Selasa, April 21, 2009

Dilema Hati 'Si Bajak Laut'

Esteban Granero (Reuters)Striker Getafe Esteban Granero merupakan mantan pemain Real Madrid. Ia masih menyimpan mimpi untuk bermain bagi El Real. Di sisi lain, Granero berhasrat membobol gawang Madrid di Santiago Bernabeu. Granero merupakan mantan pemain akademi sepak bola Real Madrid. Pemain kelahiran 2 Juli 1987 ini bergabung dengan tim yunior Real Madrid C di tahun 2004. Dua tahun berselang, ia naik ke Real Madrid B. Selama berkiprah di tim junior Granero diprediksi akan masuk ke tim senior Madrid. Kenyataannya, ia justru dipinjamkan ke Getafe di musim 2007/08. "Selalu ada sedikit pemain dari akademi sepak bola yang sukses menembus tim senior. Namun ada juga yang meraih sukses di luar Real Madrid," tukas Granero dikutip dari Goal. Bersama Getafe, pemain berjuluk El Pireta alias 'Si Bajak Laut' ini mulai unjuk kemampuan. Granero sukses mengantar Los Azulones hingga ke final Copa del Rey 2008. Ia mencetak satu gol di partai puncak, sayang Getafe harus menyerah 1-3 dari Valencia. Rabu (22/4/2009) dinihari WIB, Granero harus mengawal Getafe bertarung di Santiago Bernabeu, markas Madrid. Bagaimana perasaan hatinya menjelang laga ini? "Saya masih bermimpi kembali ke Madrid, di mana kontrak saya memungkinkan untuk itu," ujar pemain yang sudah bertatus permanen di Getafe, namun Madrid punya opsi untuk menariknya kembali ini. Meski sedang dalam situasi yang dilematis, pemain berusia 21 tahun ini tetap profesional. "Saya sudah dewasa, saya sudah bermain di posisi-posisi yang bebreda dan sebagai orang yang memiliki intelejensi, kita harus selalu belajar terutama menghadapi situasi-situasi yang sulit, saya sudah menantikan hampir selama setahun untuk laga ini. Ribuan kali saya bermimpi bermain dan mencetak gol di Bernabeu. Yang jelas, bila itu terjadi saya tidak akan merayakannya," tutupnya. Bila diturunkan, Granero akan menjalani debutnya di Bernabeu. Musim lalu ketika menyandang status pinjaman, ia tidak bermain ketika melawan Madrid baik kala home atau away. Penyebabnya Getafe sudah terikat perjanjian dengan Madrid untuk tidak memainkan El Pireta ketika keduanya saling berhadapan.

'El Clasico Penentu Titel Juara'

ReutersMasih tiga pekan lagi sebelum laga El Clasico antara Real Madrid vs Barcelona. Tapi karena "jadwal neraka" yang harus dilalui El Barca, juara La Liga bisa ditentukan di Santiago Bernabeu. Saat ini Barca dan Madrid masih bersaing ketat di puncak klasemen, dengan anak asuh Pep Guardiola memiliki keunggulan enam angka atas skuad besutan Juande Ramos. Dengan kompetisi yang tinggal menyisakan tujuh laga, persaingan menuju posisi teratas makin panas. Meski dalam keadaan unggul, posisi Barcelona bisa dalam ancaman serius jika menilik jadwal pertandingan mereka dalam tiga pekan ke depan. Sebelum menyambangi Madrid pada 3 Mei mendatang, Barca harus menjalani laga sulit saat menjamu Sevilla (22/4) pada tengah pekan ini dan menyambangi Valencia (25/4) di akhir pekan. Itu belum termasuk laga Liga Champiosn menghadapi Chelsea (28/4), yang dijadwalkan berlangsung lima hari sebelum lawatan ke Madrid (3/5). Inilah yang kemudian membuat El Clasico disebut-sebut akan menentukan persaingan menuju titel juara. Jika Barca gagal meraih hasil maksimal dalam dua laga yang memang berpotensi menyulitkan tersebut, posisinya di puncak klasemen sangat berpeluang diambil Los Blancos, yang pada saat bersamaan "cuma" menghadapi Getafe dan Sevilla. "Barcelona punya dua pertandingan yang sangat berat dan juga Liga Champions (menghadapi Chelsea di babak semifinal), dan titel juara akan ditentukan dalam laga Real Madrid-Barcelona ," ungkap Lassana Diarra di Reuters. "Kondisinya memang akan seperti itu dan pertemuan kedua tim tersebut akan menjadi laga yang spektakuler," sambung gelandang internasional Prancis itu. Masalah yang bakal dihadapi Barca tak sebatas pada kompetisi liga dan Liga Champions karena mereka juga masih menjaga peluang jadi juara di Piala Raja. Meski berpotensi terganggu kelelahan akibat padatnya jadwal kompetisi, Xavi Hernandes yakin kalau rekan-rekannya bisa menjaga semangat untuk bisa terus berada di depan hingga roda kompetisi akhirnya berakhir. "Adalah sesuatu yang istimewa bisa memiliki jadwal yang padat dan kesempatan untuk berkompetisi meraih kejayaan. Mereka (Real) berbicara soal hipotesis saja, sementara kami berbicara soal realita. Kamilah yang saat ini berada di depan dan kamilah yang masih memimpin enam poin," tegas Xavi.

