Jumat, April 24, 2009

Liga Champions Ikut Jadi Pertimbangan

MU United (Reuters)Masih ada enam langkah lagi buat Manchester United untuk sampai ke tahta juara. Dengan dibayangi partai Liga Champions, akankah pekan ini MU mantap melangkah atau malah goyah dan kalah? Keuntungan ada di tangan MU untuk jadi kampiun Liga Primer Inggris. Mereka ada di posisi terdepan, juga punya satu pertandingan lebih banyak dari para pesaing terdekatnya. Dengan keuntungan yang dimiliki, boleh jadi musuh utama 'Setan Merah' saat ini hanyalah diri mereka sendiri. Hanya kecerobohan, kelengahan dan ketidakmampuan menjaga keunggulan-lah yang bisa jadi penghalang meraih gelar juara. Akhir pekan ini, tekad juara MU akan diuji oleh Tottenham Spurs yang dalam kondisi relatif baik. Dari 10 laga liga terakhir, Spurs dua kali kalah & dua kali imbang, dengan enam sisanya menang. Dari jumlah itu, Spurs juga menang 1-0 dari Chelsea dan mengimbangi Arsenal 0-0. Fakta bahwa Spurs ada di posisi sembilan bikin mereka niscaya mengejar zona Eropa. Untuk MU, ini bukan kabar baik karena lawan dipastikan akan tampil lebih alot. Beruntung buat Red Devils, dalam pertemuan dua musim terakhir kontra Spurs di Old Trafford dalam ajang Liga Primer, Ryan Giggs cs selalu bisa menang. Ini setidaknya bisa jadi pelecut semangat buat tuan rumah. Selain itu, Sir Alex Ferguson juga punya pekerjaan rumah untuk menyiasati fakta bahwa MU juga akan menjalani laga Liga Champions di pertengahan pekan. Keliru merotasi akhir pekan ini bisa saja jadi bumerang buat timnya. Liverpool yang ada di posisi dua dengan tiga poin lebih sedikit dari MU, tentu mengharapkan yang dikejar pekan ini bakal terpeleset atau malah jatuh bersimpuh. Masalahnya, 'Si Merah' juga tak boleh lengah. Lawan yang akan dihadapi memang "cuma" Hull, tim yang belum pernah menang di liga sejak 4 Maret lalu. Tapi jangan lupa kalau Hull musim ini juga pernah mengimbangi Liverpool 2-2 di Anfield. Ditambah dengan semangat menjauhi zona degradasi, Hull patut diwaspadai. Untungnya, Liverpool bisa fokus 100% ke laga ini karena sudah tak tampil di Liga Champions. Chelsea yang ada di posisi tiga dengan selisih tiga angka dari Liverpool mungkin sudah melemparkan sinyalemen menyerah via manajer Guus Hiddink. Namun, 'Si Biru' rasanya takkan serta merta pasrah saat bertamu ke Upton Park markas West Ham. Nah, problemnya, seperti MU yang harus tampil di Liga Champions pada pertengahan pekan, pun demikian halnya dengan Chelsea yang bakal berhadapan dengan Barcelona. Dengan argumentasi tadi, boleh jadi Hiddink takkan terlalu memaksakan kemenangan. Arsenal, yang sedang dalam kurva menanjak juga menjadi salah satu tim yang harus membagi fokus ke partai domestik dan Eropa. Setelah menjamu Middlesbrough di akhir pekan, MU akan jadi lawan selanjutnya di Liga Champions beberapa hari kemudian. Buat 'The Gunners', Boro bukanlah lawan mudah. Tengok catatan lima pertemuan terakhir kedua tim, di mana Arsenal tak pernah menang. Empat partai berakhir imbang 1-1, sedangkan satu sisanya dimenangi Boro 2-1. Alhasil, Arsene Wenger pun harus benar-benar putar otak bagaimana cara terbaik menghadapi alotnya Boro, dan kemudian masih tetap bugar untuk melawan MU.

