Tampilkan postingan dengan label Liga Spanyol 2008/2009. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liga Spanyol 2008/2009. Tampilkan semua postingan

Senin, Mei 04, 2009

Menang, Atletico Buru Valencia

Diego Forlan (Reuters)Tempat Valencia di zona Liga Champions mulai diancam Atletico Madrid yang menguntit dengan selisih satu angka, setelah kedua tim menjalani laga dengan hasil berbeda, Senin (4/5/2009) dinihari WIB. Valencia yang bermain lebih dulu dari Atletico dipaksa menelan pil pahit dalam kunjungannya ke Estadio Olimpico de Montjuic, markas Espanyol. Di sana El Che dilumat tuan rumah dengan tiga gol tanpa balas. Ketiga gol buat tuan rumah baru dicetak pada babak kedua. Dua di antaranya bahkan masuk hitungan "gol telat" karena baru dibuat di 10 menit terakhir. Pada menit 66 Roman bikin tuan rumah bersorak dengan golnya. Riuh rendah kian membahana setelah Nicolas Pareja membuat skor jadi 2-0 delapan menit sebelum bubaran. Penalti Nene di menit-menit akhir pun melengkapi pesta tuan rumah. Kekalahan buat Valencia memang tak menggeser posisi mereka di peringkat empat klasemen La Liga Primera dengan angka 56. Tapi ancaman sudah mengintip, karena di bawahnya ada Atletico dan Villarreal yang sama-sama punya poin 55. Berbeda dengan Valencia, Atletico yang juga menjalani laga lawatan sukses membungkam tuan rumah. Di Estadio Manuel Ruiz de Lopera kandang Real Betis, sepasang gol dari Diego Forlan pada menit 14 dan 89 bikin Atletico pulang dengan angka penuh. Atletico dan Valencia sendiri masih akan berhadapan di Vicente Calderon pada 17 Mei mendatang. Susunan Pemain: Real Betis: Ricardo; Juanito, Melli, Fernando Vega, Nélson, Jesus Capi, Canas (David Odonkor '83), Ricardo Oliveira, Achille Emana (Alberto Rivera '83), Mark Gonzalez, Juanma (Edu '24). Atlético Madrid: Leo Franco; Tomas Ujfalusi, Luis Perea, Mariano Pernia, Johnny Heitinga, Raúl García, Paulo Assuncao, Ever Banega (Florent Sinama-Pongolle '54), Miguel de las Cuevas (Luis Garcia '77), Maxi Rodríguez (Sergio Leonel Aguero '74), Diego Forlan.

Depor Pijak Eropa, Recreativo Amankan Angka

 Kemenangan 1-0 yang dipetik Deportivo La Coruna atas Valladolid sementara membuat Depor berada di zona Eropa untuk Piala UEFA. Sementara Recreativo menyibak asa untuk bertahan di La Liga usai menang atas Osasuna. Bermain di Riazor, Minggu (3/5/2009), penguasaan Depor jauh mengungguli tamunya. Soccernet mencatat tuan rumah unggul 64 persen berbanding 36. Akan tetapi, Depor sendiri tak sering mengancam gawang lawan. Toh memang cuma gol Lassad Nouioui di menit ke-7 saja yang hadir dalam laga ini. Tiga angka tambahan untuk sementara membuat Depor melangkah ke posisi enam menggeser Atletico Madrid yang baru akan bermain Senin (4/5/2009) dinihari WIB nanti. Jika Atletico menang, Depor dipastikan turun posisi lagi. Sementara di Estadio El Sadar markas Osasuna, tuan rumah unggul duluan lewat Walter Pandiani, namun akhirnya kalah 1-2 dari Recreativo. Osasuna sendiri bermain minus Sergio sejak menit 55 karena dikartu merah. Untuk Recreativo yang sedang berjuang untuk bertahan di La Liga, tambahan tiga poin ini teramat krusial. Berkat tambahan tersebut, mereka mengemas 33 angka guna menempati peringkat 19. Satu tempat di atas Recreativo, atau peringkat teratas zona maut, diisi oleh Sporting Gijon (34 poin) yang tak kuasa mendulang angka penuh saat menjamu Athletic Bilbao. Kedua tim berbagi poin 1-1.

Madrid Tak Terapkan Strategi Anti-Messi

Real Madrid (Reuters)Bisa dikatakan bahwa nyawa permainan Barcelona ada pada Lionel Messi. Namun pelatih Real Madrid Juande Ramos tidak akan menerapkan strategi untuk menghentikan Messi. Lalu, bagaimana strateginya? Mematikan pergerakan Messi merupakan kunci untuk menghentikan Barcelona. Hal itu sudah dibuktikan oleh Chelsea yang sukses menahan Barca di leg pertama semifinal Liga Champions tengah pekan lalu. Messi tak berkutik, Barca pun harus puas dengan skor kacamata. Akankah strategi a la Chelsea diterapkan oleh Ramos ketika menjamu Barcelona, Minggu (3/5/2009) dinihari WIB? "Fokus hanya pada Messi tidak menjamin apa-apa," tukas Ramos dikutip dari situs resmi Real Madrid. "Saya punya strategi anti-Barcelona. Tidakkah Anda melihat bahwa Xavi, Iniesta, Daniel Alves, dan Samuel Eto'o sebagai ancaman? Kami harus bekerja keras sebagai tim untuk menghentikan Barca secara keseluruhan." demikian eks pelatih Tottenham Hotspurs ini menambahkan. Dengan strategi anti-Barcelona maka Ramos pun tidak berjanji bahwa timnya akan bermain indah. "Hasil akhir adalah yang diperhitungkan. Kami akan memiliki kesempatan menang lebih besar bila bermain lebih baik. Namun tidak ada satu pun yang setuju bahwa main indah lebih penting daripada hasil baik," tambah suksesor Bernd Schuster ini. "Kami pernah tampil baik, tidak terlalu baik, dan beberapa di antaranya bahkan buruk. Namun kami melakukan tugas dengan baik, sebab gol yang kami peroleh tidak sekedar kebetulan," pungkasnya.

