Sabtu, April 18, 2009

Menyunat Nyamuk

Ada 3 pendekar yang sedang pamer kebolehan.

Pendekar 1: “Lihat, lalat sedang terbang saya sabet pakai rencong, dua sayapnya putus!!!”

Pendekar 2: “Lihat, lalat saya sabet pakai badik, badannya putus jadi 2!!!”

Pendekar 3: “Lihat seekor nyamuk sedang terbang saya sabet pake clurit.”

Nyamuk itu tidak jatuh, tetapi terbang dan berputar-putar.

Pendekar 1 dan 2: “Wah…, sabetan clurit anda tidak kena. Lihat nyamuknya masih terbang dan berputar-putar di atas kepala saudara.”

Pendekar 3: “Eeiit jangan salah! Saya memang tidak bermaksud membunuh nyamuk itu. Sabetan saya cuma menyunat anunya doang. Coba tangkap, pasti anunya tidak ada lagi.”

Sedih Mempunyai Cucu

Hari ini istri Budi akan melahirkan. Budi, istrinya, serta kedua orangtuanya segera berangkat ke RS Bersalin. Di RSB istri Budi segera masuk ke ruang ICU untuk melahirkan. Budi dan orangtuanya menanti di luar R.Operasi dan menanti dengan segenap perasaan campur aduk…Senang, Takut, Gelisah, Bahagia, dll.

Tak lama kemudian terdengar tangisan bayi. Dokter keluar ruangan dan menyatakan bahwa bayi dan istri Budi dalam keadaan sehat wal’afiat. Budi girang bukan main, ia segera masuk menemui istrinya. Namun di luar ayah Budi nampak termenung dan sedih. Melihat itu Budi bertanya kepada ayahnya…

BUDI: “Knapa ayah bersedih? Tak senangkah ayah melihat saya memiliki anak?”

AYAH: “Tidak. Ayah senang kamu memiliki anak dan ayah memiliki seorang cucu.”

BUDI: “Lantas apa yg ayah sedihkan?”

AYAH: “Hufff… Karena berarti mulai hari ini ayah akan tidur seranjang dengan nenek - nenek.”

IBU : “Emang gue sudi tidur ama kakek - kakek???!!!

Disengat Lebah

Ada seorang pasien yang hidungnya bengkak mendatangi seorang dokter.

Dokter: Lebah?

Pasien: Betul.

Dokter: Hinggap?

Pasien: Benar.

Dokter: Menyengat?

Pasien: Belum sempat. Sebelum sempat menyengat, sepupuku menghantamnya dengan sekop.

Orang Buta dan Anjingnya

Seorang buta sedang berjalan dengan seekor anjing sebagai penunjuk jalan. Pada sebuah persimpangan yang ramai si anjing yang nggak peduli dengan deru lalu lintas yang ramai, dia terus saja membawa si orang buta menyeberang di tengah keramaian lalu lintas. Bunyi derit ban mobil yang direm mendadak dan klakson pun langsung terdengar hingar-bingar, pengendara-pengendara yang panik mencoba meneriaki supaya mereka minggir. Akhirnya si orang buta dan anjingnya sampai pada trotoar. Kemudian si orang buta mengambil kue dari kantongnya dan memberikan kepada anjingnya. Seorang yang kebetulan melihat kejadian itu bilang, “Kenapa kamu masih berikan roti kepada anjingmu padahal baru saja dia hampir membuat kamu mati! ” Si orang buta bilang, “Saya hanya pengen tahu sebelah mana kepala si anjing kampung ini, biar bisa kupentung kepalanya.”