Jumat, Mei 01, 2009

'Setan' Oke karena Segar

CR7 Ronaldo (AFP/Paul Ellis)Manchester United menghadapi jadwal ketat. Setelah meladeni Arsenal tengah pekan kemarin, kini giliran Middlesbrough menghadang. Beruntunglah 'Setan Merah' karena punya skuad segar. Dua pertandingan dalam jangka waktu empat hari. Itulah yang harus dilakoni MU. Seusai mengatasi Arsenal 1-0 Rabu (29/4/2009) lalu, pasukan Sir Alex Ferguson akan bertandang ke markas Middlesbrough, Sabtu (2/5). Biasanya, Ferguson akan menggerutu bila harus bertanding Sabtu siang setelah melakoni partai Eropa. Namun kedalaman skuad yang dimiliki The Red Devils tampaknya membuat manajer gaek itu sedikit tenang. "Jika saya memainkan tim yang sama lagi, itu akan jadi masalah. Namun lihatlah para pemain yang saya miliki sekarang," ujar Ferguson seperti dilansir Sports Ticker. "Di tengah saya punya (Darron) Gibson dan (Paul) Scholes. Saya juga punya Nani, Park Ji-sung; saya punya (Dimitar) Berbatov dan (Ryan) Giggs. Mereka tidak bermain penuh kemarin. Jadi mereka oke dan segar," imbuhnya. Empat nama pertama sama sekali tidak turun ke lapangan menghadapi Arsenal. Sedangkan dua yang terakhir hanya bermain sebagai pengganti. Di tengah jadwal padat, punya punggawa yang bugar jelas signifikan. "Sementara para pemain muda seperti (Wayne) Rooney dan (Cristiano) Ronaldo, mereka bisa bermain setiap hari. Jadi, kami tidak terlalu buruk," tukas manajer asal Skotlandia itu. Meski demikian, Fergie masih harus dibuat ketar-ketir menunggu kondisi terakhir Rio Ferdinand. Sang palang pintu menderita cedera di rusuknya dan masih belum diketahui apakah ia cukup fit untuk bermain. Untuk menambal posisi Ferdinand, Ferguson biasanya memainkan bek muda Jonny Evans. Sayangnya, nama terakhir ini beberapa kali membuat kesalahan yang berakibat bobolnya gawang MU.

Blessing in Disguise

AFP/Paul EllisManchester United dihadapkan dengan jadwal padat di Liga Inggris dan Liga Champions. Namun di tengah kesulitan itu, justru sebenarnya ada keuntungan yang menghampiri mereka. Setelah habis-habisan menghadapi Arsenal di semifinal pertama Liga Champions, Kamis (30/4/2009) dinihari WIB kemarin, MU diwajibkan melawat ke markas Middlesbrough di lanjutan Liga Primer, Sabtu (2/5). Pertarungan melawan Middlesbrough membuat MU terjepit karena 'Setan Merah' harus melakoni semifinal kedua Liga Champions di kandang Arsenal pada Rabu (6/5) dinihari WIB. MU jelas tak bisa santai dalam mempersiapkan diri menghadapi dua pertarungan penting itu. Di Liga Inggris, posisi mereka masih dibayangi dengan ketat oleh Liverpool; sedangkan di Liga Champions, keunggulan 1-0 jelas jauh dari kategori aman. Namun bila dirunut, MU justru berpeluang untuk mendapatkan keuntungan lebih pekan ini. Pasalnya, pertandingan mereka melawan Boro digelar sehari lebih awal ketimbang pertarungan Liverpool kontra Newcastle United yang dihelat Minggu (3/5). Bila berhasil menekuk Boro, MU akan melebarkan jarak dengan Liverpool menjadi enam angka. Ini memberikan tekanan ekstra bagi The Reds. Fernando Torres dkk wajib menang agar tidak kian tertinggal. Tekanan untuk klub yang bermain belakangan adalah faktor yang cukup signifikan. Pekan lalu, tekanan ada di kubu MU setelah Liverpool menang beberapa jam sebelumnya. The Red Devils nyaris kalah dari Tottenham Hotspur sebelum akhirnya berbalik menang. Kembali ke partai Middlebrough versus MU, tim tamu memiliki kans cukup besar untuk merebut tiga angka karena mereka memenangi empat partai terakhirnya di Liga. Sementara Boro hanya menang di satu dari delapan pertandingan terakhir. Tetapi MU harus waspada mengingat Stadion Riverside cukup bertuah bagi pemiliknya. Dari delapan kunjungan terakhir 'Setan Merah' ke sana, hanya tiga yang bisa disudahi dengan kemenangan. Menghadapi Newcastle yang tengah terpuruk, tugas Liverpool sedikit lebih ringan. Enam kemenangan sukses disabet 'Si Merah' dari tujuh pertemuan terakhirnya menghadapi The Toon Army. Skor 5-1 yang tercipta di pertemuan pertama mereka juga menjadi catatan superioritas pasukan Rafa Benitez. Pasalnya, di markas Newcastle saja Liverpool bisa menang besar, bagaimana bila di Anfield? Di luar MU dan Liverpool, Chelsea dengan setia menjaga kans mereka untuk menyodok. Penghuni peringkat tiga itu 'hanya' akan menjamu Fulham di Stamford Bridge, Sabtu (2/5).