Jumat, Mei 01, 2009

Ronaldo Pilih Mana?

Ronaldo Barca vs Ronaldo Madrid (dtc)Bintang Brasil Ronaldo pernah delapan kali merasakan panasnya El Clasico, baik dalam balutan Los Blancos maupun Los Blaugrana. Saat musuh bebuyutan itu bertemu akhir pekan ini, ia menjagokan siapa? Ronaldo diwawancarai khusus melalui telepon oleh harian AS, untuk mengomentari duel klasik Real Madrid versus Barcelona di Santiago Bernabeu hari Sabtu malam besok, atau Minggu (3/5/2009) dinihari WIB. Dalam karirnya di La Liga, pemain yang kini membela Corinthians itu pernah dua kali membela Barca saat menghadapi Madrid, dan enam kali di kubu El Real. Hasilnya, ia mencetak enam gol: satu untuk Barca, empat untuk Madrid. "Barcelona tim yang hebat, yang sedang mengejar setiap gelar. Tapi Madrid selalu punya tradisi sebagai seorang pejuang, dan mereka akan menekan Barca sampai menit terakhir," demikian ulas Ronaldo. "Atas alasan itu, saya percaya Madrid akan menang, karena ini penting buat mereka dan pertandingan digelar di Bernabeu. Tempat ini memberi banyak tekanan buat tim-tim lawan, bahkan Barca sekalipun. Atmosfernya bakal luar biasa." Saat ditanya skor akhir duel tersebut, Ronaldo menyebut 2-0 untuk tuan rumah. "Gol-golnya dibuat Raul dan Sergio Ramos. Gol Ramos lewat sundulan dari tendangan penjuru," tukasnya. Dalam pernyataan yang lain, Ronaldo mengatakan bahwa Real Madrid lebih tersimpan di hati ketimbang Barca. "Tentu saja saya akan menonton pertandingan itu dari Brasil. Hatiku ada bersama Real Madrid. Saya masih merasa seperti seorang Madridista dan saya punya anak laki-laki yang juga Madridista. Kami berdua akan menyoraki Madrid supaya menang. Mudah-mudahan kemenangan ini akan membawa mereka meraih juara di akhir musim."

Semua Mata pada El Clasico

Real Madrid vs Barcelona (AFP/Philippe Desmazes)Tanpa bermaksud menepikan laga lain, pertandingan antara Real Madrid vs Barcelona akan menjadi tajuk utama Liga Spanyol pekan ini. Kali ini ini pertemuan keduanya tak hanya soal prestise, tetapi juga bisa menjadi penentu jalan menuju gelar juara. Pada awalnya perjalanan Barcelona di La Liga terhitung mulus. Mereka menorehkan catatan 21 pertandingan tak terkalahkan dari September 2008 hingga Februari 2009, di mana di dalamnya termasuk mengalahkan Madrid 2-0. Imbas dari catatan tersebut adalah mereka sempat memimpin jauh dari para pesaingnya, termasuk El Real. Namun El Barca juga tak lepas dari fase menurun setelahnya, hal yang mana mampu dimanfaatkan Madrid untuk mengejar ketertinggalan mereka. Kini keduanya hanya tinggal dipisahkan jarak empat poin. Dengan empat laga tersisa menuju akhir musim, laga kali ini bisa menjadi titik krusial bagi keduanya untuk menentukan siapa yang akan keluar sebagai juara di akhir musim. Jika meraih kemenangan, Madrid hanya tinggal memiliki jarak satu poin dengan Barca. Kalau sampai terjadi, tentunya ini bisa menjadi tekanan berat bagi Los Blaugranas yang ujung-ujungnya berpotensi merusak konsentrasi mereka di laga-laga selanjutnya. Oleh karena itu, demi membunuh peluang sang rival, Barca tentu membidik kemenangan. Laga yang akan dihelat di Santiago Bernabeu, Sabtu (2/5/2009), ini pun dijamin akan berjalan seru. Madrid, yang dalam lima laga terakhirnya selalu meraih kemenangan, sedikit diunggulkan lantaran bermain di hadapan publik sendiri. Belum lagi faktor fisik yang lebih segar karena Barca baru saja melakoni pertandingan di Liga Champions midweek ini. Barca sendiri tengah seret kemenangan dalam dua pertandingan terakhirnya. Pasukan Josep Guardiola ini dua kali bermain imbang dengan lawan-lawannya, yakni 2-2 melawan Valencia akhir pekan lalu dan 0-0 dengan Chelsea tengah pekan ini. Sejauh ini statistik juga menunjukkan bahwa madrid lebih sering meraih kemenangan. Dari 157 kali pertemuan, juara La Liga dalam dua musim terakhir ini meraih 68 kemenangan, sementara Barca baru 59. Sisa 30 laga lainnya berakhir dengan hasil seri. Jadi, siapa bakal menang dalam El Clasico edisi ke-158 ini? Jawabannya masih harus ditunggu Sabtu nanti.

