Selasa, April 21, 2009

Sevilla Menderita di Mestalla

Juan Mata (AFP/Diego Tuson)Sevilla menelan pil pahit saat mengunjungi Mestalla Stadium untuk bertanding melawan Valencia. Kartu merah dan penalti membuat mereka pulang dengan membawa kekalahan 1-3. Dalam lanjutan Liga Spanyol hari Senin (20/4/2009) dinihari WIB, Sevilla sempat memimpin ketika Julien Escude berhasil merobek gawang tuan rumah lewat tandukan kepalanya di menit kesembilan. Kesialan mereka bermula ketika Adriano Corretja diganjar kartu merah oleh wasit di dua menit tersisa di babak pertama. Pemain asal Brasil itu diusir dari lapangan karena melakukan tekel berbahaya dan bodoh terhadap David Villa. Tak lama dari insiden itu Valencia mulai menemukan keberuntungannya. Menyusul penggaran Escude terhadap Juan Mata, mereka mendapatkan hadiah penalti. Dan Villa sukses menaklukkan kiper Andres Palop. Bermain dengan 10 orang membuat Sevilla mendapat tekanan intensif dari tuan rumah. Villa nyaris mencetak gol keduanya ketika sebuah tembakannya hanya mengenai tiang gawang. Di menit 83 bek Sevilla, Fernando Navarro, dianggap wasit handsball di kotak penalti timnya. Mata mengeksekusi hadiah tembakan bebas dari jarak 11 meter itu dan membawa El Che unggul 2-1. "Bola memang mengenai tangan, tapi itu tidak disengaja," Navarro membuat pengakuan dalam situs resmi Sevilla. "Aku tak tahu apakah salah perhitungan dengan lompatanku, ataukah dia (David Silva) mendorongku. Tapi itu memang penalti. Pertandingan ini ditentukan oleh kesalahanku." Valencia memantapkan kemenangannya di penghujung babak kedua melalui gol pemain pengganti, Pablo Hernandez. Kemenangan keempat dari empat laga terakhir ini menguatkan posisi Valencia di posisi empat besar klasemen, dan untuk sementara cukup untuk menjaga jarak dengan tim-tim di bawahnya yang juga mengincar satu tiket ke Liga Champions musim depan. Dari 31 pertandingan tim asuhan Unay Emery itu telah mengantongi 52 angka, terpaut lima dari Sevilla yang tetap di urutan ketiga. Barcelona (78) masih memimpin kompetisi dengan keunggulan enam poin dari tim peringkat dua, Real Madrid.

Villarreal Gagal Lagi

(AFP/Javier Soriano) Kesempatan Villarreal untuk kembali mengikuti Liga Champions musim ini menipis setelah skuad Manuel Pellegrini gagal mengalahkan 10 pemain Valladolid dalam lanjutan Liga Spanyol pekan ke-31, Minggu (19/4/2009). Empat hari setelah disingkirkan Arsenal di babak perempatfinal Liga Champions, Villarreal hanya bisa membawa pulang satu angka dari lawatannya di Estadio Nuevo Jose Zorilla. Unggul jumlah pemain dalam setengah jam terakhir, plus memperoleh hadiah penalti, "Si Kapal Selam Kuning" hanya bermain seri tanpa gol alias 0-0 dengan Valladolid. Di menit 62 tuan rumah kehilangan Inaki Bea setelah bek Spanyol berusia 30 tahun itu diganjar kartu merah karena melakukan pelanggaran krusial ketika tim lawan berkesempatan besar mencetak gol di kotak penalti. Dari situ saja Villarreal sudah memperoleh keuntungan. Maka ketika Giuseppe Rossi gagal dalam eksekusi penaltinya -- melambung --, teramat besar keuntungan yang disia-siakan Villarreal. Hasil seri ini tidak memperbaiki posisi Villarreal di klasemen sementara, tetap di peringkat enam dengan nilai 49. Mereka kalah selisih gol dari Atletico Madrid dan Valencia, yang juga tengah bersaing ketat memperebutkan posisi empat besar di akhir musim. Valencia berpeluang menyalip Atletico karena saat berita ini diturunkan masih melakoni pertandingannya melawan Sevilla di Mestalla. Hasil seri saja membuat David Villa merebut tempat keempat, sekaligus merapat sedikit dengan Sevilla di peringkat tiga. Juga bagi Villarreal hasil ini menjadikan statistik permainan mereka tidak mengilap lantaran belum pernah menang lagi dalam tiga partai berturut-turut di liga. Sementara itu tim juru kunci Espanyol meraih kemenangan penting dalam perjuangannya menyelamatkan diri dari ancaman degradasi. Lewat sundulan Ivan Alonso di menit 57, mereka menang tipis 1-0 atas Racing Santander. Tambahan tiga poin tidak mengubah status Espanyol sebagai penunggu sementara dasar klasemen. Namun, mereka memangkas jaraknya dengan tim peringkat 19, Numancia, menjadi satu angka, atau empat poin dari batas aman untuk bertahan di La Liga.

