Tampilkan postingan dengan label AS Roma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AS Roma. Tampilkan semua postingan

Senin, Mei 04, 2009

Roma Negatif, Rosella Bertanggung Jawab

(AFP)AS Roma memetik hasil kurang memuaskan dalam Seri A musim ini. Imbasnya, posisi empat besar pun bakal sulit diraih. Presiden klub Rosella Sensi menegaskan dirinya bertanggungjawab sepenuhnya atas kondisi ini. Pekan lalu, "Serigala Ibukota" dibekap Fiorentina 4-1. Hasil itu disusul dengan skor kacamata saat meladeni tim yang tengah berjuang menghindari degradasi, Chievo, Minggu (3/5/2009) malam WIB. Ironisnya, dalam laga itu Roma tampil dominan dan bermain di kandang sendiri. Hasil seri bukan hanya membuat Roma semakin jauh dari posisi empat besar. Namun tempat mereka di tangga keenam saat ini pun bisa lepas. Dalam laga ini suporter Roma, Romanisti, secara khusus mengosongkan tribun di kurva selatan (Curva Sud) dan sebagai gantinya memasang spanduk yang meminta presiden klub Rosella Sensi mengundurkan diri. "Saya sungguh kecewa dengan apa yang terjadi musim ini. Saya menghormati sikap suporter dan saya bertanggungjawab sepenuhnya atas pencapaian musim ini," demikian Sensi dikutip dari Channel4. Sembari meminta maaf kepada suporter, Sensi juga membantah bahwa dirinya akan menjual Roma kepada konglomerat asal Jerman, Flick. "Saya minta maaf bila ada orang-orang yang meragukan perkataan saya. Namun apa yang diberitakan selama ini adalah keliru," pungkas sang pemimpin. Dalam sepekan terakhir, para pilar Giallorossi mendapat keluhan baik itu dari Sensi atau pun Romanisti atas penampilan dan pencapaian mereka yang dinilai tidak memuaskan.

Jumat, Mei 01, 2009

'Roma Minder pada Inter'

De Rossi (AFP/Filippo Monteforte)Mantan pelatih AS Roma Zdenek Zeman menyesalkan penampilan AS Roma di musim ini, yang semestinya kandidat serius peraih scudetto. Namun ia merasa pasukan "Serigala" minder pada Inter Milan. Finish sebagai runner up Seri A tahun lalu, penampilan Roma menurun, terutama sejak jeda musim dingin. Mulai Januari, misalnya, Daniele de Rossi dan kawan-kawan tak pernah menang dua kali berturut-turut. Dampaknya, hingga kini mereka masih berada di urutan enam klasemen, sedangkan kompetisi tersisa lima pekan lagi. Kalau nasib tak berubah, mereka bisa absen di Liga Champions musim depan. "Roma mengecewakan tahun ini. Seharusnya mereka berjuang untuk jadi juara," demikian Zeman, dalam wawancaranya dengan Gazzetta dello Sport. "Saya tidak mengatakan ini semata-mata karena mereka hampir dekat memenanginya musim lalu. Tapi hal ini juga lantaran efek mengesankan yang telah dibangun (pelatih) Luciano Spalletti dalam beberapa tahun ini," sambung pria asal Republik Ceko itu, yang membesut Giallorossi pada 1997-1999 tersebut. "Saya tidak percaya penyebab masalah ini adalah krisis ekonomi di keluarga Sensi. Yang saya percaya adalah, di sisi ini mereka cuma inferior saja pada Inter," tambah Zeman. Roma hari Minggu lusa akan bermain kandang melawan Chievo. Dari 33 pertandingan Il Lupo baru mencetak 52 angka dan harus bersaing keras untuk melewati Genoa (57) dan Fiorentina (58) untuk finish di posisi empat besar.

Kamis, April 30, 2009

Pemain Roma Bebas dari 'Sekapan'

ReutersHari Senin lalu Presiden AS Roma Rosella Sensi "menyekap" para pemain di kamp latihan akibat penampilan jelek kala menghadapi Fiorentina. Hukuman itu akhirnya berakhir setelah Francesco Totti dan Daniele De Rossi melakukan pembicaraan dengan sang presiden. Usai pertandingan melawan Fiorentina, Sensi mendamprat para pemain Roma dengan menyebut mereka semua tak profesional. Ia pun segera memerintahkan para pemain kembali ke kamp latihan di Trigoria, di mana para pemain harus makan, bekerja, dan tidur di markas. Awalnya Sensi menyebut hukuman ini akan bertahan untuk waktu yang cukup lama, bahkan mungkin saja sampai akhir musim. Namun setelah Totti dan De Rossi, mewakili para pemain, mengajaknya melakukan pembicaraan, hukuman itu pun selesai. "Kami mendiskusikan segala argumen yang menyebabkan semua hasil kurang memuaskan musim ini, termasuk masalah kedisiplinan yang berbuah kepada suspensi," demikian statemen Roma seperti dilansir Channel4. "Telah diputuskan bahwa ritiro akan diakhiri setelah ada interupsi yang berasal dari permintaan para pemain, yang telah menjamin untuk membuktikan kecintaan mereka untuk Giallorossi dalam masa yang sulit ini. Mereka mengambil tanggungjawab atas keputusan ini." Sebelumnya, kamp latihan Trigoria juga diserbu oleh para tifosi yang menyalahkan para pemain Roma atas hasil buruk yang diraih. Tak hanya itu, mmenggantungkan sejumlah spanduk yang bertuliskan kecaman bagi kiprah manajemen klub serta menuntut Sensi untuk mengundurkan diri.