Liga Spanyol Tengah Pekan: Langkah Berat Raksasa

Real Madrid (Reuters)Tengah pekan ini, Liga Spanyol akan memainkan jornada ke-32. Langkah berat siap menghadang dua raksasa yang tengah bersaing, Barcelona dan Real Madrid. Runner up Real Madrid akan menjamu Getafe, pada Rabu (22/4/2009) dinihari WIB. Catatan positif dan kabar buruk mengiringi persiapan Madrid menjelang laga ini. Catatan positifnya adalah Madrid tidak pernah kalah dalam 16 partai terakhir di mana hanya satu yang berakhir dengan hasil imbang. Nilai plus itu ditambah dengan catatan penampilan kandang Madrid yang begitu impresif yakni 13 kali menang, dua kali seri, dan hanya sekali kalah di Santiago Bernabeu. Namun kabar buruk datang karena Madrid harus kehilangan Wesley Sneijder. Akibat cedera, pemain asal Belanda ini harus absen selama lima pekan. Kehilangan Sneijder bisa menghadirkan dampak signifikan bagi Los Blancos. Sebagai perbandingan, di pertemuan pertama di markas Getafe akhir November silam, Sneijder hanya bermain selama 15 menit babak pertama dan kemudian digantikan pemain lain. Hasilnya, Madrid kalah 1-3. Madrid juga harus waspada, sebab Getafe juga berhasrat berlari dari zona degradasi. Barca Ditantang Sevilla Laga berat juga harus dijalani sang pemuncak klasemen Barcelona. Sevilla menjadi tamu yang harus ditaklukkan, Kamis (23/4/2009) dinihari WIB. Sevilla datang dengan berlipat. Selain membalas kekalahan 3-0 yang diderita di pertemuan pertama, tim dari Andalusia ini bertekad mengamankan posisi ketiga yang kini mereka duduki. Rapor away Sevilla pun tidak buruk-buruk amat. Delapan kali menang, empat kali seri, dan hanya tiga kali kalah. Salah satu kemenangan itu diraih atas tim kuat Real Madrid yang dibukukan Desember silam. Namun Barca begitu kuat di Camp Nou. Sejak dikalahkan Numancia di pekan pertama kompetisi Agustus silam, tidak ada lagi tamu yang bisa menang di markas Barca itu. Meski begitu, langkah Lionel Messi dkk. akan menjadi berat. Dalam tiga laga yang sudah berlangsung sepanjang bulan ini, Barca menang dengan skor 'irit', yakni dua kali menang 1-0 dan sekali menang 2-0. Dalam laga tersebut, Azulgrana menghadapi permainan ketat dari lawan. Barca harus waspada, karena lawan sudah menemukan cara untuk meredam laju permainan mereka.

Sevilla Menderita di Mestalla

Juan Mata (AFP/Diego Tuson)Sevilla menelan pil pahit saat mengunjungi Mestalla Stadium untuk bertanding melawan Valencia. Kartu merah dan penalti membuat mereka pulang dengan membawa kekalahan 1-3. Dalam lanjutan Liga Spanyol hari Senin (20/4/2009) dinihari WIB, Sevilla sempat memimpin ketika Julien Escude berhasil merobek gawang tuan rumah lewat tandukan kepalanya di menit kesembilan. Kesialan mereka bermula ketika Adriano Corretja diganjar kartu merah oleh wasit di dua menit tersisa di babak pertama. Pemain asal Brasil itu diusir dari lapangan karena melakukan tekel berbahaya dan bodoh terhadap David Villa. Tak lama dari insiden itu Valencia mulai menemukan keberuntungannya. Menyusul penggaran Escude terhadap Juan Mata, mereka mendapatkan hadiah penalti. Dan Villa sukses menaklukkan kiper Andres Palop. Bermain dengan 10 orang membuat Sevilla mendapat tekanan intensif dari tuan rumah. Villa nyaris mencetak gol keduanya ketika sebuah tembakannya hanya mengenai tiang gawang. Di menit 83 bek Sevilla, Fernando Navarro, dianggap wasit handsball di kotak penalti timnya. Mata mengeksekusi hadiah tembakan bebas dari jarak 11 meter itu dan membawa El Che unggul 2-1. "Bola memang mengenai tangan, tapi itu tidak disengaja," Navarro membuat pengakuan dalam situs resmi Sevilla. "Aku tak tahu apakah salah perhitungan dengan lompatanku, ataukah dia (David Silva) mendorongku. Tapi itu memang penalti. Pertandingan ini ditentukan oleh kesalahanku." Valencia memantapkan kemenangannya di penghujung babak kedua melalui gol pemain pengganti, Pablo Hernandez. Kemenangan keempat dari empat laga terakhir ini menguatkan posisi Valencia di posisi empat besar klasemen, dan untuk sementara cukup untuk menjaga jarak dengan tim-tim di bawahnya yang juga mengincar satu tiket ke Liga Champions musim depan. Dari 31 pertandingan tim asuhan Unay Emery itu telah mengantongi 52 angka, terpaut lima dari Sevilla yang tetap di urutan ketiga. Barcelona (78) masih memimpin kompetisi dengan keunggulan enam poin dari tim peringkat dua, Real Madrid.