Sabtu, April 18, 2009

Survey Wanita Indonesia dan Celana Dalam

Pada suatu waktu ada 2 orang penjual celana dalam yang bernama Paimen dan Paijo yang sedang mereka meributkan soal daganganya…

Paimen: "Kamu percaya enggak kalo 99% wanita di Indonesia tidak memakai celana dalam?"

Paijo: "Ahhhhh… tidak mungkin."

Paimen: "Mau bukti?"

Lalu Paimen membuktikannya dengan bertanya kepada setiap wanita yang lewat di depannya.

Paimen: "Mbak, pakai celana dalam nggak mbak?"

Wanita 1: "Ahhh… kemarin khan sudah!"

Paimen: "Mbak, pakai celana dalam nggak mbak?"

Wanita 2: "Ahhh… enggak ahh!"

Paimen: "Mbak, pakai celana dalam nggak mbak?"

Wanita 3: "Enggak mas… lain kali saja!!"

Lalu terbukti perkataan Paimen kepada Paijo, bahwa 99% wanita tidak memakai celana dalam.

Darling

Seorang manager di sebuah perusahaan melihat ada seorang pegawai baru. Lalu dia menyuruh pegawai baru itu untuk datang ke ruangannya.

“Siapa namamu?”, pertanyaan pertama pun diajukan manager pada pegawai baru itu.

“John.” jawab si pegawai.

Manager tampak marah, “Dengar… aku nggak tahu tempatmu seperti apa dulu kamu bekerja, tapi aku tidak memanggil karyawanku dengan nama depan mereka. Itu melanggar etika dan akan menjatuhkan martabat. Aku hanya akan memanggil pegawaiku dengan nama keluarganya seperti … Smith, Jones, Baker… Mengerti, ya? Para karyawan di sini memanggilku Mr. Robertson.”

Nah, karena sekarang masalahnya sudah jelas, katakan siapa nama keluargamu?”, lanjut sang manager.

Pegawai itu dengan mengeluh menjawab, “Darling. Nama lengkap saya adalah John Darling.”

“Saya setuju, saya panggil kamu John saja…”, ujar sang manager terburu-buru.

Ayam Jago Kesepuluh

Cerita ini tentang sebuah peternakan ayam. Di sana ada 25 ayam betina dan 1 ayam jago yang umurnya sudah tua sekali. Karena merasa bahwa ayam jago yang sudah tua tadi sudah melewati masa suburnya, si pemilik peternakan memutuskan untuk membeli 1 ayam jago lagi yang masih muda. Tentu saja hal ini membuat si ayam jago tua menjadi cemburu dan merasa tersaingi. Lalu terjadi percakapan seperti ini:

Si Tua: “Eh, kamu jangan serakah ya. Ayam betinanya kan ada 25. Kamu boleh ambil yang 15 sedang aku yang 10 ekor.”

Si Muda: “Tidak bisa. Kamu kan sudah tua dan loyo. Pokoknya semua buat aku aja.”

Si tua: “Kalau begitu mendingan kita lomba saja. Siapa yang menang boleh ambil semua ayam betina yang ada di peternakan ayam ini. Yang kalah tidak mendapat satu ekor pun.”

Si Muda: “Boleh saja! Mau lomba apa?”

Si Tua: “Lomba lari.”

Si Muda: “Ok.”

Si Tua: “Lombanya 400 meter. Tapi karena aku sudah tua, aku minta untuk lari dulu di depanmu 50 meter.”

Si Muda: “Boleh.” (dengan penuh keyakinan).

Kemudian lomba lari dimulai. Ayam jago tua lari dulu 50 meter baru kemudian ayam jago yang muda lari menyusul dengan kecepatan dua kali lipat. Eh, baru kurang 1 meter menyusul, si ayam jago muda ditembak langsung oleh pemilik peternakan. Apa yang dikatakan pemilik peternakan tersebut?

Pemilik: “Kurang ajar. Ini ayam jago homo kesepuluh yang aku beli bulan ini. Sukanya kejar-kejar si jago tua saja.”

Polisi yang Beruntung

Suatu hari terjadi kecelakaan sepeda motor di depan rumah Dokter Michael, yang sangat terkenal karena ahli menyembuhkan.

Orang yang terjatuh dari sepeda motor itu ditolong oleh seorang Polisi. Lalu terjadilah dialog:

Polisi: “Wah… untung bapak jatuh tepat di depan rumah Dokter Michael yang terkenal itu, jadi saya tidak perlu repot-repot membawa bapak ke rumah sakit. Sebentar ya Pak! saya panggilkan Dokter Michael…”

Lalu orang yang terjatuh dari sepeda motor itu berkata pada Pak Polisi…

Orang: “Wah… lebih beruntung lagi bapak polisi, tidak perlu repot-repot memanggil Dokter Michael, karena saya sendiri adalah Dokter Michael…”

Polisi: “!!!???”