Selasa, April 28, 2009

Nonton Liverpool, Rooney cs Dukung Tim Lawan

ReutersPersaingan Manchester United dengan Liverpool sedang panas-panasnya. Itu mengapa belakangan para pemain MU acap jadi pendukung dadakan tim yang sedang melawan Liverpool, bahkan termasuk Arsenal. MU saat ini tengah dalam kejaran ketat Liverpool di papan klasemen Liga Primer. 'Setan Merah' yang unggul satu laga lebih banyak hanya unggul tiga angka dari 'Si Merah'. "Seperti biasa, ada momen ketegangan di akhir-akhir musim, terutama dengan bagaimana musim ini tengah berjalan. Akan jadi lebih menegangkan," kata penyerang MU Wayne Rooney kepada Setanta. Dengan keunggulan yang dimiliki MU, baik dalam jumlah poin maupun laga, bisa dibilang kans meraih gelar ada di tangan mereka sendiri. Tapi MU jelas akan lebih bahagia andai saja Liverpool tergelincir. Itu mengapa mereka pun turut jadi pendukung lawan-lawan The Reds. "Kami saat ini dalam posisi bagus dan semoga saja bisa mengambil keuntungan dari sana. Tentu saja brilian, bukan hanya saat bermain, tapi juga saat melihat tim lain bertanding dan berharap mereka kehilangan angka." "Kami melihat pertandingan di hotel tempo hari (sebelum laga lawan Portsmouth), beberapa dari kami nonton bareng dan ada sedikit seleberasi saat Arsenal bikin gol keempat (ke gawang Liverpool)," ungkap Rooney. Dalam laga dimaksud, Liverpool berbagi skor 4-4 lawan Arsenal. Setelah itu, MU memetik kemenangan 2-0 atas Portsmouth. "Kami jelas tahu harus memenangi pertandingan kami dan bagusnya kami melakukan itu," demikian Rooney.

Imbang, Newcastle Makin Kritis

Upaya Newcastle United keluar dari zona degradasi semakin sulit. Menjamu Portsmouth di St James Park, Selasa (28/4/2009), The Magpies cuma bisa bermain imbang tanpa gol, 0-0. Sebelum laga, Newcastle berada di urutan kedua dari bawah klasemen liga Inggris dengan mengoleksi 30 poin. Sedangkan tim tamu, Porsmouth, poisisinya juga masih belum aman karena hanya unggul tiga poin dari perigkat empat terbawah, Hull City. Hasil imbang ini tak banyak berpengaruh pada posisi kedua tim di daftar klasemen. Jumlah 31 poin Newcastle gagal mengangkat mereka dari posisi 19, hal mana dialami juga oleh Pompey yang terpaku di urutan 14. Jalannya pertandingan Kedua tim bermain hati-hati pada babak pertama. Hal ini membuat sedikit peluang yang tercipta di menit-menit awal laga. Setelah babak pertama separuh jalan barulah banyak peluang tercipta, dengan tuan rumah tampil lebih ofensif. Sepakan keras Alan Smith dari luar kotak penalti masih melayang di atas mistar, kesempatan mencetak gol kembali hadir lewat tembakan tandikan Mark Viduka yang juga melayang di atas bidang sasaran. Damien Duff nyaris membuat pendukung tuan rumah bersorak kegirangan saat dia menyambar bola liar hasil tendangan sudut. Tapi David James melakukan aksi penyelamatan gemilang saat dia dengan sigap menepis bola yang mengarah ke dalam gawangnya. Tim tamu sempat memiliki peluang di menit 33 lewat Sean Davis yang memanfaatkan kesalahan Fabricio Coloccini. The Magpies patut berterimakasih pada kiper Steve Harper yang dengan gemilang menghalau bola. Di babak kedua tim tamu malah lebih dulu mendapat sejumlah peluang. Pada menit 57 tembakan dari Richard Hughes berhasil di blok Harper. Begitu juga dengan peluang yang didapat Glen Johnson satu menit setelahnya. Newcastle sempat mendapat peluang emas di menit 62 ketika Michael Owen yang lepas dari jebakan offside dan tinggal berhadapan satu lawan satu dengan David James. Tak ada gol datang dari prosesi ini karena tendangannya tepat mengarah ke tubuh kiper dan hanya menghasilkan corner kick. Lewat sebuah serangan balik, Pompey nyaris membuahkan gol setelah Nadir Belhadj berhasil melakukan solo run dari tengah lapangan untuk kemudian melewati Sebastien Bassong dan Coloccinni, dua pemain belakang Newcaslte yang masih tersisa. Namun bola yang dilesakkannya ditepis dengan baik oleh Harper. Andrew Carroll yang baru saja masuk mendapatkan peluang setelah menerima bola dari umpan silang Duff. Namun sundulannya juga masih melebar di atas mistar gawang. Serangan sporadis yang digalang tim tamu malah kadang merepotkan Newcastle. Hughes mendapatkan peluang lewat sundulan hasil tendangan penjuru yang dilepaskan Pennant pada menit 83. Namun bola masih belum menemui sasaran. Pendukung tuan rumah mulai meninggalkan stadion lima menit sebelum pertandingan usai. Terlihat raut kecewa menyusul permainan yang diperagakan tim kesayangannya. Sampai peluit panjang dibunyikan tidak ada gol yang tercipta. Sususan Pemain : Newcastle : Harper, Bassong, Coloccini, Jose Enrique (Guthrie :28), Beye, Butt (Guiterrez : 71), Duff, Smith, Owen, Martins, Viduka (Carroll : 64) Portsmouth : James, Distin, Campbell, Johnson, Davis, Hughes, Mullins, Belhadj, Crouch, Nugent (Penant : 65).

