Tampilkan postingan dengan label Chelsea FC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Chelsea FC. Tampilkan semua postingan

Senin, Mei 04, 2009

Ballack Balas Sindir Barca

(Reuters)Terkait dengan kritik Barcelona terhadap permainan Chelsea dan kinerja wasit, Michael Ballack balas menyindir Azulgrana. Menurut Ballack, komentar pedas Barca terkait dengan kegagalan mereka meraih yang diinginkan. Barcelona ditahan imbang Chelsea tanpa gol dalam semifinal Liga Champions yang digelar tengah pekan silam. Pasca laga itu, kubu Catalan mengkritik Tim London Barat memainkan sepak bola negatif dan kinerja wasit yang dinilai terlalu memihak Chelsea. Mendengar itu semua, Ballack balas menyindir tim asal Catalan tersebut. "Faktanya, ini merupakan pertandingan di mana pembicaraan soal wasit adalah hal yang tidak penting. Ini merupakan reaksi dari mereka yang gagal meraih hasil yang diinginkan," tukas Ballack seperti dikutip dari Goal. Ballack pun menilai hal yang diributkan oleh kubu Barcelona tidaklah relevan. "Wasit telah menjalankan tugas dengan baik. Ini sepak bola dan para pemain Barcelona seharusnya tahu," ujar Ballack soal wasit. Bagaimana soal strategi Chelsea yang menerapkan permainan bertahan? "Ketika melawan Barcelona, kami harus turun dengan gaya yang berbeda dibanding melawan Liverpool. Ini bagian dari taktik kami," tukas eks pemain Bayer Leverkusen dan Bayer Munich ini. "Mungkin Barcelona berharap kami tampil menekan. Namun itu tidak terjadi dan Barcelona berpendapat bahwa hal ini tidak adil," pungkas kapten tim nasional Jerman tersebut.

Hiddink Khawatir Lini Belakang

AFP/Glyn KirkMeski menang, Guus Hiddink tak puas dengan lini belakang Chelsea. Pertahanan The Blues disebutnya masih rawan yang membuatnya was-was karena akan menjamu Barcelona di Liga Champions. "Saya pikir hari ini kami mendapatkan hasil yang bagus. Kami senang dengan hasil tersebut. Namun saya juga menyayangkan beberapa momen di laga itu. Saya tidak senang ketika kami membiarkan mereka bermain dan kami cukup buruk di beberapa posisi. Itulah mengapa saya tidak suka meskipun kami meraih kemenangan yang bagus," tukas Hiddink di situs resmi Chelsa. Hiddink layak khawatir meski timnya cuma kebobolan satu gol dalam laga di Stamford Bridge itu. Soalnya tengah pekan ini mereka akan menjamu Barcelona yang pastinya punya lini depan yang lebih menakutkan dibanding The Cottagers. "Itu tidak hanya terjadi di satu posisi. Terdapat rangkaian kesalahan. Jika kami tidak disiplin, jika kami tidak berkonsentrasi kami memberikan mereka peluang seperti yang kami lakukan, sekali dua kali sebelumnya." "Penghormatan tinggi saya berikan kepada Fulham karena mereka memiliki musim yang bagus. Namun jika anda melakukannya di level Eropa yang lebih tinggi anda akan terkena dampak dan hukumannya," sambung dia merujuk pada laga menghadapi El Barca. Pria berusia 62 tahun itu menghubungkan permainan timnya saat menundukkan Fulham 3-1 dengan persiapan laga tengah pekan depan kala Chelsea menjamu Barcelona. "Saya pikir mereka memainkan permainan yang ketat. Kualitas pemain Barcelona akan menjadi ujian sektor pertahanan Chelsea lebih dari hari ini. Namun saya harap tim dapat menindaklanjuti hasil seri yang mereka raih di Nou Camp dan menyelesaikan pekerjaan dengan meraih kemenangan di sini. Dan kami akan memiliki dua tim Inggris meski dipenuhi banyak pemain asing di Final Liga Champions," pungkas dia.