Selasa, April 28, 2009

Roma Tak Memuaskan, Romanisti 'Serbu' Trigoria

AFPTidak puas dengan penampilan AS Roma, ratusan tifosi Roma mendatangi pusat latihan Giallorossi di Trigoria. Aksi protes yang juga meminta presiden klub Rosella Sensi untuk mundur ini berlangsung damai. Aksi protes itu berlangsung mulai pukul tiga sore, Selasa (28/4/2009) waktu setempat. Sekitar 150 Romanisti mengikuti aksi ini. Seperti diberitakan Romanews, dikutip dari Goal, dua puluh orang perwakilan suporter diizinkan untuk bertemu dengan para pemain. Mereka kemudian diterima oleh Fransesco Totti, Danielle De Rossi, dan Julio Baptista. Dari hasil diskusi, para suporter menyalahkan pemain akibat hasil buruk yang diraih oleh Il Lupi. Sementara itu pemain membela diri dengan menyatakan bahwa mereka tidak berniat tampil buruk, namun semua ini karena faktor eksternal seperti cedera. Sementara itu suporter yang tidak bisa masuk menggantungkan sejumlah spanduk yang bertuliskan kecaman bagi kiprah manajemen klub serta menuntut presiden klub Rosella Sensi untuk mengundurkan diri. Meski suporter sempat menyalakan kembang api dan petasan, keadaan tetap berlangsung kondusif. Di kompetisi Seri A, Roma kini berada di posisi keenam klasemen sementara dengan poin 52. Mereka tertinggal enam poin dari Fiorentina yang menghuni posisi keempat, jatah terakhir untuk Liga Champions. Totti dkk. masih memiliki lima pertandingan tersisa guna menggapai posisi empat besar. Sisa lawan Roma adalah Chievo, Cagliari, Catania, AC Milan, dan Torino.

Senin, April 27, 2009

Pemain Roma Didamprat Bos Besar

Rosella Sensi (calciopro)Alih-alih memenangi persaingan dengan Fiorentina dalam perebutan posisi empat besar, AS Roma malah kalah telak dari rivalnya itu. Tak ampun, presiden klub Rosella Sensi mendamprat para pemainnya. Tak tanggung-tanggung, wanita berusia 37 tahun itu menumpahkan kemarahannya itu dengan mempublikasikannya lewat situs resmi klub, setelah Il Lupi digebuk 1-4 oleh La Viola di Artemio Franchi, Minggu (26/4/2009) dinihari WIB. "Kita tahu betul, di paruh pertama musim kami bermain dengan setengah anggota skuad cedera, dan yang lain berkorban dengan bermain di posisi macam-macam, atau dalam kondisi genting. Tapi kini saatnya berbalik." "Saya tidak tertarik membicarakan peringkat Liga Champions atau Piala UEFA. Yang saya mau adalah usaha, profesionalitas, dan harga diri demi menghormati fans, yang sekali lagi berangkat ke Florence dalam jumlah yang banyak," semprot Sensi, yang adalah anak dari mantan presiden Roma yang melegenda, (almarhum) Franco Sensi. Keputusan yang paling mencerminkan kegusaran Sensi adalah ia memerintahkan timnya segera ke kamp latihan di Trigoria, di mana para pemain harus makan, bekerja, dan tidur di markas. Dan keputusan itu bisa saja berlaku untuk waktu yang cukup lama. "Usaha dan profesionalitas itu sudah harus ada mulai hari Minggu. Tim akan ditempatkan di sebuah ritiro dan mungkin sampai akhir musim. Kami butuh respons penting untuk masa kini dan mendatang." Salah satu statistik yang amat merisaukan sang presiden adalah 12 kartu merah yang sudah dikoleksi Roma. Ia tak mengerti kenapa para pemainnya bisa mengumpulkan sebanyak itu konsekuensi terburuk dari pelanggaran-pelenggaran yang dibuat di tengah lapangan. Yang terakhir "menyumbangkan" kartu merah adalah gelandang David Pizarro, yang di-espulso di menit 59 dalam laga melawan Fiorentina. "(Pelatih Luciano) Spalletti itu seorang pendidik dan saya menaruh respek pada dia. Saya pun mengajak dia untuk menunjukkan lagi kejadian-kejadian waktu mereka dikartu merah." "Kalau betul bahwa kehilangan setengah skuad karena cedera membuat tim ini susah menang, begitu juga kalau tim terus bermain dengan 10 pemain di sepertiga musim terakhir. Kalau kami menghitung jumlah gol kemasukan akhir-akhir ini, sudah jelas ada yang tidak beres dalam konsentrasi pemain."” Di akhir ceramah panjangnya itu Sensi kembali meminta komitmen tinggi dan respon profesional dari para pemain Roma untuk segera mengakhiri performa buruk yang membahayakan ini.