Tampilkan postingan dengan label Bayern Muenchen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bayern Muenchen. Tampilkan semua postingan

Senin, Mei 04, 2009

AZ Tepis Van Gaal ke Bayern

Van Gaal (AFP/Vincent Jannink)Nama Louis van Gaal masuk sebagai salah satu kandidat pelatih Bayern Munich. AZ Alkmaar, majikan Van Gaal sekarang, buru-buru menepis kemungkinan Van Gaal digaet Bayern. Van Gaal menjadi salah satu calon pelatih Bayern menggantikan caretaker Jupp Heynckes. Van Gaal menjadi figur kesekian yang jadi kandidat selain Martin Jol, Roberto Mancini, Frank Rijkaard dll. Presiden AZ Dirk Scheringa menepis spekulasi kepergian pelatih yang baru mengantar klub kota Alkmaar itu menjadi juara Liga Belanda. Pasalnya, kontrak Van Gaal baru kadaluarsa setahun lagi. "Louis berada di bawah kontrak hingga 2010. Kepergiannya menuju klub lain berstatus tidak bisa dinegosiasikan," ujar Scheringa kepada Sportweek yang dikutip AFP. "Saya tidak khawatir pada apapun karena Van Gaal adalah seorang pria yang berprinsip, yang selalu menghargai kontraknya. Kami pun belum dikontak oleh Bayern," lanjut Scheringa. Ketertarikan Bayern kepada Van Gaal diungkapkan manajernya, Uli Hoeness. Menurut Hoeness, pelatih berusia 57 tahun itu akan diikat The Bavarians dengan kontrak berdurasi dua atau tiga tahun. Scheringa lagi-lagi menepis kabar itu seraya mengutarakan mimpinya melihat AZ dibimbing Van Gaal berkompetisi di pelataran Eropa. "Kami ingin bermain di Liga Champions bersama Van Gaal," pungkas dia.

Van Gaal Masuk Radar Bayern

Van Gaal (Reuters)Bertambah lagi satu kandidat pelatih Bayern Munich musim depan. Nama terbaru yang masuk bidikan The Bavarians adalah pelatih asal Belanda, Louis van Gaal. "Van Gaal adalah salah satu kandidat yang menarik perhatian kami," ujar manajer Bayern Uli Hoeness kepada Sueddeutsche Zeitung seperti dikabarkan AFP. Nama Van Gaal melengkapi sederet kandidat lain yang sudah lebih dahulu diberitakan akan melatih Bayern. Beberapa di antaranya adalah Roberto Mancini, Martin Jol dan Frank Rijkaard. Bayern membutuhkan seorang pelatih baru untuk menggantikan Jupp Heynckes yang hanya akan bertugas hingga akhir musim ini. Heynckes sendiri mengisi posisi lowong setelah Juergen Klinsmann dipecat. Van Gaal masuk radar Bayern berkat prestasinya bersama AZ Alkmaaar. Tim ini sukses meruntuhkan dominasi klub-klub besar dengan menjadi juara Liga Belanda. Hal lain, pelatih 57 tahun itu juga telah berpengalaman membesut klub besar seperti Ajax Amsterdam dan Barcelona. Munculnya nama-nama pelatih asal Belanda selaras dengan niat Bayern untuk mencari der trainer yang fasih berbahasa Jerman. Berdasarkan kedekatan geografis dan budaya, lebih dari separuh orang Belanda bisa berbahasa Jerman. "Akan jadi hambatan besar bila pelatih harus mengutarakan idenya melalui seorang penerjemah. Ada beberapa pengecualian seperti Rafa Benitez di Liverpool. Itu akan membuat Anda berpikir ulang, tetapi dia tidak mungkin (dikontrak)," tegas Hoeness.