Cedera, Sneijder Terancam Absen

Wesley Sneijder (Reuters)Upaya Real Madrid memburu gelar La Liga musim ini bakal terganggu dengan ancaman absennya Wesley Sneijder. Akibat cedera, pemain asal Belanda ini diperkirakan absen selama beberapa pekan. Sneijder mengalami cedera otot hamstring kaki kiri saat Real Madrid menghadapi Recreativo Huelva, Minggu (19/4/2009) dinihari WIB. Dalam laga itu, Sneijder masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-62. Namun akibat cedera yang dialaminya pada menit akhir pertandingan, ia pun harus ditarik keluar dan digantikan Rafael Van der Vaart. Seperti diberitakan Goal, analisa awal dari cedera Sneijder akan memaksa pemain bernomor punggung 10 itu bakal absen selama beberapa pekan ke depan. Pelatih Juande Ramos menyatakan bahwa cedera Sneijder merupakan "kehilangan besar". Namun, Ramos menekankan bahwa pemeriksaan secara menyeluruh belum dilakukan. Cedera ligamen pernah dialami oleh pemain berusia 24 tahun ini pada Agustus 2008, ketika memperkuat Madrid menghadapi Arsenal di laga uji coba pra musim. Saat itu ligamennya robek dan ia terpaksa beristirahat sekitar tiga bulan. Di La Liga musim ini, Sneijder telah tampil 21 kali dan mencetak dua gol serta membukukan dua assits. Kemungkinan besar ia akan absen ketika Madrid menghadapi Getafe pada tengah pekan esok.

Kanoute: Semua Sudah Terlambat, Barca

Fredric Kanoute (Reuters)Frederic Kanoute dan Barcelona sempat saling menyukai. Namun, lambatnya gerak Barcelona untuk segera meminang Kanoute membuat sang striker Mali itu kemudian menutup hatinya bagi Barca. Pada medio tahun 2005, Barcelona pernah menyatakan minat untuk meminang Kanoute yang saat itu memperkuat Tottenham Hotspurs. Namun Barca kemudian mundur teratur karena menilai kemungkinan memboyong Kanoute cukup kecil karena sang pemain merupakan pilihan utama di Spurs. Cerita selanjutnya, Kanoute tetap meninggalkan Spurs di akhir musim 2004/05. Pemain kelahiran 2 September itu hijrah ke Spanyol, namun tidak bergabung dengan Barca melainkan dengan Sevilla. Kanoute pun terkenang akan kisah masa lalunya itu. "Barcelona beberapa kali menyatakan ketertarikan pada saya. Saat itu saya juga membayangkan bermain dengan seragam Barcelona," tukas Kanoute pada Goal. "Barcelona merupakan klub yang selalu saya gemari," tambahnya. Kamis (23/4/2009) dinihari WIB, Kanoute harus mengawal Sevilla menghadapi Barcelona dalam lanjutan Liga Spanyol. Bagaimana sikap Kanoute ketika harus menghadapi sang pujaan? Sevillistas tak perlu khawatir. Kanoute sudah menutup hatinya bagi Barca. "Saat ini semuanya sudah terlambat. Kehidupan saya saat ini adalah bersama Sevilla, begitu pula untuk masa depan," tegas pemain yang berperan dalam menghadirkan juara Piala UEFA 2006 dan 2007 bagi Sevilla ini.