Selasa, Mei 12, 2009

'Setan Merah' Andalkan Pengalaman

Mu united (AFP/Andrew Yates)Jika berbicara soal pengalaman, Manchester United lebih sering memijak semifinal Liga Champions ketimbang Arsenal. Namun, untuk urusan lolos ke babak final, The Gunners jelas lebih efisien. Menurut catatan yang tertera di situs resmi klub, MU sudah 10 kali menjadi semifinalis di Liga Champions. Musim ini merupakan semifinal ke-11 mereka di kompetisi antarklub Eropa itu. Namun, dari 10 kesempatan itu, The Red Devils hanya mampu lolos ke final sebanyak tiga kali. Dan di sinilah hebatnya. MU tak pernah menyia-nyiakan kesempatan tampil di final, mereka selalu keluar sebagai juara dalam tiga kesempatan itu. Sebaliknya bagi Arsenal, musim ini merupakan semifinal kedua mereka. Pada semifinal pertama mereka pada tahun 2006, The North Londoners langsung sukses memijak final. Sial bagi mereka, di partai puncak mereka takluk di tangan Barcelona. Melihat data tersebut, MU jelas lebih berpengalaman dalam menghadapi babak semifinal Liga Champions. Tetapi Arsenal sangat berpeluang untuk kembali mengulangi hal yang sama seperti tahun 2006. Dengan kemenangan 1-0 di leg pertama, sepekan lalu, MU sedikit berada di depan. Laga di Emirates Stadium, Rabu (6/5/2009) dinihari WIB, pun diprediksi bakal seru lantaran Arsenal sudah menyatakan akan membalas kekalahan dengan lebih banyak gol. Namun, Michael Carrick yakin bahwa pengalaman MU di Eropa bakal banyak membantu. Bagi gelandang internasional Inggris ini, semifinal kali ini merupakan yang ketiga untuknya sejak bergabung dari Tottenham Hotspur tahun 2006. "Anda mendapatkan sedikit pengalaman dan itu jelas sangat membantu, tapi dengan pertandingan hidup-mati besok, siapa tahu, pertandingan ini bisa dimenangi siapa saja. Mereka punya tim yang bagus, tak hanya di lini tengah, tetapi juga secara keseluruhan," ujarnya di situs resmi UEFA.

Lupakan Euforia di Bernebeu

Pique (Reuters)Kubu Barcelona sedang diselimuti suasana bahagia pasca kemenangan besar di Santiago Bernabeu. Namun, mereka diingatkan supaya segera fokus pada laga melawan Chelsea besok malam. "Kami harus berhenti membicarakan kemenangan 6-2 atas Real Madrid. Itu sudah lewat," tukas bek muda Gerard Pique dalam jumpa pers sebelum pertandingan, seperti dilansir Yahoo Sport, Selasa (5/5/2009). "Tidak ada untungnya buat kami membicarakan itu terus. Pastinya itu merupakan hasil yang bagus dan kami sudah merayakannya. Namun jika kami tak bisa lolos dari semifinal Rabu nanti, apa yang terjadi Sabtu kemarin akan jadi hal kedua." "Kita harus tetap berpijak di bumi. Kami punya kapasitas dan kualitas, tapi dalam beberapa tahun terakhir kita sering melihat, tim-tim besar yang tampak mendominasi Spanyol dan sepakbola Eropa berakhir dengan kekecewaan," tutur pemain yang pernah menimba ilmu di Manchester United tersebut. Barca akan bertanding di London setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Chelsea di Nou Camp minggu lalu. Meski bertindak sebagai tim tamu, Pique menegaskan bahwa tidak ada dalam kamus timnya tidak bermain menyerang. "Yang Barca tahu hanya bermain untuk menang. Itu sebabnya kami akan habis-habisan dan menyerang. Kalau kami bisa mencegah lawan memperoleh banyak sepak pojok, dan menghindari melakukan pelanggaran di areal berbahaya, kami bisa menang," pungkasnya.