Ruang Ganti Pemain Sempit, Fergie Protes

 Kekalahan Manchester United atas Fulham beberapa waktu lalu mungkin karena ruang ganti pemain Craven Cottage terlalu sempit. Alex Ferguson meminta Premier League menetapkan standar kelayakan dressing room. "Dengan semua uang yang berputar di Premier League, beberapa stadion harusnya punya kondisi lebih baik. Seharusnya ada standar minimum soal luas ruang ganti pemain, apalagi sekarang Anda bisa memiliki pemain dengan jumlah lebih banyak di bangku cadangan dan jumlah staff yang juga bertambah," ungkap Fergie di Dailymail. Ruang ganti yang terlalu kecil menurut Fergie bukan cuma ada di kandang Fulham. Markas Everton, Goodison Park, dan Fratton Park milik Portsmouth juga disebut pelatih asal Skotlandia itu punya ukuran yang terlalu kecil. Khusus untuk Craven Cottage, Fergie malah menyebut ruang ganti pemain lebih kecil dibanding ruang kantornya. "Ruang ganti milik Everton juga sempit. Dressing room tim tamu milik Portsmouth juga tak cukup baik dan yang ada di Craven Cottage bahkan lebih kecil dari ruang kantor saya," sindir Fergie. "Ada syarat tertentu sebelum sebuah stadion bisa menggelar pertandingan sebuah divisi, kualitas ruang ganti harusnya juga jadi bagian dari standarisasi itu. (Craven Cottage) adalah stadion tradisional, salah satu favorit saya. Tapi kalau Anda punya 18 pemain, ditambah pelatih-pelatih, physio dan bagian perlengkapan, kondisinya jadi sungguh konyol," sambung dia. Kalau tiga stadion dia atas dikritik karena ruang ganti pemainnya dianggap tak bersahabat, lalu stadion mana yang dianggap Fergie bisa memberikan pelayanan yang memuaskan buat tim tamu? "Di Old Trafford Anda akan mendapat banyak ruang, sementara untuk pertandingan away, sejauh ini Arsenal adalah yang terbaik," sahut Ferguson mengomentari Emirates Stadium yang akan dia kunjungi pekan depan untuk menjalani leg kedua semifinal Liga Champions.

Fabregas Ingin Arsenal Lebih Menggigit

ReutersCesc Fabregas menyebut, penampilan Arsenal kala takluk 0-1 di tangan Manchester United tak jelek. Sang kapten mengatakan, yang kurang hanyalah gigitan mereka di depan gawang The Red Devils. Dalam leg I semifinal Liga Champions yang berlangsung di Old Trafford kemarin, Arsenal takluk lewat gol tunggal John O'Shea. MU bisa saja mencetak gol lagi, namun ketangguhan Manuel Almunia di bawah mistar gawang selalu membuat pasukan Sir Alex Ferguson menemui kegagalan. Fabregas berharap ia dan rekan-rekannya bisa membalas kekalahan tersebut di kandang sendiri, Emirates Stadium, pekan depan. Hanya saja, ia menggarisbawahi bahwa Arsenal harus tampil lebih garang dalam menyelesaikan peluang. "Kami harus tampil lebih menggigit di depan gawang, itu pasti," ujarnya seperti dilansir Sportinglife. "Kami banyak melakukan operan dan melakukan kombinasi permainan dengan baik, tapi kami kurang menggigit. Kami harus memperbaiki hal itu," lanjutnya. MU hanya butuh hasil imbang untuk lolos ke babak final Liga Champions, namun mungkin akan menghindari opsi ini. Sementara Arsenal paling tidak harus menang dengan selisih dua gol. Laga menarik pun berpotensi terjadi di Emirates pekan depan.