lolos ke final. "Jika kami melakukan seperti Sabtu kemarin, maka kami akan mencetak gol dan lolos. Ini sebuah dorongan yang besar. Kami menuju London dengan semangat besar dan keinginan untuk bertarung dengan keyakinan kami akan lolos," ujarnya.

Barca Bikin Hiddink Susah Tidur

Hiddink vs Pep Guardiola (Reuters)Kehebatan Barcelona membuat Guus Hiddink susah tidur ternyata bukan sekedar ungkapan karena meneer Belanda itu benar-benar dibuat pusing. Dia bahkan mengaku tidur sambil membawa kertas dan pensil. Tengah pekan kemarin Hiddink memang berhasil meredam Barca di Nou Camp setelah membawa pulang hasil 0-0. Sebuah cerita sukses yang kemudian dapat banyak cibiran karena dianggap bermain negatif. Namun opsi yang sama bisa jadi bukan pilihan yang bijak saat gantian berlaga di kandang sendir. Menang jadi kewajiban untuk lolos ke final untuk kali kedua secara beruntun, tapi itu juga menjadi dilema jika melihat hasil pertandingan Barca akhir pekan kemarin. Barcelona musim ini mengguncang eropa dengan sepakbola menyerangnya yang atraktif. Namun kemenangan 6-2 atas Real Madrid di Santiago Bernabeu menumbuhkan semacam kengerian terhadap Lionel Messi cs. Sesuatu yang kini dirasakan oleh Hiddink. "Saya tidur dengan membawa pensil dan kertas yang saya letakkan di sebelah saya. Saya sudah melakukannya minggu ini. Saya tak bisa tidur setelah pertandingan pertama dengan Barcelona jadi saya menulis di meja dekat saya. Itu terus-menerus melintas di pikiran saya, memikirkan beberapa opsi yang akan digunakan dalam latihan," ungkap Hiddink di Timesonline. Pelatih sementara The Blues itu sempat melakukan eksperimen saat menundukkan Fulham akhir pekan kemarin dengan menggunakan formasi berlian, meski untuk laga kontra Barca pada Kamis (7/5/2009) nanti diyakini akan memilih 4-2-3-1. "Saya memikirkan soal formasi yang berbeda, saya suka dengan tim yang fleksibel. Saya tak mau mereka terkejut karena kami memainkan dua striker bersamaan dan bertanya pada saya 'bagaimana kita melakukannya?' Kami harus menggunakan beberapa prinsip dan berlatih dengan hal itu. Saya tak ingin mereka panik. Itu akan menjadi pertandingan yang sulit, jujur saja," pungkas Hiddink.