Kamis, April 30, 2009

Barca Lebih Indah, Madrid Lebih Kuat

(REUTERS) Perhatian pada sepakbola Liga Spanyol akhir pekan ini akan tertuju ke Santiago Bernabeu, saat tergelarnya El Clasico. Barcelona secara teknis lebih indah, Real Madrid secara fisik lebih kuat. Madrid akan menjadi tuan rumah untuk big match hari Sabtu (2/5/2009) lusa, setelah di pertemuan pertama di musim ini menderita kekalahan 0-2 dari musuh besarnya itu di Nou Camp. Los Blancos juga dalam misi merapatkan jaraknya dengan El Barca di puncak klasemen sementara. Hingga pekan ke-33, Los Blaugrana masih memimpin dengan keunggulan empat poin. Performa Barca di musim ini begitu mengagumkan. Permainan atraktif mereka mendapat pujian hampir dari semua orang, baik kawan maupun lawan. Ini diakui pula oleh seorang punggawa Madrid, Marcelo. Dikatakan bek kiri internasional Brasil itu, Barca memang bermain indah. Secara teknis permainan Lionel Messi dkk bolehlah dibilang lebih memikat ketimbang Real Madrid. Namun, itu bukan hal terbesar yang mengganggu pikirannya. "Kami tak mesti membandingkan kami dengan Barca. Yang kami butuhkan adalah terus menang. Tak jadi soal kalau kami tidak menampilkan permainan yang indah, meskipun bisa dipahami pula bahwa fans menuntut kami bermain lebih baik. Tapi kadang-kadang, hal itu tak bisa terjadi," demikian Marcelo dalam wawancaranya dengan AS. "Secara fisik saat ini kami lebih baik dari sebelumnya, dan kami telah menunjukkan itu saat melawan Getafe. Bukan berarti sebelumnya kami lemah. Tapi kami sekarang lebih kuat. Pada kondisi apapun, kami selalu mengeluarkan seluruh kemampuan kami." "Barca akan capek karena (kemarin) bermain di Liga Champions. Itu sudah pasti. Tapi mereka tetap memiliki sebuah tim yang sangat komplet, dan hari Sabtu nanti mereka akan sangat menyulitkan kami," papar pemain berusia 20 tahun itu. Secara spesifik, Marcelo bersiap meladeni kompatriotnya, Dani Alves, yang merupakan andalan Barca dari sisi kanan. Menurutnya, Alves sudah lama bermain di level yang sangat tinggi. "Dia bertahan, dia menyerang, dia membuat crossing, dan dengan bola di kakinya, dia sangat bagus. Saat ini dia bek kanan terbaik di dunia," tutur Marcelo. Sebagai penegasan, ia menuturkan betapa bergengsinya El Clasico. "Ini adalah sebuah pertandingan yang diimpi-impikan setiap pemain sejak mereka masih muda. Ini adalah Clasico paling panas di dunia."

Santiago Bernabeu, Rumah Madrid yang Indah

(Reuters)Santiago Bernabeu merupakan tempat yang indah bagi Real Madrid, khususnya ketika menghadapi Barcelona. 50 kali Barcelona dipecundangi di Bernabeu. Bagaimana dengan akhir pekan nanti? Minggu (3/5/2009) dinihari WIB, Madrid akan menjamu Barcelona di Santiago Bernabeu. Sekitar 80.000 suporter Madrid akan memadati stadion yang mulai dibuka pada Desember 1947 itu . Sementara suporter Barca "hanya" diberi kuota 800 kursi. Dikutip dari situs resmi Real Madrid, pengelola stadion telah menyiapkan poster-poster berwarna putih di bawah bangku penonton. Diharapkan nantinya penonton akan membentuk sebuah lautan mosaik raksasa berwarna putih. Bernabeu merupakan rumah yang indah bagi Real. Dari 78 kali laga yang digelar di sana, Madrid menang 50 kali, sementara 14 laga berakhir imbang dan 14 lainnya Barcelona menang. Kekalahan terakhir terjadi pada November 2005, ketika itu Barca menang 3-0. Kemenangan merupakan harga mati bagi Los Blancos. "Mengalahkan Barcelona ibarat memberikan mereka pukulan keras. Memangkas ketinggalan hanya menjadi satu poin akan membuka kesempatan Real Madrid untuk menjadi juara," demikian tukas eks pemain Madrid Zinedine Zidane. Madrid semakin di atas angin, karena tim tamu diprediksi tengah kelelahan karena baru saja berjibaku di kompetisi Liga Champions beberapa hari sebelumnya. Namun segala keunggulan itu coba dipinggirkan oleh kiper Iker Casillas. "Kami harus berkonsentrasi penuh. Bila kami lengah, Barcelona punya banyak pemain yang bisa menyusahkan. Kami harus memaksimalkan setiap peluang yang dimiliki," demikian Casillas.