Tundukkan Fulham 3-1, Chelsea Jaga Peluang

AFP/Glyn KirkSempat dapat perlawanan di awal laga, Chelsea akhirnya memetik kemenangan saat menjamu Fulham di Stamford Bridge, Sabtu (2/5/2009). Masing-saing satu gol dari Nicolas Anelka, Didier Drogba dan Florent Malouda memberi The Blues kemenangan 3-1. Meski tengah dijepit jadwal krusial di Liga Champions, Guus hiddink membuktikan janjinya untuk tetap memasang pemain inti di semua pertandingan sisa akhir musim, termasuk saat menghadapi Fulham. Dan hasilnya tidak mengecewakan, meski sempat dapat perlawanan, "Si Biru" menang 3-1. Tambahan tiga poin membuat John terry cs kini punya koleksi poin 74, sama dengabn Liverpool di posisi dua yang masih unggul selisih gol. Selain jadi bekal bagus untuk menjamu Barcelona di semifinal Liga Champions midweek mendatang, kemenangan ini setidaknya menjaga Chelsea tetap beradadi jalur persaingan menjuarai Premiership. Dengan tiga pertandingan tersisa, John terry cs tertinggal enam poin atas MU di posisi teratas. Buat Fulham, kekalahan ini membuat mereka makin terpaku di papan tengah, The Cottagers saat ini punya poin 47. Jalannya pertandingan Di Stamford Bridge, Sabtu (2/5/2009), Chelsea mengawali laga dengan caraterbaik yang bisa mereka lakukan setelah mampu membuka keunggulan di menit pertama. Nicolas Anelka membuka keunggulan tuan rumah setelah melakukan kerjasama dengan Florent Malouda dan Didier Drogba, striker Prancis itu menjebol jala tamunya dengan sebuah sontekan dari jarak dekat. Tapi Fulham tak diam saja kebobolan gol cepat karena hanya dalam tiga menit mereka bisa membalas. Erik Nevland menjebol jala Petr Cech dengan tendangan diagonalnya setelah dia lolos dari jebakan offside hampir di setengah lapangan, bola sepakannya mendarat di pojok gawang. Ketengangan yang terjadi di awal babak pertama tak selesai dampai di situ. The Blues yang tampil dominan setelah gawangnya kebobolan mampu kembali unggul saat laga masuk menit 10. Berdiri tanpa kawalan di muka gawang, tendangan kaki kiri Malouda meneruskan umpan dari sisi kanan mengarah ke pojok kanan bawah gawang tanpa bisa dihalau kiper Mark Schwarzer. Sepuluh menit berselang, Drogba mampu memperlebarkeunggulan The Blues setelah dia memungutumpan terobosan Frank Lampard. Namun skor 2-1 tak berubah karena striker Pantai Gading itu dianggap offside, sesuatu yang terbantahkan dalam tayangan ulang televisi. Upaya Drogba mencetak gol di menit 28 juga gagal terjadi, kali ini upayanya dihentikan Paul Konchesky lewat sebuah tekel bersih di kotak penalti. Lima menit sebelum turun minum Fulham punya kans menyamakan kedudukan, namun sepakan Zoltan Gera dari jarak jauh yang sepertinya mengarah ke gawang membentur pemain tuan rumah dan cuma membuahkan tendangan sudut. Chelsea kembali mengawali babak kedua dengan baik setelah sebuah gol di menit 53 mengantar mereka unggul 3-1. Setelah beberapa upayanya di babak pertama tak membuahkan hasil, Drogba akhirnya mencatatkan namanya di papan skor setelah tendangan kaki kanannya meneruskan umpan terobosan Anelka tak kuasa dihalau kiper Schwarzer. Dengan Fulham tak mampu lagi memberi perlawanan berarti, tekanan yang diberikan Chelsea semakin menjadi-jadi. Sebuah kesempatan lain kembalai datang kali ini untuk Lampard yang tendangan bebasnya bisa ditepis Schwarzer ke atas gawang. Setelah sebuah tendangan jarak jauh Diomansy Kamara tepat mengarah ke pelukan Petr Cech di menit 66, Drogba nyaris menvetak gol keduanya andai dia mampu menyambar dengan sempurna umpan mendatar yang dilepaskan Anelka di muka gawang. Sebelum laga akhirnya berakhir, Chelsea setidaknya punya dua peluang emas lain untuk menambah pundi-pundi gol. Selain sepakan Alex yang tak menemui sasaran, tandukan Anelka menyongsong umpan silang Malouda juga melenceng dari target.