Jumat, Mei 01, 2009

Ribery Ancam Tinggalkan Bayern

Ribery (bundesliga.de)Walaupun berkali-kali membantah akan segera meninggalkan Bayern Munich, Franck Ribery kali ini memberi pernyataan yang lebih jelas tentang kemungkinan ia melakukan itu. Dalam ucapannya yang dikutip harian terkenal Prancis L'Equipe, Kamis (30/4/2009), Ribery memberi syarat kepada Bayern supaya dirinya bertahan di Allianz Arena. Apa itu? Liga Champions. Bintang berusia 26 tahun itu mencemaskan posisi Bayern di Bundesliga saat ini, yang masih berada di urutan tiga di bawah Wolfsburg dan Hertha Berlin, sedangkan kompetisi tersisa lima pekan. "Akan sulit buatku untuk bertahan kalau kami gagal mencapai tujuan itu," tukas Ribery. "Itu kenapa klub ini harus, bagaimanapun caranya, finish paling tidak di peringkat dua." Bayern tertinggal tiga poin dari pimpinan klasemen sementara, Wolfsburg. Raksasa Jerman ini baru saja mendepak pelatih Juergen Klinsmann dan menunjuk Juup Heynckess sebagai penggantinya sampai akhir musim. "Kami harus memenangi liga ini," tambah Ribery. "Masih mungkin kok. Tapi prioritas klub dan pelatih adalah memastikan bahwa minimal kami runner up dan langsung masuk (babak utama) Liga Champions." Bayern akhir pekan ini akan menghadapi tim nomor dua dari bawah, Borussia Moenchengladbach, di kandangnya sendiri.

Kamis, April 30, 2009

Rijkaard Solusi Munich

 Pencarian Bayern Munich untuk seorang pelatih tetap masih berlanjut. Franz Beckenbauer memberi isyarat bahwa bisa jadi Frank Rijkaard merupakan solusi untuk mereka. Setelah memecat Juergen Klinsmann, Bayern memang memakai jasa Jupp Heynckes untuk menangani Franck Ribery dkk hingga akhir musim. Tetapi tampaknya Heynckes tidak akan melanjutkan kerjanya musim depan. Sejumlah nama diapungkan sebagai kandidat arsitek FC Hollywood berikutnya. Luiz Felipe Scolari, Roberto Mancini, Martin Jol, hingga Bernd Schuster. Tetapi kans Rijkaard yang sedang tak punya klub tampaknya cukup besar. "Rijkaard akan jadi salah satu solusi. Dia sedang tidak punya kontrak sekarang ini," ujar Beckenbauer, Presiden Bayern, kepada Premiere seperti dikutip AFP. "Masih terlalu awal untuk membicarakannya. Tetapi tentu saja kami harus berpikir tentang kemungkinan itu. Kami harus melihat siapa yang cocok dengan klub dan baru membuat keputusan," imbuh Beckenbauer. Rijkaard memang tampaknya harus dipertimbangkan. Di curriculum vitaenya, pria Belanda itu pernah sukses menukangi Barcelona; termasuk dengan mengantar klub Spanyol itu jadi juara Liga Champions 2006. Di luar nama Rijkaard dan sejumlah figur di atas, dua nama sudah pasti tidak akan mengarsiteki Bayern. Mereka adalah manajer Chelsea, Guus Hiddink, dan manajer Arsenal, Arsene Wenger. "Saya menghargai Hiddink seperti juga yang lain. Tapi dia akan meninggalkan Chelsea untuk berkonsentrasi dengan timnas Rusia. Dia tidak akan ke Bayern," tukas eks pemain berjuluk Der Kaiser itu. "Secara alami, Wenger juga sebuah opsi. Tetapi kami tidak akan menggaetnya. Dia membangun Arsenal dan tidak akan meninggalkan klub itu," pungkas Beckenbauer.