'Tak Ada Lampard? Kok Bisa'

Lampard (AFP/Adrian Dennis)Asosiasi Pemain Profesional Liga Inggris, PFA, sudah merilis daftar nominasi pemain terbaik musim ini. Di dalamnya tak terdapat nama Frank Lampard, hal yang mana membuat Michael Ballack sangat heran. Dalam daftar nama yang sudah dirilis oleh PFA, lima pemain berasal dari Manchester United. Mereka adalah Cristiano Ronaldo, Rio Ferdinand, Nemanja Vidic, Ryan Giggs, dan Edwin Van der Sar. Satu-satunya pemain non-MU dalam daftar itu adalah Steven Gerrard. Bagi Ballack hal ini adalah sesuatu yang sangat mengherankan. Gelandang asal Jerman itu menilai performa Lampard musim ini cukup brilian sehingga pantas untuk dijadikan kandidat pemain terbaik musim ini. Lampard telah membela Chelsea sebanyak 33 kali di Premier League musim ini. Dari total penampilan itu, gelandang berusia 30 tahun ini telah menyumbang 12 gol. "Frank telah bermain secara konsisten di level teratas sepanjang musim. Saya tak tahu mengapa yang tak masuk nominasi, tapi di Chelsea kita tahu betapa bagusnya dia dan itu yang penting," tandas Ballack seperti dilansir BBC. Sebagai informasi, kandidat pemain terbaik versi PFA ini dipilih berdasarkan voting dari para pemain yang menjadi anggotanya. Pemilihan daftar kandidatnya ditutup pada akhir Januari lalu, dan sial bagi Lampard, ia tak termasuk di dalamnya.

Tiket untuk Finalis Terlalu Sedikit

Terry & Jo (AFP/Ian Kington)Alokasi tiket final Piala FA yang diberikan kepada klub finalis mengundang kekecewaan dari Everton dan Chelsea. Jumlah tiket yang diberikan kepada mereka terlalu sedikit. Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) secara resmi mengumumkan setiap klub akan mendapatkan jatah 25.000 tiket pada laga final Piala FA, 30 Mei medatang. Mengingat Stadion Wembley memiliki 90.000 tempat duduk, maka suporter kedua klub hanya akan mengisi separuh stadion. Di luar 50 ribu lembar tiket untuk dua klub finalis, 40 ribu tiket sisanya dijatahkan untuk pihak-pihak lain yang disebut 'keluarga sepakbola', yang meliputi FA daerah, wasit, sponsor dan mitra sosial. Pengalokasian tiket tersebut mendapat protes dari Chief Executive Everton, Robert Elstone. "Kami sangat kecewa dengan jumlah tiket yang kami terima," tutur Elstone di situs resmi klub seperti dikutip BBC. "Tantangan bagi kami sekarang adalah bagaimana dapat memastikan sejumlah tiket ini didistribusikan secara adil kepada basis pendukung Everton," tambahnya. Tidak hanya dari Everton, keluhan juga datang dari Chelsea. Klub London barat itu mengatakan bahwa dengan jumlah tiket sebanyak itu, tidak akan ada cukup tiket untuk semua pemegang tiket terusan maupun non terusan bagi pendukung setia The Blues. Harga tiket untuk partai final ini bervariasi dari 34,30 poundsterling, 58,65 pounds, 78,30 pounds dan 93 pounds atau bila dirupiahkan berkisar antara Rp 548 ribu hingga Rp 1,4 juta.

Skorsing 10 Laga untuk Pepe

AFP/Miguel RiopaAksi brutal yang diperlihatkan Pepe mendapatkan ganjarannya. Asosiasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) menjatuhkan skorsing sebanyak 10 pertandingan untuk bek Real Madrid itu. Kasus Pepe ini terjadi pada pertandingan Madrid kontra Getafe, akhri pekan lalu. Bek asal Portugal itu menjatuhkan pemain Getafe, Francisco Casquero, dan lantas menendangnya dua kali. Selain dengan Casquero, Pepe juga terbukti memukul pemain Getafe lainnya, Juan Albin. Hukuman pun dijatuhkan. Pepe dilarang untuk mengenakan seragam Madrid selama 10 pertandingan ke depan. Demikian seperti diwartakan Reuters. Dengan keputusan ini, maka Pepe tidak dapat merumput pada enam laga sisa Madrid di Liga Spanyol musim ini; termasuk kala Medrid menjamu pimpinan klasemen, Barcelona, pekan depan. Sebelumnya Pepe telah mengaku menyesal atas tindakan brutalnya tersebut.