Fulham Dahulu, Barca Kemudian

Guus Hiddink (AFP)Fulham merupakan lawan alot bagi Chelsea. Oleh sebab itu, manajer Chelsea Guus Hiddink fokus kepada Fulham dan baru memikirkan Barcelona kemudian . Sabtu (2/5/2009) malam WIB, Chelsea akan menjamu Fulham. Di pertemuan pertama di Craven Cottage akhir tahun lalu, Chelsea ditahan imbang 2-2. Pahlawan penyelamat Fulham adalah Clint Dempsey yang mencetak gol semenit menjelang laga ditutup. Status lawan 'alot' memang pantas disandang Fulham. Di musim 2006/07, The Cottagers menjadi salah satu pihak yang bertangungjawab atas lepasnya juara dari Chelsea. Skor 2-2 di Stamford Bridge menjadi salah satu duri yang menghalangi ambisi Chelsea untuk jadi juara. Laga melawan Fulham akan berlangsung beberapa hari sebelum Chelsea harus melakoni laga leg kedua semifinal Liga Champions melawan Barcelona di mana Chelsea wajib menang. Sementara, di Liga Primer tiga poin juga merupakan tuntutan demi mengamankan target mereka yakni lolos langsung ke Liga Champions. Apalagi, posisi ketiga masih rawan direbut oleh Arsenal yang bertengger di urutan keempat dan hanya tertinggal enam poin "Kami fokus pada Fulham untuk bermain dengan baik dan kami serius menghadapi laga ini. Namun, kami juga tidak bisa membantah bahwa kami juga memikirkan Barcelona," ujar Hiddink dikutip dari situs resmi Chelsea. "Target pertama kami adalah mendapat jatah lolos langsung ke Liga Champions. Artinya kami harus ada di posisi tiga besar," tutup sang Meneer.

Hiddink Membela Meski Tak Suka

AFP/Philippe DesmazesTaktik defensif yang diperlihatkan Chelsea saat menghadapi Barcelona di semifinal Liga Champions banyak dikecam. Tetapi Guus Hiddink membela strateginya meski tak suka. Chelsea sukses menahan Barca dengan skor 0-0 di laga leg pertama di Camp Nou, Kamis (30/4/2009) dinihari WIB. Skor itu diperoleh dengan penampilan ultra defensif yang diperlihatkan The Blues. Cacian diarahkan ke Hiddink selalu peracik strategi Chelsea. Permainan negatif yang diperlihatkan John Terry dkk dinilai bukan permainan sepakbola. Tetapi tak ada sedikitpun niat Hiddink meminta maaf. "Ada banyak benturan dari kedua kubu. Itu permainan lelaki. Mereka mengontrol dan mendominasi permainan dan saya sebenarnya akan senang bila kami mengambil inisiatif, tetapi mereka mengendalikan," kilah Hiddink seperti dikutip AFP. "Saya tidak ingin menyerah mudah. Kami terorganisir dengan baik dan bermain baik secara defensif. Saya ingin sedikit lebih mengambil inisiatif tetapi mereka juga sebuah tim yang disiplin," sambung dia. Hiddink mengklaim Chelsea sebenarnya juga ingin tampil menyerang. Tetapi superioritas Barcelona membuat ia berpikir realistis dan memilih berkonsentrasi di belakang. "Di bawah Pep Guardiola, mereka tahu bagaimana caranya bertahan dengan baik dan dua bek tengah mereka tahu bagaimana menyulitkan kami. Lebih dari itu, mereka memang bagus," kata Hiddink. "Kami ingin, tentu saja, bermain lebih baik. Tetapi kami bermain melawan sebuah tim dengan konsep sepakbola yang terbaik," tandas manajer berkebangsaan Belanda itu.