Selasa, April 28, 2009

Beckenbauer Inginkan Hiddink Musim Depan

 Presiden Bayern Munich, Franz Beckenbauer, mengatakan bahwa Guus Hiddink merupakan pelatih yang paling diinginkannya untuk menangani FC Hollywood musim depan. Bayern baru saja memecat Jurgen Klinsmann dari jabatan pelatih, dua hari setelah FC Hollywood dibekuk Schalke 0-1 dalam laga yang berlangsung akhir pekan kemarin. Jupp Heynckes yang pernah membawa Bayern meraih gelar Bundesliga di awal 90-an ditunjuk sebagai pelatih pengganti. Namun tampaknya Der Kaizer tengah berancang-ancang dari sekarang untuk menentukan calon pelatih Bayern musim depan. Dia menyatakan bahwa sosok pelatih sementara Chelsea, Guus Hiddin,k merupakan figur yang paling tepat. "Saya harap kami dapat pelatih yang memiliki kelas seperti Guus Hiddink," tukasnya seperti yang dilansir Soccernet. Hiddink sendiri tidak terikat secara permanen dengan Chelsea. Ia hanya memiliki kontrak hingga akhir musim dan selanjutnya telah berencana untuk berkonsentrasi menangani timnas Rusia. Di tangan Hiddink, prestasi Chelsea yang sempat menurun di tangan Luiz Felipe Scolari membaik. Mereka berpeluang merebut gelar juara FA setelah lolos ke babak final. Peluang The Blues juga masih terbuka di ajang Liga Champions setelah lolos ke babak semifinal. Di liga domestik, Chelsea terpaku di urutan tiga. Hal inilah tampaknya yang menjadi pertimbangan Beckenbauer dalam melihat Hiddink sebagai pelatih Bayern musim depan. Kandidat lain yang santer dikabarkan berpeluang untuk melatih Bayern musim depan didominasi oleh mantan pelatih tim elit Eropa, antara lain; mantan pelatih Inter Roberto Mancini, Mantan pelatih Chelsea Luis Felipe Scolari, mantan pelatih Barcelona Frank Rijkard, dan Mantan pelatih Madrid Bernd Schuster.

Heynckes Bidik Tiket Grup Liga Champions

 Pelatih sementara Bayern Munich, Jupp Heynckes, membidik satu tiket lolos langsung ke Liga Champions. Ia percaya bahwa itulah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan musim penuh bencana ini. Heynckes ditunjuh Bayern untuk menggantikan Juergen Klinsmann yang dipecat. Klinsi meninggalkan posisi yang tidak terlalu buruk; tetapi berada di peringkat tiga klasemen jelas bukan tempat pantas bagi klub sekelas mereka. Merebut minimal posisi dua alias lolos langsung ke fase grup Liga Champions adalah target wajib Bayern. Bila tidak, maka niscaya klub Bavaria itu akan terjebak dalam kesulitan keuangan yang serius. "Tujuan kami adalah harus lolos langsung ke Liga Champions. Saya bisa membantu tim dengan pengalaman saya dan pengetahuan saya dalam menghadapi situasi seperti ini," ujar Heynckes seperti dikutip Reuters. Bayern saat ini berada di peringkat tiga dengan 54 angka, cuma tertinggal tiga poin dari Wolfsburg yang memuncaki klasemen. Bagaimanapun, Heynckes memilih untuk tidak langsung menjadikan titel jawara sebagai bidikan utama. "Kami tidak boleh berpikir tentang gelar juara. Biarkan orang lain yang membicarakannya," imbuh pelatih yang kini berusia 63 tahun itu. Heynckes barangkali sedang merendah. Selain karena selisih poin yang cukup dekat, Heynckes juga bukan orang baru di Bayern. Ia pernah melatih FC Hollywood pada 1987-1991 dengan prestasi dua kali juara Bundesliga.

Oddo Inginkan Mancio

Massiomo Oddo (AFP)Keinginan Roberto Mancini untuk kembali melatih musim depan, rupanya terdengar oleh Massimo Oddo. Bek Bayern Munich ini kemudian mengapungkan asa agar Mancio bisa duduk di kursi pelatih FC Hollywood. Bayern baru saja memecat Juergen Klinsmann dari kursi kepelatihan. Jupp Heynckes ditunjuk sebagai pelatih sementara untuk menangani Luca Toni dkk. hingga akhir musim. Itu artinya, terbuka kemungkinan bahwa musim depan Bayern bakal ditangani pelatih baru. Oddo berpendapat, Mancini merupakan sosok yang tepat untuk menahkodai Bayern. "Saya sangat beruntung bisa menjadi bagian dari pasukannya saat ia menangani Lazio. Saya benar-benar mengapresiasi kemampuan Mancini," ujar Oddo dikutip dari Channel4. "Satu hal yang saya yakini adalah, Mancini bisa memberikan sesuatu yang sangat baik untuk Bayern dan mempersembahkan banyak gelar," kata mantan pemain yang musim lalu berbaju AC Milan ini. Belum lama ini, Mancio menyatakan ingin kembali melatih. Bayern menjadi salah satu klub yang diinginkannya. "Bayern, Manchester City, AC Milan, atau Juventus? Sungguh sulit untuk menunjuk satu nama sekarang. Musim ini masih berjalan dan sangat sulit untuk membuat prediksi," tukas Mancini dikutip dari Goal. Mantan arsitek Inter Milan ini menambahkan, ia ingin melatih di luar Italia.

