Selasa, April 21, 2009

Torres: Barca Tegang

Laga Getafe versus Barcelona (AFP)Meski kini masih memuncaki klasemen sementara Liga Spanyol. Barcelona dalam kondisi tidak tenang. Ketegangan mereka terbaca oleh Presien Getafe, Angel Torres. Akhir pekan lalu, Getafe menghadapi Barcelona dalam lanjutan kompetisi Liga Spanyol. Dalam laga yang berkesudahan 1-0 untuk kemenangan Barca itu, Torres mendengar presiden Barca Joan Laporta sering melontarkan makian kepada wasit yang memimpin laga. Saat itu, kedua pemimpin klub ini duduk bersebelahan di tribun VIP Stadion Coliseum Alfonso Perez, markas Getafe. "Barcelona memang unggul enam poin. Namun mereka menerima tekanan dari Real Madrid. Itu bukan hal yang baik," tukas Torres dikutip dari Goal. "Ada ketegangan yang melanda dan itu terlihat dalam sikap Laporta. Alasannya, karena Real Madrid terus mengejar. Jika itu bukan Real Madrid, maka tekanan bagi Barcelona tidak akan setinggi ini," tambahnya. Meski sempat mendengar kata-kata tidak mengenakkan dari Laporta, namun Torres mengatakan bahwa hubungannya dengan sang presiden Barcelona tetap baik-baik saja. Torres bahkan menjagokan Barcelona akan menjadi juara La Liga musim ini. "Mereka sangat kuat. Skuad yang dimiliki telah melakukan segalanya dengan sangat baik. Tidak ada pemain kunci yang cedera dan Andres Iniesta sudah sembuh. Melihat mereka terpeleset, saya kira sangat sulit. Jadwal final Copa del Rey dan semifinal Liga Champions mungkin akan mengganggu mereka. Tapi, hal itu juga akan memberikan mereka tambahan motivasi," pungkasnya.

Sacchi: Barca Milik Pep, Lebih Baik dari Milan-ku

AFPRezim Barcelona di tangan Guardiola mengingatkan Arrigo Sacchi ketika menangani AC Milan dulu. Namun Sacchi menyebut, Barca-nya Guardiola lebih baik dari Milan besutannya. Bersama Sacchi, Milan disebut-sebut sebagai dream team di awal era 90-an. Mereka sukses merengkuh bebgai titel baik di kompetisi domestik, seperti titel Seri A di tahun 1988, dan juara Eropa pada tahun 1989 dan 1990. Mantan Pelatih Milan yang juga mantan direktur olahraga Real Madrid, ini melayangkan pujian kepada Barcelona atas konsistensi permainan gemilangnya. “Barcelona yang sekarang memainkan permainan sepakbola cepat. Namun pada sisi yang lain mereka juga menempel lawan. Mereka dapat merubah posisi secara cepat. Menyerang balik dengan kecepatan dan mereka juga dapat mengendalikan permainan,” tukas Sacchi seperti dilansir Goal. Sachhi melihat terdapat perbedaan karakter antara Milan ketika dipimpinnya dengan Barcelona di bawah besutan Guardiola. ”Saya pikir secara teknik mereka lebih bagus dari pada Milan ketika saya pegang. Mereka bermain lebih spektakuler. Namun secara fisik, tim saya lebih kuat karena kami lebih tangguh,” tambahnya. Sacchi juga memuji langkah Barca yang berani menggantikan Rijkaard dengan Guardiola. Menurutnya, Guardiola telah berhasil menciptakan nuansa kebersamaan ke dalam tubuh Barca. ”Sukses mereka saat ini muncul dari keputusan klub yang memiliki ide brilian untuk merekrut Guardiola, sebelumnya. Barca juga memiliki skuad yang luar biasa ketika ditangani Rijkard. Namun sekarang mereka memiliki superstar. Semangat kebersamaan menjadi prioritas."