Kamis, April 30, 2009

Tangguhnya Cech, Kokohnya Terry

Cech & Terry (AFP)Pertahanan Chelsea benar-benar diuji kala menahan gempuran Barcelona di Nou Camp. Kalau akhirnya gawang The Blues bersih dari kebobolan, itu karena tangguhnya Petr Cech di bawah gawang dan kokohnya John Terry sebagai palang pintu. Dalam pertandingan yang berlangsung hari Rabu (29/4/2009) dinihari WIB, Barcelona tampil ganas di hadapan pendukung sendiri. Dengan dimotori oleh Lionel Messi, mereka hampir selalu melakukan tekanan ke pertahanan Chelsea sepanjang laga. Namun mereka harus menemui kegagalan ketika harus berhadapan dengan Cech. Penjaga gawang asal Republik Ceko ini tampil konsisten sepanjang pertandingan dan beberapa kali berhasil menyelamatkan gawang 'Si Biru' dari serbuan penyerang-penyerang Barca. "Petr, secara defensif, telah melakukan pekerjaan dengan baik. Dia memiliki satu atau dua situasi di mana ia bisa melakukan penyelamatan tanpa menghasilkan situasi berbahaya, dan ia menyelamatkan pertandingan ini untuk kami," ujar Guus Hiddink di situs resmi klub. Satu nama lainnya yang disebut-sebut Hiddink adalah Terry. Sang kapten disebutnya tampil inspiratif sehingga bisa menularkan mentalnya kepada seluruh tim. "Anda harus bermain penuh keberanian tetapi tetap dengan intelegensia. Anda tak bisa hanya bermain tangguh melawan Barcelona. Terry sangat inspiratif dan merupakan contoh bagi keseluruhan tim, dan tim pun meresponnya dengan baik," tandasnya.

Hiddink: Perjuangan Belum Selesai

ReutersMenyudahi laga tanpa gol saat bertandang ke Barcelona disebut Guus Hiddink merupakan hasil yang bagus. Meki begitu dia tak mau buru-buru sesumbar karena itu disebutnya belum menentukan apapun. Dengan 29 gol yang sudah dilesakkan di Liga Champions sepanjang musim ini, Chelsea jelas waspada saat harus menjalani lawatan ke Barcelona di leg pertama semifinal Liga Champions. Apalagi anak asuh Pep Guardiola punya catatan fantastis dalam perjalanannya ke babak ini setelah menundukkan Olimpique Lyon dan Bayern Munich dengan agregat 6-3 dan 5-1. Tapi dalam laga di Nou Camp dinihari tadi, The Blues berhasil menghindarkan Barca dari meraih hasil maksimal di kandang sendiri. Meski harus memperagakan negatif football dengan lebih banyak bertahan, hasil 0-0 jelas merupakan sesuatu yang positif karena melangkah ke final kini lebih besar. "Jika Anda melihat penampilan Barca dalam beberapa waktu terakhir, dengan hasil laga dan jumlah gol yang dibuat, ini merupakan kali pertama mereka tak mencetak gol di kandang, ini merupakan sebuah keberhasilan saat Anda menghadapi tim yang indah dan biasa memperagakan sepakbola indah sebagaimana kami saksikan malam ini," ungkap Hiddink di situs resmi The Blues. Chelsea banyak mendapat tekanan dalam pertandingan yang digelar di Nou Camp, Rabu (28/4/2009) dinihari WIB tadi. Namun disiplinnya lini pertahanan "Si Biru" yang digalang John Terry, juga performa gemilang dari Petr Cech menjadi kunci Chelsea pulang dengan peluang lebih besar untuk bisa melangkah ke final. Meski begitu Hiddink justru menilai kalau perjuangan John Terry cs belumlah selesai. Meski diuntungkan, hasil imbang tanpa dalam laga tandang disebutnya belum akan menentukan apapun. "Di zaman sepakbola modern, tak ada keuntungan bertanding di kandang lawan atau kandang sendiri, jadi hasil pertandingan ini belum menentukan apapun. Yang jelas ini merupakan hasil yang bagus saat harus menghadapi tim yang juga bagus," pungkas Hiddink.