Selasa, April 28, 2009

Getafe Pecat Pelatih

istSempat dua tahun berturut-turut jadi semifinalis Copa del Rey, performa Getafe kini menurun drastis. Terancam degradasi, pelatih Victor Munoz pun dapat surat pemecatan. Munoz resmi dipecat pada Senin (27/4/2009) waktu setempat, atau sehari setelah Getafe ditundukkan Villarreal dengan 1-2. Rangkaian hasil buruk yang didapat klub tersebut memaksa petinggi klub memberhentikan Munoz. Kekalahan tersebut merupakan yang kelimabelas diderita Getafe sepanjang musim ini, atau yang ketiga secara beruntun setelah sebelumnya ditundukkan Real Madrid dan Barcelona. David Belenguer dkk kini duduk di posisi 17 klasemen sementara dengan poin 34, unggul satu poin atas Sporting Gijon sebagai klub teratas zona degradasi. "Rangkaian hasil yang diraih dan situasi di dalam tim telah memaksa dewan klub untuk mengambil keputusan ini. Klub ini tengah berada dalam situasi di mana tidak ada lagi ruang untuk melakukan kesalahan," demikian pernyataan resmi Getafe seperti diberitakan AFP. Hingga kini belum diketahui siapa yang akan menjadi bos baru klub berjuluk Azulones itu. Isu yang berkembang kemudian mengarah pada Bernd Schuster untuk kembali menukangi klub tersebut, apalagi Schuster memang belum punya klub setelah dipecat Real Madrid di akhir tahun lalu. Victor Munoz, 52 tahun, ditunjuk menjadi pelatih pada Juni tahun lalu untuk menggantikan Michael Laudrup. Pelatih berkebangsaan Spanyol itu sebelumnya sempat membesut Villarreal, Real Zaragoza dan Panathinaikos di Liga Yunani.

Senin, April 27, 2009

El Clasico Jadi Kunci

(AFP/Cristina Quicler)Barcelona tertahan di Mestalla, Real Madrid tak terbendung di Ramon Sanchez Pizjuan. Maka duel dua musuh bebuyutan itu pekan depan akan menjadi kunci untuk memastikan siapa yang bakal juara. Melewati pekan ke-33 Liga Spanyol, Barca masih berada di puncaki klasemen sementara, dan Madrid di bawahnya. Hanya saja, jika sampai minggu lalu selisih mereka enam angka, saat ini jarak tersebut tinggal empat. Adalah hasil imbang 2-2 yang didapat Barca di kandang Valencia, Sabtu (25/4/2009), yang membuat skuad Josep Guardiola terhambat. Sementara itu Madrid memanfaatkan keadaan dengan menekuk Sevilla 4-2 dalam laga tandangnya tadi malam. Barca di atas kertas tetap lebih favorit, tapi apapun bisa terjadi. Yang paling krusial adalah, pada 2 Mei mendatang dua kandidat juara ini akan bertarung. Madrid menjadi tuan rumah di Santiago Bernabeu, dalam bayang-bayang kekalahan 0-2 di pertemuan pertama di Nou Camp. "Rasanya menyenangkan," ujar pelatih Madrid, Juande Ramos, setelah timnya meraih sukses besar atas Sevilla tadi malam, seperti tertuang dalam situs resmi klub ibukota Spanyol tersebut. "Kami terus menang selama berminggu-minggu. Ini kemenangan kami yang ke-17. Meskipun kami bekerja keras, sepertinya baru kali ini kami bisa memperpendek jarak (dengan Barca). Ganjaran atas kerja keras memang tak sulit untuk dilihat." "Ada lima pertandingan tersisa dan banyak poin yang tersedia. Bagian terpenting dari liga ini adalah ketika kami menjamu Barcelona (minggu depan)", sambung pelatih yang belum diketahui nasibnya, apakah musim depan dipertahankan El Real atau tidak.

Sabtu, April 25, 2009

'Apa yang Ada di Pikiranmu, Pepe?'

Xavi Hernandez (AFP)Gelandang Barcelona Xavi Hernandez mengaku tak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh bek Real Madrid Pepe. Menurutnya, Pepe telah lepas kendali. Otoritas sepakbola Spanyol menghukum Pepe larangan bertanding sebanyak 10 kali atas tindakan yang dilakukannya ketika pertandingan Madrid kontra Getafe, akhir pekan lalu. Bek asal Portugal itu menjatuhkan pemain Getafe, Francisco Casquero, dan lantas menendangnya dua kali. Pepe juga terbukti memukul pemain Getafe lainnya, Juan Albin. "Situasi tersebut sangat memprihatinkan. Saya tidak tahu apa yang ada di pikiran Pepe saat itu," nilai gelandang Barcelona Xavi Hernandez dikutip dari Goal. "Yang jelas apa yang dilakukan Pepe benar-benar sudah kelewat batas. Dalam olahraga dan secara khusus di sepakbola, pemain harus menjadi contoh terutama bagi mereka yang bermain di tim besar seperti Real Madrid atau Barcelona," tambah Xavi. Dengan hukuman ini, maka Pepe bakal absen dalam seluruh laga tersisa Madrid di liga musim ini termasuk ketika melawan Barcelona, awal bulan depan.