Berharap Reuni Manis dengan Heynckes

istTiga puluh tahun menjadi pelatih, cuma tiga gelar juara yang pernah diraih Jupp Heynckes. Tapi karena sempat diantar jadi kampiun Bundesliga hingga dua kali, Bayern Munich berharap reuninya tahun ini berakhir manis. Heynckes ditunjuk menjadi pelatih baru Bayern Munich menyusul pemecatan Juergen Klinsmann, Senin (27/4/2009) waktu setempat. Klinsi dianggap tak memberi hasil yang diharapkan pada FC Hollywood, apalagi klub Bavaria tersebut belakangan juga menderita beberapa kekalahan mengejutkan. Entah apa yang mendasari petinggi Bayern untuk kemudian menunjuk pria 63 tahun itu sebagai bos baru Miroslave Klose cs. Yang pasti, secara umum trek rekor mantan striker internasional Jerman itu tak bisa dibilang bagus. Dalam 30 tahun karirnya sebagai pelatih, tercatat cuma tiga tropi berhasil dia menangi. Selain dua yang didapat bersama Bayern dengan menjuarai Liga Jerman di musim 1989 dan 1990, satu tropi lain yang bisa dia menangi adalah Liga Champions bersama Real Madrid di musim 1997-1998. Seperti kebanyakan pelatih lain, Heynckes memulai karir juga di dunia sepakbola dengan memperkuat klub kota kelahirannya, Borussia Monchenggladbach. Sepanjang karirnya sebagai pemain dia telah melakoni 385 laga Bundesliga dengan mencetak 220 gol. Raihan golnya ini menjadi peringkat tiga dalam daftar pencetak gol terbanyak Bundesliga sepanjang masa. Selain itu, dia juga tercatat 39 kali pernah memperkuat timnas Jerman dan berhasil mencetak 14 gol. Heynckes memulai karirnya sebagai pelatih pada tahun 1979 bersama Monchenggladbach. Ia melatih tim tersebut selama delapan tahun, tanpa meraih satupun gelar bergengsi. Baru pada tahun 1987 dia melatih Bayern Munich. Empat tahun di klub tersebut, dua gelar juara Liga berhasil dipersembahkan yakni masing-masing pada 1989 dan 1990. Perjalanan karir kepelatihan Heynckes berlajut di tanah Spanyol saat dia dipercaya menangani Athetic Bilbao. Dua tahun di Bilbao dia pulang ke Jerman untuk menerima tawaran dari Eitracht Frankfurt, di mana dia cuma bertahan semusim di sana karena kemudian kembali hijrah ke Spanyol bersama Tenerife. Heynckes meraih tropi ketiganya pada tahun 1998 saat dia mengantar Real Madrid menjadi juara Liga Champions. Sebuah sukses besar karena mengakhiri penantian 32 tahun Los Merengues sebagai jawara Eropa. Tapi dia juga tak bisa bertahan lama di Santiago Bernabeu, performa Madrid yang buruk di kkompetisi lokal memaksanya hengkang. Selanjutnya berturut-turut Heynckes membesut Athletic Bilbao, Schalke 04 dan Borussia Monchengladbach. Sayangnya, sejak sukses di Madrid dia tak pernah lagi mengantar timnya menjadi juara. Dia malah harus berkali-kali menerima surat pemecatan karena dianggap tak mampu memberi yang terbaik buat klubnya. Heynckes hingga kini masih dianggap sebagai pelatih terburuk yang pernah membesut Eintracht setelah membuat tim tersebut terdegradasi. Selain kontranya yang singkat dengan Schalke, Heynckes juga sempat menjalani 14 pertandingan Bundesliga tanpa satu kalipun meraih kemenangan saat menukangi Borussia Mönchengladbach. Adakah reuni manis antara Bayern dengan Heynckes di musim ini?