Terry: Hasil yang Fantastis

ReutersChelsea memetik hasil positif dengan menahan Barcelona 0-0 di laga pertama semifinal Liga Champions. Kapten The Blues, John Terry, menyebut hasil ini fantastis. Skor 0-0 menjadi kesimpulan akhir duel keduanya di Camp Nou, Rabu (29/4/2009) dinihari WIB. Permainan Barca yang selama ini dikenal ofensif berhasil diredam permainan defensif yang diterapkan dengan penuh disiplin oleh Chelsea. "Mereka banyak menguasai bola dan mendapat sejumlah peluang berharga," ujar Terry kepada ITV Sports. "Kami tahu mereka banyak memainkan umpan terobosan. Jadi kami memperketat pertahanan dan menjinakkan mereka." Hasil ini mendorong pendulum peluang untuk melaju ke final bergerak ke arah Chelsea. Kemenangan 1-0 di semifinal kedua yang akan digelar di kandang sendiri pekan depan membuat The Blues yakin mereka bakal menembus final lagi setelah melakukannya tahun lalu. "Ini adalah hasil yang fantastis. Kami akan siap untuk bertanding lagi di Stamford Bridge dengan seluruh fans berada di belakang kami," kata Terry kemudian. Chelsea bisa saja meraih hasil lebih baik andai dua peluang terbaik mereka melalui Didier Drogba di penghujung babak pertama tidak digagalkan oleh penampilan cekatan kiper lawan, Victor Valdes. "Sejujurnya, Drogba tidak beruntung dengan dua kesempatan itu. Kami memang sudah memperkirakan akan mendapat sejumlah peluang," sambung Terry. Di akhir-akhir pertandingan, Barca sempat mengklaim berhak atas hadiah penalti setelah Jose Bosingwa dituding menjatuhkan Thierry Henry di kotak penalti. Namun Terry menolak klaim tersebut. "Bosingwa? Saya pikir tidak. Wasit membiarkan permainan mengalir," tuntas dia.

Catenaccio Ala Chelsea

ReutersPetr Cech jadi karang kokoh yang menghindarkan Chelsea dari kebobolan saat bertandang ke Barcelona. Di samping kegemilangan sang kiper, catenacio terapan Guus Hiddink juga membuka jalan The Blues menuju final. Hasil 0-0 yang didapat di leg pertama semifinal Liga Champions jelas sangat disyukuri Chelsea. Barca yang begitu mengerikan dengan produktivitas golnya mampu diredam dan dibuat tak berdaya di depan pendukungnya sendiri, Rabu (29/4/2009) dinihari WIB. Padahal, sebelum laga Guus Hiddink sempat dibuat khawatir menyusul akumulasi kartu yang diterima Ashley Cole. Dia terpaksa melakukan perombakan dengan menempatkan Jose Bosingwa di sisi kiri demi mematikan Lionel Messi. Hasilnya? Bek Portugal itu memang beberapa kali kecolongan saat diajak adu sprint. Namun hasil akhir laga yang 0-0 menunjukkan kalau secara keseluruhan strategi yang diterapkan Hiddink berjalan sukses - terlepas dari fakta bahwa mereka secara statistik penguasaan bola kalah 65%:25% serta shot on goal yang juga sangat timpang dengan perbandingan 6:1. Apa yang diperagakan Chelsea dinihari tadi mungkin mengingatkan kembali strategi catenaccio yang pernah dipopulerkan Italia pada yahun 1970 hingga1990-an. Sebagai orang Belanda, Hiddink memang kurang dikenal dengan total football-nya bersama beberapa tim yang sudah dia besut, hal mana kembali dia praktikkan dinihari tadi. Menggunakan 4-2-3-1, Hiddink menempatkan Michael Ballack bersama Michael Essien sebagai dua jangkar yang membantu kerja kuarter John Terry, Branislav Ivanovic, Bosingwa dan Alex di lini pertahanan. Hampir di sepanjang pertandingan pemain belakang The Blues masih harus berjibaku mengamankan wilayahnya, begitu juga dengan Cech yang beberapa kali tampil sebagai pahlawan dengan penyelamatannya. Tapi perjuangan itu tak sia-sia: Messi tak bisa berbuat banyak saat tiba di muka kotak penalti, juga dengan Andres Iniesta yang kerap kalah bertarung dan jatuh saat beradu fisik dengan John Terry cs. Ujung-ujungnya Samuel Eto'o tak punya banyak peluang karena suplai bola nyaris tak ada. Sementara tusukan Henry di sisi kiri juga hanya beberapa kali yang berhasil menjadi ancaman ke gawang Cech. Alhasil Barca lebih banyak memutar bola di lapangan tengah, dengan sesekali melakukan penetrasi mencoba masuk daerah pertahanan lawan. Tapi baik aksi individu maupun umpan-umpan pendek merapat yang jadi cirikhas klub tersebut mentah oleh ketat dan disiplinnya penjagaan John Terry cs di muka gawang. Saat menjamu Liverpool di leg kedua babak perempatfinal, gawang Chelsea memang sempat kebobolan empat kali. Namun dengan performa lini pertahanan yang ditunjukkan di Nou Camp, The Blues menyimpan potensi besar untuk kembali masuk final Liga Champions untuk kali kedua secara beruntun.