Jumat, April 24, 2009

Madrid dalam Sorotan

ReutersAksi kekerasan yang dilakukan Pepe membuat Real Madrid ikut jadi sorotan. Apalagi akhir pekan ini mereka dapat tantangan serius saat Juande Ramos bereuni dengan Sevilla dan dipusingkan dengan sederet pemain yang absen. Barcelona sejauh ini sudah membuktikan kalau mereka tak lekang oleh tekanan yang datang. Kemenangan besar dengan skor 4-0 saat menjamu Sevilla seakan menjadi jawaban El Barca atas jadwal padat yang menanti mereka dalam tiga pekan ke depan. Memang tantangan buat anak asuh Pep Guardiola masih membentang karena kedepannya berturut-turut mereka masih harus menghadapi Valencia, Chelsea, Real Madrid, Chelsea kembali dan Villarreal. Namun kalau Madrid kemudian yang lebih jadi sorotan akhir pekan ini, itu karena Raul Gonzalez cs akan menghadapi salah satu halangan terberat dalam upaya menjag jarak aman dengan puncak klasemen. Masalah pertama yang akan dihadapi Madrid adalah absennya beberapa pemain. Setelah lebih dulu ditinggal Wesley Sneijder, kini Gabriel Heinze yang berpeluang absen setelah dia dihantam cedera. Dua nama lain yang sudah dipastikan absen dalam laga di Ramon Sanchez Pizjuan adalah Arjen Robben yang mendapat cedera otot saat Madrid dengan susah payah menundukkan Getafe 3-2 dan Pepe yang terkena kartu merah menyusul aksi berutalnya dalam laga yang sama. Yang juga akan cukup mempengaruhi kekuatan Los Merengues adalah ancaman sanksi buat Gonzalo Higuain setelah dia dikartu kuning karena melakukan diving di kotak penalti pada pertandingan sebelumnya. Soal pemain Argentina ini, Madrid kabarnya masih akan melakukan banding. Satu hal yang mungkin akan membuat Madrid jumawa memasuki kandang Sevilla adalah fakta bahwa Rojiblancos tak pernah menang dalam tiga pertandingan terakhir. Sementara mereka sendiri justru belum terkalahkan sejak pertengahan Desember, meski di putaran pertama lalu Madrid justru dipecundangi di kandang sendiri dengan skor ketat 3-4. Laga ini juga akan memiliki kesan tersendiri buat Juande Ramos karena inilah untuk kali pertama dia akan kembali menginjakkan kaki di stadion tempat dia sempat mengecap banyak sukses saat membesut Sevilla dalam kurun 2005-2007. "Saya banyak memiliki masa-masa indah bersama Sevilla. Saya merasakan tahun-tahun terbaik saya sebagai pelatih di sana dan kami memenangi banyak titek. Kembali ke sana akan menghidupkan lagi kemesraan yang pernah ada," ungkap Ramos. Meski Madrid berpotesni menghadapi laga sulit, di sisi lain Barca juga belum akan lepas dari tekanan saat bertandang ke Mestalla menghadapi Valencia. Mengandalkan David Villa yang kini sudah mencetak 25 gol di La Liga Primera saja, El Che selalu memetik hasil 100% di lima pertandingan terakhirnya. Guardiola tak bisa sembarangan menurunkan kekuatan terbaiknya karena pikiran dia mungkin sudah diganggu dengan laga menghadapi Chelsea di Liga Champions. "Kami tidak bisa berhenti sekarang. Jika tim lain mengalahkan kami maka itu hanya terjadi jika mereka lebih baik dari kami, tapi Anda tahu kalau itu tak akan terjadi karena kami melakukan pekerjaan kami dengan baik. Sesuatu yang sangat exciting terjadi di sini," ungkap Guardiola di Soccernet.

Kamis, April 23, 2009

Atletico Dibantai Racing Santander

Racing Santander vs Atletico Madrid (AFP)Langkah Atletico Madrid ke zona Liga Champions menjadi semakin berat usai dibantai tuan rumah Racing Santander. Anak-anak asuh Abel Resino ini harus menerima kekalahan 1-5 ketika melawat ke El Sardinero. Dalam laga yang digelar Jumat (24/4/2009) dinihari WIB, lima gol Racing dibagi rata oleh Christian Fernandez, Ezequiel Garay, Mohammad Tchite, Pedro Munitis, dan Nicola Zigic. Sementara satu-satunya gol Atleti dikemas lewat penalti Diego Forlan. Hasil ini membuat Atleti masih terpaku di peringkat ketujuh klasemen sementara dengan poin 49, atau berbeda enam poin dengan Valencia yang menghuni spot terakhir Liga Champions Gol perdana Racing dicetak di menit kedelapan oleh Fernandez. Gol ini berawal dari tendangan bebas yang dilepas Munitis. Selanjutnya bola disundul Zigic, namun masih bisa ditepis kiper Leo Franco. Bola kemudian membentur gawang, dan disambut dengan sundulan kepala Fernandez. Lima menit berselang, Racing kembali mengancam gawang Atletico. Kali ini Franco sukses mementahkan tembakan Zigic. Di menit ke-14, gawang Atletico kembali bergetar. Namun wasit menganulir gol yang dibukukan Tchithe. Ketika laga menginjak menit ke-16, publik tuan rumah kembali bersorak menyambut gol Garay. Seperti gol pertama, gol ini juga berawal dari tendangan bebas Munitis. Sepakan keras Paolo Assuncao dari luar kotak penalti di menit ke-35 masih belum bisa memecahkan kebuntuan Atletico. Semenit berselang, gawang papan skor berubah menjadi 3-0 untuk Racing. Gol dipersembahkan oleh Tchite. Meski dikawal ketat oleh Tomas Ujfalusi, Tchite mampu menceploskan bola ke gawang Franco. Di awal babak kedua, tim tamu bisa mengimbangi permainan tuan rumah. Upaya Atletico berbuah hasil di menit ke-61. Hadiah penalti, yang diberikan wasit usai Colsa melanggar Kun Aguero, tidak disia-siakan Forlan yang menjadi eksekutor. Munitis benar-benar menjadi momok bagi Atleti. Di menit ke-64, tendangan lob sedikit di luar kotak penalti yang dilepas pemain bernomor punggung 10 ini memaksa Franco memungut bola keempat kalinya dari gawang. Empat menit menjelang bubaran Zigic menutup pesta gol Racing. Menerima umpan silang dari Colsa, striker jangkung ini menyambutnya dengan sundulan kepala untuk mengubah skor menjadi 5-1. Susunan Pemain Racing Santander: Tono (Coltorti 72'); Christian Fernandez, Garay, Sepsi, Pinilos, Colsa, Moraton, Moral (Serrano 59'), Munitis, Tchite, Zigic (Picon 88') Atletico Madrid: Leo Franco; Ujfalusi, Ibanez, Lopez, Perea, Raul Garcia (Banega 46'), Assuncao, Simao (Luis Garcia 78'), Sinama-Pongolle (Maxi 46'), Forlan, Aguero