Berharap Reuni Manis dengan Heynckes

istTiga puluh tahun menjadi pelatih, cuma tiga gelar juara yang pernah diraih Jupp Heynckes. Tapi karena sempat diantar jadi kampiun Bundesliga hingga dua kali, Bayern Munich berharap reuninya tahun ini berakhir manis. Heynckes ditunjuk menjadi pelatih baru Bayern Munich menyusul pemecatan Juergen Klinsmann, Senin (27/4/2009) waktu setempat. Klinsi dianggap tak memberi hasil yang diharapkan pada FC Hollywood, apalagi klub Bavaria tersebut belakangan juga menderita beberapa kekalahan mengejutkan. Entah apa yang mendasari petinggi Bayern untuk kemudian menunjuk pria 63 tahun itu sebagai bos baru Miroslave Klose cs. Yang pasti, secara umum trek rekor mantan striker internasional Jerman itu tak bisa dibilang bagus. Dalam 30 tahun karirnya sebagai pelatih, tercatat cuma tiga tropi berhasil dia menangi. Selain dua yang didapat bersama Bayern dengan menjuarai Liga Jerman di musim 1989 dan 1990, satu tropi lain yang bisa dia menangi adalah Liga Champions bersama Real Madrid di musim 1997-1998. Seperti kebanyakan pelatih lain, Heynckes memulai karir juga di dunia sepakbola dengan memperkuat klub kota kelahirannya, Borussia Monchenggladbach. Sepanjang karirnya sebagai pemain dia telah melakoni 385 laga Bundesliga dengan mencetak 220 gol. Raihan golnya ini menjadi peringkat tiga dalam daftar pencetak gol terbanyak Bundesliga sepanjang masa. Selain itu, dia juga tercatat 39 kali pernah memperkuat timnas Jerman dan berhasil mencetak 14 gol. Heynckes memulai karirnya sebagai pelatih pada tahun 1979 bersama Monchenggladbach. Ia melatih tim tersebut selama delapan tahun, tanpa meraih satupun gelar bergengsi. Baru pada tahun 1987 dia melatih Bayern Munich. Empat tahun di klub tersebut, dua gelar juara Liga berhasil dipersembahkan yakni masing-masing pada 1989 dan 1990. Perjalanan karir kepelatihan Heynckes berlajut di tanah Spanyol saat dia dipercaya menangani Athetic Bilbao. Dua tahun di Bilbao dia pulang ke Jerman untuk menerima tawaran dari Eitracht Frankfurt, di mana dia cuma bertahan semusim di sana karena kemudian kembali hijrah ke Spanyol bersama Tenerife. Heynckes meraih tropi ketiganya pada tahun 1998 saat dia mengantar Real Madrid menjadi juara Liga Champions. Sebuah sukses besar karena mengakhiri penantian 32 tahun Los Merengues sebagai jawara Eropa. Tapi dia juga tak bisa bertahan lama di Santiago Bernabeu, performa Madrid yang buruk di kkompetisi lokal memaksanya hengkang. Selanjutnya berturut-turut Heynckes membesut Athletic Bilbao, Schalke 04 dan Borussia Monchengladbach. Sayangnya, sejak sukses di Madrid dia tak pernah lagi mengantar timnya menjadi juara. Dia malah harus berkali-kali menerima surat pemecatan karena dianggap tak mampu memberi yang terbaik buat klubnya. Heynckes hingga kini masih dianggap sebagai pelatih terburuk yang pernah membesut Eintracht setelah membuat tim tersebut terdegradasi. Selain kontranya yang singkat dengan Schalke, Heynckes juga sempat menjalani 14 pertandingan Bundesliga tanpa satu kalipun meraih kemenangan saat menukangi Borussia Mönchengladbach. Adakah reuni manis antara Bayern dengan Heynckes di musim ini?