Minggu, April 26, 2009

'Chelsea Kurang Membunuh'

AFP/Glyn KirkTiga poin berhasil dikantongi Chelsea saat melakoni derby London kontra West Ham United. Namun di balik kemenangan 1-0 itu, tersembul kritik bahwa The Blues kurang punya daya membunuh. Dalam laga yang dilangsungkan di Upton Park, Sabtu (25/4/2009) malam WIB, Salomon Kalou menjadi pahlawan Chelsea dengan gol tunggalnya di menit ke-55. Raihan gemilang John Terry dkk ini juga tetap menjaga asa penghuni Stamford Bridge ini untuk bersaing dengan Manchester United dan Liverpool dalam meraih titel Liga Inggris. Menurut catatan Eurosport, Chelsea memegang penguasaan bola sebanyak 65% sedang West Ham hanya diberi 35% saja. Untuk urusan menembak ke gawang, 'Si Biru' pun unggul jauh dengan 23 shots berbanding 12 milik tim lawan. Mungkin statistik itu menjadi acuan penilaian Guus Hiddink akan lini depan Chelsea yang kurang menggigit pada pertandingan itu. Dari sekian tembakan ke gawang lawan, hanya satu yang berhasil dikonversi menjadi gol. Dominannya Chelsea dalam laga itu pun hampir ternodai andai penalti Mark Noble tak berhasil ditepis oleh Petr Cech. "Ada beberapa perubahan. Tim bermain dengan baik di babak pertama, kami mengontol permainan, kami sangat dominan. Satu hal yang saya kritik adalah penyelesaian akhir di kotak penalti," analisa Hiddink kepada situs resmi klub. "Di babak kedua kami mencetak gol tapi kami juga melakukan beberapa kesalahan di lini depan dan tengah. Itu yang menyebabkan kami diserang balik lalu mendapat sedikit masalah," sambungnya. "Sama saat kami dihukum penalti ketika mudah kehilangan bola, kami tidak mau berusaha untuk merebut bola itu kembali. Kami menyebabkan penalti itu tapi kami gembira tidak kebobolan dan ia (Cech) menyelamatkannya." Walaupun hanya menang dengan skor tipis, Hiddink tetap mensyukurinya. Baginya raihan hasil gemilang ini dapat menjadi modal penting dalam lawatannya ke Nou Camp midweek besok melawan Barcelona dalam semifinal Liga Champions. "Tidak mudah ketika kamu mempunyai pertandingan besar Selasa besok, tapi kami pun tidak boleh kehilangan poin di beberapa pertandingan liga ke depan. Itu mengapa tim ini bermain dengan ambisi," tandasnya. "Kami mempunyai laga yang sulit melawan tim terbaik di Eropa, atau mungkin di dunia. Dengan melihat kami bermain baik hari ini," tutupnya.