Villarreal Akhirnya Raih Kemenangan

AFPVillarreal akhirnya meraih kemenangan setelah berpuasa tiga poin selama tiga pekan berturut-turut. Berhadapan dengan Recreativo Huelva, The Yellow Submarine menang dengan skor tipis 2-1. Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion El Madrigal, Jumat (24/4/2009) dinihari WIB, Villarreal tertinggal lebih dulu pada menit pertama. Yang menjadi pendulang gol ini adalah Javier Camunas. Gol berawal dari hasil operan Marco Ruben lewat sebuah sundulan. Bola kemudian jatuh di kaki Camunas dan ia pun langsung melepaskan tembakan kaki kiri yang tak mampu dihalau kiper Diego Lopez. Tertinggal 0-1 tim tuan rumah langsung balas menekan. Pada menit kesepuluh operan dari Sebastian Eguren langsung disambar oleh Javi Venta dengan sebuah tembakan kaki kanan. Sial baginya, bola hasil tendangannya masih bisa diblok. Namun demikian, Villarreal tak masuk ke ruang ganti dengan posisi tertinggal. Pada menit 39 mereka berhasil menyamakan kedudukan lewat Joseba Llorente. Gol tersebut tercipta setelah Llorente menerima umpan terobosan dari Cani. Ia pun langsung melepaskan sepakan kaki kanan dan robeklah jala Recreativo. Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama usai. Di babak kedua, Villarreal berhasil menambah satu gol lagi melalui Cani. ia mencetak gol dengan men-chip bola melewati kiper. Bola sempat disapu bek Recreativo tepat di garis gawang, namun hakim garis mengangkat bendera tanda gol telah tercipta. Para pemain Recreativo sempat memprotes gol tersebut, namun keputusan wasit tetap tak berubah. Setelahnya tak ada lagi gol tercipta dan Villarreal pun sukses meraih kemenangan. Bagi mereka ini merupakan kemenangan pertama dalam empat pekan terakhir. Sebelumnya, Marcos Senna cs. hanya mampu meraih satu hasil imbang dan dua kekalahan.

Selasa, April 21, 2009

Dilema Hati 'Si Bajak Laut'

Esteban Granero (Reuters)Striker Getafe Esteban Granero merupakan mantan pemain Real Madrid. Ia masih menyimpan mimpi untuk bermain bagi El Real. Di sisi lain, Granero berhasrat membobol gawang Madrid di Santiago Bernabeu. Granero merupakan mantan pemain akademi sepak bola Real Madrid. Pemain kelahiran 2 Juli 1987 ini bergabung dengan tim yunior Real Madrid C di tahun 2004. Dua tahun berselang, ia naik ke Real Madrid B. Selama berkiprah di tim junior Granero diprediksi akan masuk ke tim senior Madrid. Kenyataannya, ia justru dipinjamkan ke Getafe di musim 2007/08. "Selalu ada sedikit pemain dari akademi sepak bola yang sukses menembus tim senior. Namun ada juga yang meraih sukses di luar Real Madrid," tukas Granero dikutip dari Goal. Bersama Getafe, pemain berjuluk El Pireta alias 'Si Bajak Laut' ini mulai unjuk kemampuan. Granero sukses mengantar Los Azulones hingga ke final Copa del Rey 2008. Ia mencetak satu gol di partai puncak, sayang Getafe harus menyerah 1-3 dari Valencia. Rabu (22/4/2009) dinihari WIB, Granero harus mengawal Getafe bertarung di Santiago Bernabeu, markas Madrid. Bagaimana perasaan hatinya menjelang laga ini? "Saya masih bermimpi kembali ke Madrid, di mana kontrak saya memungkinkan untuk itu," ujar pemain yang sudah bertatus permanen di Getafe, namun Madrid punya opsi untuk menariknya kembali ini. Meski sedang dalam situasi yang dilematis, pemain berusia 21 tahun ini tetap profesional. "Saya sudah dewasa, saya sudah bermain di posisi-posisi yang bebreda dan sebagai orang yang memiliki intelejensi, kita harus selalu belajar terutama menghadapi situasi-situasi yang sulit, saya sudah menantikan hampir selama setahun untuk laga ini. Ribuan kali saya bermimpi bermain dan mencetak gol di Bernabeu. Yang jelas, bila itu terjadi saya tidak akan merayakannya," tutupnya. Bila diturunkan, Granero akan menjalani debutnya di Bernabeu. Musim lalu ketika menyandang status pinjaman, ia tidak bermain ketika melawan Madrid baik kala home atau away. Penyebabnya Getafe sudah terikat perjanjian dengan Madrid untuk tidak memainkan El Pireta ketika keduanya saling berhadapan.