Sir Ryan Giggs? Kenapa Tidak?

ReutersCerita tentang kehebatan Ryan Giggs sudah tidak terbantahkan. Untuk menghargainya, bahkan muncul usulan agar Giggs diberi gelar Sir di depan namanya. Mengapa tidak? Kampanye dukungan untuk memberikan gelar kebangsawanan kepada Giggs diinisiasi oleh Tim Montgomerie, seorang blogger yang banyak menulis tentang politik. Hazel Blears, seorang menteri di pemerintahan lokal Salford --yang wilayah konstituennya meliputi kota Manchester--, turut menyokong kampanye itu. "Ryan Giggs, selain punya rekor luar biasa di lapangan, juga punya catatan membanggakan di kegiatan sosial di luar lapangan; termasuk bersama pesepakbola muda di Salford," ujar Blears seperti dikutip AFP. "Dia adalah seorang contoh yang positif dalam banyak hal. Jadi dia layak memperoleh pengakuan dengan gelar kebangsawanan," lanjut Blears. Chris Grayling, juru bicara urusan dalam negeri dari Partai Konservatif yang beroposisi, menyebut Giggs sebagai 'generasi terakhir pesepakbola Inggris Raya yang luar biasa'. "Pencapaiannya layak diganjar gelar kebangsawanan," ujar Grayling yang secara terang-terangan menyebut dirinya adalah seorang pendukung 'Setan Merah'. Di situs www.mustbered.com, Montgomerie menyusun 11 alasan mengapa pria Wales berusia 35 tahun itu layak diberi gelar 'Sir'; mulai dari prestasinya di dunia sepakbola hingga pada pencapaiannya di kegiatan amal. Pada hari Minggu (26/4/2009), Giggs baru saja dinobatkan sebagai Pemain Terbaik versi Asosiasi Pemain Sepakbola Profesional (PFA). Inilah titel pertama dalam karir Giggs yang sudah terentang belasan tahun bersama MU.

MU Tambah Kontrak Rafael

ReutersBelum genap setahun Rafael Pereira da Silva menjadi penghuni Old Trafford. Namun karena performanya memuaskan, kontrak bek muda Brasil itu diperpanjang oleh Manchester United. Saat didatangkan dari Fluminense pada awal tahun lalu, Rafael disodori MU kontrak hingga 2011. Namun penampilan meyakinkan yang dia tunjukkan di lini belakang "Setan Merah" membuat petinggi klub tak sabar untuk memberinya kesepakatan baru yang akan membuatnya bertahan di Old Trafford setidaknya sampai 2013. "Semua orang di klub ini terkesan dan exited dengan tahun pertamanya sebagai pemain profesional. Antusiasme dan jiwa petualangnya saat bermain merupakan tipikal pemain Manchester United dan kami puas dia mau memperpanjang kontrak," ungkap Ferguson mengomentari pesepakbola 18 tahun itu seperti diberitakan Dailymail. Adalah cedernya Wes Brown dan Garry Neville yang ikut membantu mendongkrak prestasi Rafael di MU karena dia makin sering jadi pilihan utama. Sepanjang musim ini dia sudah tampil di 24 laga pada semua kompetisi dengan sumbangan satu gol. "Ini tahun pertama yang fantastis dan saya telah banyak belajar dari pemain di klub terutama dari pemain bertahannya. Buat saya, apa yang sudah dilalui benar-benar menyenangkan dan saya ingin menjadi bagian dari tim ini untuk jangka waktu yang panjang, jadi mendapat perpanjangan kontrak sungguh luar biasa," sahut pemuda kelahiran Rio de Janeiro, 9 Juli 1990 itu.