Sabtu, April 25, 2009

Chelsea Terus Buntuti MU & Liverpool

Chelsea (Reuters)Chelsea tetap menjaga asanya untuk merebut gelar juara Liga Inggris, setelah pada Sabtu (25/4/2009) malam WIB The Blues menang tipis 1-0 dalam derby London kontra West Ham United. Dalam laga yang dilangsungkan di Upton Park, gol Salomon Kalou di babak kedua memastikan raihan poin penting bagi 'Si Biru' untuk tetap menghidupkan peluang merebut juara Liga Inggris. Dengan empat laga tersisa, kesempatan Chelsea tentunya semakin kecil karena saat ini mereka tertinggal tiga poin dari Liverpool dan Manchester United yang sementara beriringan berdiri di puncak klasemen. Apalagi MU masih mempunyai dua laga tersimpan di tangan mereka. Menggengam tiga angka dalam laga ini, pasukan Guus Hiddink tetap berdiri kokoh di urutan ketiga klasemen sementara dengan capaian 71 poin dari 34 kali bertanding. Sementara dengan kekalahan ini, pasukan Gianfranco Zola harus rela turun satu tangga ke urutan kedelapan dengan 45 poin. Jalannya pertandingan Babak pertama berjalan 17 menit, Florent Malouda mengancam gawang West Ham. Akselerasi winger Prancis itu ke dalam kotak penalti Chelsea diakhiri dengan sepakan keras yang tak menemui sasaran. Tiga menit berselang giliran tuan rumah punya peluang. Kieron Dyer yang berdiri bebas di daerah pertahanan Chelsea tak mampu memaksimalkan dengan baik umpan tarik Diego Tristan. Tendangan Dyer masih terlalu lemah dan tepat mengarah ke pelukan Petr Cech. Nicolas Anelka membuang kesempatan untuk membuat gol pertama di laga ini. Sepakan striker 31 tahun di menit ke-37 itu di sisi kiri pertahanan West Ham masih melebar di samping gawang Robert Green. Pada menit ke-43 peluang emas didapat West Ham melalui Tristan. Meneruskan sepak pojok, bola hasil sundulan pria Spanyol itu masih dapat dicegah masul oleh John Obi Mikel yang berdiri tepat di garis gawang. Hingga turun minum kedudukan tetap imbang tanpa gol. Babak kedua berjalan sepuluh menit gol Kalou memecah kebuntuan pada pertandingan itu. Akselerasi Frank Lampard di sisi kanan pertahanan tuan rumah diakhiri dengan crossing ke dalam kotak penalti. Kalou yang berdiri bebas tanpa ragu menceploskan kulit bundar ke jala lawan yang sudah kosong ditinggal Green. Semenit kemudian Cech membuat penyelematan gemilang atas tendangan keras Dyer dari luar kotak penalti. Di menit ke-59, tendangan chip Lucas Neill hanya mampu menempatkan bola di atas jala Cech. Sepakan keras Ashley Cole di menit ke-66 meneruskan assist Kalou masih melayang di atas mistar gawang tuan rumah. Noble memiliki kesempatan untuk menyamakan kedudukan melalui titik penalti menyusul dilanggarnya Ilunga oleh Kalou. Sayang penaltinya di menit ke-70 mampu ditepis dengan baik oleh Cech. Free kick keras Lampard di menit ke-83 harus dijinakkan susah payah oleh Green. Hingga berakhirnya laga, papan skor tetap menunjukkan angka 1-0 untuk keunggulan tim tamu. Susunan Pemain : West Ham : Green, Ilunga, Upson, Tomkins, Neill, Boa Marte (Savio 74'), Stanislas, Noble, Dyer (Sears 61'), Tristan, Di Michele (Kovac 61'). Chelsea : Cech, Bosingwa (Cole 58'), Ivanovic, Terry, Mancienne, Belleti, Mikel, Lampard, Kalou (Essien 73'), Malouda, Anelka.

Gol Kalou Menangkan Chelsea

West Ham vs Chelsea (AFP/Glyn Kirk) Chelsea tetap menguntit Manchester United dan Liverpool di papan atas, setelah memenangi laga derby London Sabtu (25/4/2009) malam WIB melawan West Ham United dengan skor tipis 1-0. Dalam laga yang dilansungkan di Upton Park, gol Salomon Kalou di babak kedua memastikan raihan poin penting bagi The Blues untuk tetap menghidupkan peluang merebut juara Liga Inggris. West Ham bertindak sebagai tuan rumah sebenarnya punya peluang untuk menyamakan kedudukan lewat Mark Noble lewat titik penalti. Namun Cech dengan sigap mengamankan bola hasil sepakan gelandang Inggris itu. Dengan genggaman tiga angka ini, pasukan Guus Hiddink tetap berdiri kokoh di urutan ketiga klasemen sementara dengan capaian 71 poin dari 34 kali bertanding. Sementara dengan kekalahan ini, pasukan Gianfranco Zola harus rela turun satu tangga ke urutan kedelapan dengan 45 poin.