'El Clasico Penentu Titel Juara'

ReutersMasih tiga pekan lagi sebelum laga El Clasico antara Real Madrid vs Barcelona. Tapi karena "jadwal neraka" yang harus dilalui El Barca, juara La Liga bisa ditentukan di Santiago Bernabeu. Saat ini Barca dan Madrid masih bersaing ketat di puncak klasemen, dengan anak asuh Pep Guardiola memiliki keunggulan enam angka atas skuad besutan Juande Ramos. Dengan kompetisi yang tinggal menyisakan tujuh laga, persaingan menuju posisi teratas makin panas. Meski dalam keadaan unggul, posisi Barcelona bisa dalam ancaman serius jika menilik jadwal pertandingan mereka dalam tiga pekan ke depan. Sebelum menyambangi Madrid pada 3 Mei mendatang, Barca harus menjalani laga sulit saat menjamu Sevilla (22/4) pada tengah pekan ini dan menyambangi Valencia (25/4) di akhir pekan. Itu belum termasuk laga Liga Champiosn menghadapi Chelsea (28/4), yang dijadwalkan berlangsung lima hari sebelum lawatan ke Madrid (3/5). Inilah yang kemudian membuat El Clasico disebut-sebut akan menentukan persaingan menuju titel juara. Jika Barca gagal meraih hasil maksimal dalam dua laga yang memang berpotensi menyulitkan tersebut, posisinya di puncak klasemen sangat berpeluang diambil Los Blancos, yang pada saat bersamaan "cuma" menghadapi Getafe dan Sevilla. "Barcelona punya dua pertandingan yang sangat berat dan juga Liga Champions (menghadapi Chelsea di babak semifinal), dan titel juara akan ditentukan dalam laga Real Madrid-Barcelona ," ungkap Lassana Diarra di Reuters. "Kondisinya memang akan seperti itu dan pertemuan kedua tim tersebut akan menjadi laga yang spektakuler," sambung gelandang internasional Prancis itu. Masalah yang bakal dihadapi Barca tak sebatas pada kompetisi liga dan Liga Champions karena mereka juga masih menjaga peluang jadi juara di Piala Raja. Meski berpotensi terganggu kelelahan akibat padatnya jadwal kompetisi, Xavi Hernandes yakin kalau rekan-rekannya bisa menjaga semangat untuk bisa terus berada di depan hingga roda kompetisi akhirnya berakhir. "Adalah sesuatu yang istimewa bisa memiliki jadwal yang padat dan kesempatan untuk berkompetisi meraih kejayaan. Mereka (Real) berbicara soal hipotesis saja, sementara kami berbicara soal realita. Kamilah yang saat ini berada di depan dan kamilah yang masih memimpin enam poin," tegas Xavi.

Liga Spanyol Tengah Pekan: Langkah Berat Raksasa

Real Madrid (Reuters)Tengah pekan ini, Liga Spanyol akan memainkan jornada ke-32. Langkah berat siap menghadang dua raksasa yang tengah bersaing, Barcelona dan Real Madrid. Runner up Real Madrid akan menjamu Getafe, pada Rabu (22/4/2009) dinihari WIB. Catatan positif dan kabar buruk mengiringi persiapan Madrid menjelang laga ini. Catatan positifnya adalah Madrid tidak pernah kalah dalam 16 partai terakhir di mana hanya satu yang berakhir dengan hasil imbang. Nilai plus itu ditambah dengan catatan penampilan kandang Madrid yang begitu impresif yakni 13 kali menang, dua kali seri, dan hanya sekali kalah di Santiago Bernabeu. Namun kabar buruk datang karena Madrid harus kehilangan Wesley Sneijder. Akibat cedera, pemain asal Belanda ini harus absen selama lima pekan. Kehilangan Sneijder bisa menghadirkan dampak signifikan bagi Los Blancos. Sebagai perbandingan, di pertemuan pertama di markas Getafe akhir November silam, Sneijder hanya bermain selama 15 menit babak pertama dan kemudian digantikan pemain lain. Hasilnya, Madrid kalah 1-3. Madrid juga harus waspada, sebab Getafe juga berhasrat berlari dari zona degradasi. Barca Ditantang Sevilla Laga berat juga harus dijalani sang pemuncak klasemen Barcelona. Sevilla menjadi tamu yang harus ditaklukkan, Kamis (23/4/2009) dinihari WIB. Sevilla datang dengan berlipat. Selain membalas kekalahan 3-0 yang diderita di pertemuan pertama, tim dari Andalusia ini bertekad mengamankan posisi ketiga yang kini mereka duduki. Rapor away Sevilla pun tidak buruk-buruk amat. Delapan kali menang, empat kali seri, dan hanya tiga kali kalah. Salah satu kemenangan itu diraih atas tim kuat Real Madrid yang dibukukan Desember silam. Namun Barca begitu kuat di Camp Nou. Sejak dikalahkan Numancia di pekan pertama kompetisi Agustus silam, tidak ada lagi tamu yang bisa menang di markas Barca itu. Meski begitu, langkah Lionel Messi dkk. akan menjadi berat. Dalam tiga laga yang sudah berlangsung sepanjang bulan ini, Barca menang dengan skor 'irit', yakni dua kali menang 1-0 dan sekali menang 2-0. Dalam laga tersebut, Azulgrana menghadapi permainan ketat dari lawan. Barca harus waspada, karena lawan sudah menemukan cara untuk meredam laju permainan mereka.