Jangan Sampai Kena Kartu, Roo

MU vs Arsenal (AFP/Paul Ellis)Manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson mewanti-wanti Wayne Rooney agar jangan sampai mendapatkan kartu pada laga melawan Arsenal, Rabu (6/5/09) dinihari WIB. Pasalnya jika ia sampai terkena kartu, maka ia tidak dapat tampil pada laga final di Roma, kalau MU lolos. MU melawat ke Emirates Stadium dengan bekal kemenangan 1-0 dari leg pertama. Pada pertemuan leg di Old Traford itu, kedua tim bermain dengan tempo cepat. Saat itu 'Setan Merah' lebih banyak menciptakan peluang dan mendominasi permainan. Pada leg kedua nanti, Arsenal yang bertindak sebagai tuan rumah diprediksi akan mengambil inisiatif serangan sejak menit awal pertandingan. Hal ini membuat Feruson mewanti-wanti Rooney agar tak terpancing dengan tensi pertandingan. Pasalnya penyerang yang terkenal emosional ini sudah mengantongi satu kartu kuning, dan satu kartu kuning lagi akan membuatnya terkena suspensi. Namun pelatih berusia 67 tahun ini percaya sepenuhnya pada Rooney. Ia menganggap bahwa pemain berusia 23 tahun itu sudah cukup dewasa untuk melihat situasi pada laga nanti. "Dia mengerti hal ini dengan sepenuhnya, dia pemain yang dewasa. Dia perlu untuk tetap disiplin dan pada kebanyakan waktu-waktu sebelumnya dia dapat melakukan hal itu. Saya tidak perlu mengatakan hal ini langsung kepadanya," tukas pelatih asal Skotlandia ini seperti dilansir The Sun. Namun pelatih berusia 63 tahun ini juga menggarisbawahi tentang Roberto Rosetti, wasit yang akan memimpin laga di Emirates tersebut. Menurutnya sang pengadil di lapangan tidak akan terlalu mudah menghadiahi kartu kepada pemain. "Wasit dari Italia yang akan memimpin pertandingan ini, Roberto Rosetti, dia mengerti tentang permasalahan serius jika seorang pemain mendapatkan kartu dan tidak dapat bermain di final karenanya." "Saya memiliki catatan tentang wasit ini, sangat profesional dan cukup toleran. Mereka cukup baik dalam mengendalikan situasi." Fergie sebelumnya pernah merasakan pemain pilarnya tidak dapat bermain di final Liga Champions. Pada tahun 1999, Roy Keane dan Paul Scholes yang merupakan pilar di lini tengah, tidak dapat bermain di final karena permasalahan yang sama. Namun akhirnya United dapat meraih gelar juara Eropa di musim itu.

Wenger: Bukan Mission Impossible

Arsenal (Reuters)Tuntutan menang tidak membuat manajer Arsenal Arsene Wenger kecil hati. Menurutnya, tuntutan itu bukanlah misi yang mustahil. Wenger yakin bila anak asuhnya mampu tampil luar biasa, maka tiket ke final ada digenggaman. Arsenal akan menjamu Manchester United dalam semifinal leg kedua Liga Champions, Rabu (6/5/2009) dengan modal kekalahan 0-1 di leg pertama. Dalam laga leg pertama, MU tampil dominan. Dari data di situs UEFA, tim asuhan Sir Alex Ferguson mencatat delapan kali tembakan ke arah gawang Manuel Almunia. Sebaliknya, Arsenal hanya satu kali menembak ke gawang MU. The Red Devils pun menguasai pertandingan dengan penguasaan 55% berbanding 45%. Arsenal pun memiliki sejarah 'buruk' ketika bertemu tim-tim asal Inggris. Namun ini semua bukanlah sebuah hal yang tidak mungkin bagi Wenger. "Tidak ada yang namanya misi mustahil bagi kami. Saya tetap yakin akan hal itu meski MU bisa merobek gawang kami nantinya," tukas manajer asal Prancis itu dikutip dari situs resmi UEFA. "Saya percaya bahwa anak-anak akan tampil sangat luar biasa dan lolos. Kami bermain di kandang sendiri di mana catatan hasil kandang kami di Liga Champions sangat baik," seru Wenger sembari merujuk pada catatan The Gunners yang 24 pertandingan tak terkalahkan di markas sendiri. "Buat orang kebanyakan, kami bukanlah favorit. Namun kami yakin kami bisa melakukannya," tutup The Professor.