Juergen Klinsmann - Sukses di Timnas, Gagal di Klub

 Juergen Klinsmann tidak mampu menyelamatkan kursinya selaku pelatih Bayern Munich. Inilah seorang pelatih yang sukses kala membesut timnas Jerman, tetapi gagal saat menukangi klub. Klinsmann dipecat Bayern setelah klub Bavaria itu menderita sejumlah kekalahan. Meski masih memiliki kans untuk jadi juara Bundesliga, kesabaran FC Hollywood terhadap Klinsi sudah habis. Inilah catatan kiprahnya. Karir sebagai pemain: -Lahir pada 30 Juli 1964 di Goeppingen, Jerman. -Memulai karirnya di TB Gingen pada 1972. Pada 1982, Klinsmann bergabung dengan klub Divisi 2, Stuttgart Kickers. -Digaet Vfb Stuttgart pada 1984 dan mencatat debut bersama timnas U-21 Jerman. -Menjadi top skorer di Bundesliga musim 1987-1988 dan itu membuatnya terpilih sebagai Pemain Terbaik Jerman 1988. -Tahun 1989, Klinsi mengembara ke luar Jerman untuk membela Inter Milan. Bersama Nerazzurri, ia memenangi Piala UEFA 1991 sebelum hijrah ke AS Monaco pada tahun 1992. -Bermain gemilang di Piala Dunia 1994 sebelum kemudian bergabung dengan Tottenham Hotspur di Inggris. Meski memenangi gelar Pemain Terbaik, setahun kemudian Klinsi kembali ke Jerman untuk membela Bayern Munich. -Memenangi Piala UEFA 1996 bersama Bayern, lalu bergabung dengan Sampdoria, Mei 1997. Tak lama di sana, Klinsi masuk lagi ke Spurs Desember 1997. Tak berapa lama kemudian, ia pensiun jadi pemain. Karir timnas Jerman: -Melakukan debut pada tahun 1987 menghadapi Brasil. Pertandingan itu berakhir 1-1. -Mulai bersinar saat membela Der Panzer di Piala Eropa 1988. Ia juga menjadi salah satu punggawa tim Olimpiade yang merebut medali perunggu di Olimpiade Seoul 1988. -Membantu Jerman (Barat) menjadi jawara Piala Dunia 1990 dengan penampilan yang brilian sepanjang turnamen. -Tahun 1992, mengantar Jerman (Barat) ke final Piala Eropa di Swedia tetapi kalah di tangan Denmark. -Mengapteni Jerman tatkala Der Panzer menjadi juara Piala Eropa 1996 di Inggris. -Menutup buku karir di timnas setelah Jerman tersisih di Piala Dunia 1998. Catatannya adalah 108 caps dengan sumbangan 47 gol. Karir sebagai pelatih -Antara tahun 1998-2004, Klinsi mengemban sejumlah tugas duta bagi Federasi Sepakbola Jerman (DFB), FIFA dan sejumlah organisasi komersil. Ia juga berperan serta dalam organisasi perencana Piala Dunia 2006. -Ditunjuk sebagai pelatih Jerman pada Juli 2004. Meski tidak berpengalaman, Klinsi mengantar Die Nationalmannschaaft ke semifinal Piala Dunia 2006 di kandang sendiri. -Menggantikan Ottmar Hitzfeld sebagai pelatih Bayern, Juli 2008. Mengantar FC Hollywood ke perempatfinal Liga Champions tetapi disingkirkan Barcelona dengan skor telak 1-5. -Dipecat pada 27 April 2009.