Sevilla Menderita di Mestalla

Juan Mata (AFP/Diego Tuson)Sevilla menelan pil pahit saat mengunjungi Mestalla Stadium untuk bertanding melawan Valencia. Kartu merah dan penalti membuat mereka pulang dengan membawa kekalahan 1-3. Dalam lanjutan Liga Spanyol hari Senin (20/4/2009) dinihari WIB, Sevilla sempat memimpin ketika Julien Escude berhasil merobek gawang tuan rumah lewat tandukan kepalanya di menit kesembilan. Kesialan mereka bermula ketika Adriano Corretja diganjar kartu merah oleh wasit di dua menit tersisa di babak pertama. Pemain asal Brasil itu diusir dari lapangan karena melakukan tekel berbahaya dan bodoh terhadap David Villa. Tak lama dari insiden itu Valencia mulai menemukan keberuntungannya. Menyusul penggaran Escude terhadap Juan Mata, mereka mendapatkan hadiah penalti. Dan Villa sukses menaklukkan kiper Andres Palop. Bermain dengan 10 orang membuat Sevilla mendapat tekanan intensif dari tuan rumah. Villa nyaris mencetak gol keduanya ketika sebuah tembakannya hanya mengenai tiang gawang. Di menit 83 bek Sevilla, Fernando Navarro, dianggap wasit handsball di kotak penalti timnya. Mata mengeksekusi hadiah tembakan bebas dari jarak 11 meter itu dan membawa El Che unggul 2-1. "Bola memang mengenai tangan, tapi itu tidak disengaja," Navarro membuat pengakuan dalam situs resmi Sevilla. "Aku tak tahu apakah salah perhitungan dengan lompatanku, ataukah dia (David Silva) mendorongku. Tapi itu memang penalti. Pertandingan ini ditentukan oleh kesalahanku." Valencia memantapkan kemenangannya di penghujung babak kedua melalui gol pemain pengganti, Pablo Hernandez. Kemenangan keempat dari empat laga terakhir ini menguatkan posisi Valencia di posisi empat besar klasemen, dan untuk sementara cukup untuk menjaga jarak dengan tim-tim di bawahnya yang juga mengincar satu tiket ke Liga Champions musim depan. Dari 31 pertandingan tim asuhan Unay Emery itu telah mengantongi 52 angka, terpaut lima dari Sevilla yang tetap di urutan ketiga. Barcelona (78) masih memimpin kompetisi dengan keunggulan enam poin dari tim peringkat dua, Real Madrid.

Villarreal Gagal Lagi

(AFP/Javier Soriano) Kesempatan Villarreal untuk kembali mengikuti Liga Champions musim ini menipis setelah skuad Manuel Pellegrini gagal mengalahkan 10 pemain Valladolid dalam lanjutan Liga Spanyol pekan ke-31, Minggu (19/4/2009). Empat hari setelah disingkirkan Arsenal di babak perempatfinal Liga Champions, Villarreal hanya bisa membawa pulang satu angka dari lawatannya di Estadio Nuevo Jose Zorilla. Unggul jumlah pemain dalam setengah jam terakhir, plus memperoleh hadiah penalti, "Si Kapal Selam Kuning" hanya bermain seri tanpa gol alias 0-0 dengan Valladolid. Di menit 62 tuan rumah kehilangan Inaki Bea setelah bek Spanyol berusia 30 tahun itu diganjar kartu merah karena melakukan pelanggaran krusial ketika tim lawan berkesempatan besar mencetak gol di kotak penalti. Dari situ saja Villarreal sudah memperoleh keuntungan. Maka ketika Giuseppe Rossi gagal dalam eksekusi penaltinya -- melambung --, teramat besar keuntungan yang disia-siakan Villarreal. Hasil seri ini tidak memperbaiki posisi Villarreal di klasemen sementara, tetap di peringkat enam dengan nilai 49. Mereka kalah selisih gol dari Atletico Madrid dan Valencia, yang juga tengah bersaing ketat memperebutkan posisi empat besar di akhir musim. Valencia berpeluang menyalip Atletico karena saat berita ini diturunkan masih melakoni pertandingannya melawan Sevilla di Mestalla. Hasil seri saja membuat David Villa merebut tempat keempat, sekaligus merapat sedikit dengan Sevilla di peringkat tiga. Juga bagi Villarreal hasil ini menjadikan statistik permainan mereka tidak mengilap lantaran belum pernah menang lagi dalam tiga partai berturut-turut di liga. Sementara itu tim juru kunci Espanyol meraih kemenangan penting dalam perjuangannya menyelamatkan diri dari ancaman degradasi. Lewat sundulan Ivan Alonso di menit 57, mereka menang tipis 1-0 atas Racing Santander. Tambahan tiga poin tidak mengubah status Espanyol sebagai penunggu sementara dasar klasemen. Namun, mereka memangkas jaraknya dengan tim peringkat 19, Numancia, menjadi satu angka, atau empat poin dari batas aman untuk bertahan di La Liga.