Kebijakan 'Serius' a la Pep Guardiola

Pep Guardiola (Reuters)Baru tampil di Liga Champions, Barcelona tampil di akhir pekan ini tanpa perubahan signifikan. Tak risaukah Josep "Pep" Guardiola para pemainnya kelelahan? Di pertengahan pekan Barca memastikan langkah ke semifinal Liga Champions usai menyungkurkan wakil Jerman Bayern Munich. Kala itu kedua tim berbagi skor 1-1. Selang beberapa hari, Barca sudah harus menyambangi Getafe, Minggu (19/4/2009) dinihari WIB. Dengan dekatnya rentang kedua laga tersebut, wajar kalau kemudian banyak yang menyangka Guardiola akan merotasi timnya demi bisa lebih bugar. Dugaan itu keliru. Dari starting eleven yang dimainkan Guardiola lawan Getafe, praktis cuma ada tiga perubahan di lapangan. Bahkan, bintang macam Samuel Eto'o dan Lionel Messi --yang jadi penentu kemenangan atas Getafe-- tetap dimainkan. Tak pelak pertanyaan pun diajukan kepada Guardiola atas pilihannya untuk tidak mengistirahatkan para pemain pilarnya di laga tersebut. Alasan Guardiola, karena mereka selalu serius menghadapi setiap lawan. "Semenjak saya bertugas tak ada satu pun pertandingan yang tak dianggap serius. Tim sudah bugar dan dalam keadaan baik, makanya saya memutuskan tak mengubah apapun," terang Guardiola di Goal. Tanpa perubahan signifikan, Barca mampu menang 1-0 atas Getafe. Ini membawa mereka selangkah lebih dekat ke tahta juara La Liga. Selain berpeluang jadi jawara di La Liga, Barca juga masih "hidup" di Copa del Rey, tentu juga Liga Champions. "Kami akan terus maju di semua kompetisi," tegas Guardiola, menyiratkan keseriusan yang mungkin berarti terus mempertahankan the winning team ketimbang merotasi tim.

Messi Menangkan Barca

(AFP/Javier Soriano)Hanya satu gol yang lahir di Coliseum Alfonso Perez markas Getafe kala menjamu Barcelona. Gol dibuat Lionel Messi untuk bikin Barca memperkuat cengkeraman pada pucuk klasemen. Tampil tetap mengandalkan trio Lionel Messi, Thierry Henry dan Samuel Eto'o di lini depan, Barca cuma bisa membuat satu gol saja ke gawang Getafe, Minggu (19/4/2009) dinihari WIB. Hal itu terbilang "kurang biasa" buat Barca yang acap pesta gol. Tengok rekor produktivitas Barca yang sudah berjumlah 88 gol dari 31 laga, unggul jauh dari tim terproduktif kedua, Real Madrid, yang baru bikin 69 gol dari 30 laga. Apapun, kemenangan tetap jadi milik Barca kendati cuma ada satu gol yang bisa dibuat ke gawang Getafe di menit ke-19. Gol berawal dari penetrasi Xavi ke area gawang sebelum kemudian mengirim bola ke Messi. Bintang asal Argentina itu lantas berputar dan mencoba melewati dua pemain lawan sebelum menendang. Bola sedikit mengenai bek David Cortes sebelum meluncur ke dalam gawang. Kemenangan membawa Barca kini berjarak sembilan angka dari El Real yang sedang memainkan pertandingannya ketika berita ini diturunkan. Sementara itu, Atletico Madrid naik ke zona Liga Champions dengan kemenangan 3-0 kala menjamu Numancia. Tiga gol dari Ever Banega (62), Diego Forlan (79) dan Simao (90) itu membuat Atletico kini ada di peringkat empat dengan 49 poin. Kemenangan juga diraih Deportivo La Coruna yang menang 1-0 saat dijamu Athletic Bilbao di Estadio San Mames. Meski menang, Depor bergeming di posisi 8. Satu partai lain antara Malaga kontra Mallorca hanya berakhir 1-1 di Estadio La Rosaleda. Susunan Pemain: Getafe: Stojkovic - Cortes, Diaz, Mario, Rafa - Contra (Granero 45), Casquero, Polanski, Gavilan - Manu (Albin 65), Soldado (Uche 70) Barcelona: Valdes - Alves, Marquez, Pique, Puyol - Xavi, Busquets, Iniesta - Messi, Eto'o, Henry (Keita 74).