Senin, April 27, 2009

'Huu...' Buat Klinsi

(AFP/Oliver Lang)Suporter Bayern Munich sudah menemukan kambing hitam dari kiprah Bayern Munich yang tidak keren musim ini. Sebagai penegas rasa kecewa, koor "huu..." pun mulai diserukan buat Juergen Klinsmann. Sorakan dan cemoohan nyata-nyata dialamatkan fans Bayern pada sang pelatih setelah tim tersebut kalah 0-1 dari Schalke pada lanjutan Bundesliga tadi malam, Sabtu (25/4/2009). Celakanya, kekalahan itu diderita di kandang sendiri alias di Allianz Arena. Ini bukan kali pertama Klinsmann di-boo oleh pendukungnya sendiri. Di leg kedua babak perempatfinal Liga Champions lalu, misalnya, hal serupa terjadi. Walaupun Luca Toni dkk bisa menahan imbang Barcelona 1-1, tapi tetap saja Bayern tersingkir lantaran dipermalukan 1-5 di leg pertama di Nou Camp. Suara-suara bernada "Klinsmann keluar!" pun sudah mulai dibiasakan fans Bavaria. Bagi mereka, tersingkir di Piala Jerman dan Eropa, plus Bayern belum memuncak klasemen liga domestik, adalah hal yang sangat buruk buat klub raksasa ini. Apalagi musim lalu Hollywood FC bisa memenangi dua piala: liga dan piala liga. "Ini kekalahan yang sangat pahit, karena kami amat berharap. Tentu saja saya marah dan frustasi," ujar Klinsmann seusai pertandingan, dikutip dari Reuters. "Tapi masih ada pula lima laga. Dari situ kami akan mengambil angka sebanyak mungkin." Pria 44 tahun itu, yang biasa disapa 'Klinsi', juga menyadari situasi dirinya tidaklah bagus. Kalau tak mampu memberi titel juara di akhir musim, pemecatan boleh jadi merupakan konsekuensi yang amat wajar. "Pressure itu teman yang konstan di Bayern. Kalau Bayern Munich tidak di puncak klasemen, pasti ada siulan panjang, kritikan, dan perdebatan soal pelatih." Hanya saja, ia mengatakan bahwa cemoohan dari penonton di stadion cuma menambah rasa sakitnya. "Tapi saya memahaminya karena hasil-hasil yang kami dapat memang tak bagus." Sementara itu kapten tim, Mark van Bommel, mengiyakan bahwa peluang Bayern untuk juara tidaklah besar. Namun, karena kompetisi belum benar-benar selesai, harapan pun tak mau segera dipadamkan. "Kekalahan ini memang sebuah langkah mundur dalam perburuan gelar juara. Tapi ini belum berakhir sampai betul-betul berakhir," tukas gelandang internasional Belanda itu.

Jumat, April 24, 2009

Mancini: Latih Bayern Asyik Juga

Mancini (Reuters) Roberto Mancini tahu dirinya diisukan bakal menjadi pelatih Bayern Munich untuk musim depan. Meskipun tidak memberi jawaban pasti soal waktu, tapi dia merasa tertarik jika bisa melatih klub top Jerman itu. Mancini masuk sebagai kandidat favorit untuk menduduki kursi pelatih kepala Bayern, menyusulnya buruknya performa Mark van Bommel dkk di bawah kendali Juergen Klinsmann. Jika pelatih Jerman itu didepak, Mancini dijagokan masuk Allianz Arena. "Akan menyenangkan untuk memimpin Bayern Munich," ucap Mancini kepada Calciomercato.it, seperti dilansir Channel4, Jumat (24/4/2009). "Bayern salah satu klub terbesar di dunia. Hanya saja, hingga kini belum ada kontak buatku karena mereka masih punya pelatih, dan mereka masih memperjuangkan titel Bundesliga. Mungkin satu hari nanti ... " sambung mantan penyerang timnas Italia itu. Mancini belum punya klub sejak dipecat Inter Milan di akhir musim lalu, sementara ia sukses membawa klub tersebut mempertahankan titel Scudetto. Sejak itu namanya kerap dikait-kaitkan setiap kali ada tim besar diwacanakan mengganti pelatih.

Jangan Lepas Ribery, Bayern

AFP/Lennart Preiss Bomber Bayern Munich, Luca Toni, mendesak klubnya untuk tetap mempertahankan Franck Ribery. Gelandang asal Prancis itu disebut Toni bisa menjadi kunci untuk menjuarai Liga Champions musim depan. Kontrak Ribery di Allianz Arena akan berakhir pada Juni 2011. Namun dengan banyaknya tawaran dari sejumlah klub elit Eropa kepadanya, Toni mengatakan bahwa Bayern harus mempertahankan Ribery jika klub tetap ingin dapat bericara banyak di kancah Liga Champions musim depan. "Saya berpendapat bahwa Munich harus mempertahankan Franck (Ribery) jika kita ingin sukses di Liga Champions musim depan," tutur Toni kepada AFP. Bayern baru saja tersingkir dari ajang Liga Champions setelah dibenamkan Barcelona dengan agregat 5-1 di babak perempat final. Sementara peluang raksasa Bundesliga ini untuk bermain di ajang Liga Champions musim depan relatif aman. Mereka saat ini berada di urutan dua klasemen sementara. Namun menanggapi posisi timnya ini, Toni mengatakan bahwa timnya harus terus berupaya keras menempel pimpinan klasemen, Wolfsburg. Keduanya berselisih tiga poin dan masih ada enam laga tersisa. "Wolfsburg harus merasakan nafas kami di leher mereka," tukas Toni.